Ketegangan Meningkat, Kapal Dagang Dipaksa Putar Balik di Selat Hormuz

Blokade AS di Selat Hormuz membuat kapal dagang putar balik. Ketegangan meningkat di jalur energi global strategis. (Foto: aa.com.tr)

Blokade AS di Selat Hormuz membuat kapal dagang putar balik

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat memberlakukan blokade di perairan strategis Selat Hormuz. Dampaknya langsung terasa pada aktivitas pelayaran internasional, di mana sejumlah kapal dagang terpaksa membatalkan perjalanan.

Berdasarkan pernyataan resmi Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM, sedikitnya enam kapal dagang memilih putar balik setelah menerima perintah dari Angkatan Laut AS. Kapal-kapal tersebut sebelumnya berlayar menuju pelabuhan Iran.

“Selama 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS, dan enam kapal dagang mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik arah,” demikian pernyataan CENTCOM.

Blokade ini mulai diberlakukan sejak Senin dan ditujukan khusus untuk kapal yang menuju atau berasal dari wilayah pesisir Iran, termasuk pelabuhan di Teluk dan Teluk Oman. Menurut otoritas militer AS, kebijakan tersebut diterapkan secara merata terhadap semua kapal dari berbagai negara.

Dampak Blokade dan Ketegangan Global

Langkah ini menambah tekanan terhadap jalur perdagangan global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur vital distribusi energi dunia. Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak serta ketidakstabilan ekonomi global.

Menurut keterangan militer AS, lebih dari 10 ribu personel dikerahkan untuk mendukung operasi blokade ini. Selain itu, terdapat lebih dari selusin kapal perang dan puluhan pesawat yang siaga di kawasan tersebut.

“Blokade diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan wilayah pesisir Iran,” lanjut pernyataan tersebut.

Meski demikian, militer AS menyatakan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan tetap diperbolehkan. Bantuan seperti makanan, obat-obatan, dan kebutuhan penting lainnya dapat melintas dengan syarat melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu.

Kebijakan blokade ini diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah perundingan damai antara AS dan Iran yang berlangsung di Pakistan mengalami kebuntuan. Namun, Trump masih membuka peluang untuk melanjutkan negosiasi dalam waktu dekat.

Situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara belum mereda sepenuhnya. Jalur diplomasi masih terbuka, namun di sisi lain tekanan militer juga terus meningkat, menciptakan ketidakpastian di kawasan strategis tersebut.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED