Trump Sebut Kesepakatan Damai AS Iran Kian Dekat Menuju Final
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa negaranya kini berada di tahap akhir menuju kesepakatan damai dengan Iran. Pernyataan ini...
Read more
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat memberlakukan blokade di perairan strategis Selat Hormuz. Dampaknya langsung terasa pada aktivitas pelayaran internasional, di mana sejumlah kapal dagang terpaksa membatalkan perjalanan.
Berdasarkan pernyataan resmi Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM, sedikitnya enam kapal dagang memilih putar balik setelah menerima perintah dari Angkatan Laut AS. Kapal-kapal tersebut sebelumnya berlayar menuju pelabuhan Iran.
“Selama 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS, dan enam kapal dagang mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik arah,” demikian pernyataan CENTCOM.
Blokade ini mulai diberlakukan sejak Senin dan ditujukan khusus untuk kapal yang menuju atau berasal dari wilayah pesisir Iran, termasuk pelabuhan di Teluk dan Teluk Oman. Menurut otoritas militer AS, kebijakan tersebut diterapkan secara merata terhadap semua kapal dari berbagai negara.
Langkah ini menambah tekanan terhadap jalur perdagangan global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur vital distribusi energi dunia. Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak serta ketidakstabilan ekonomi global.
Menurut keterangan militer AS, lebih dari 10 ribu personel dikerahkan untuk mendukung operasi blokade ini. Selain itu, terdapat lebih dari selusin kapal perang dan puluhan pesawat yang siaga di kawasan tersebut.
“Blokade diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan wilayah pesisir Iran,” lanjut pernyataan tersebut.
Meski demikian, militer AS menyatakan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan tetap diperbolehkan. Bantuan seperti makanan, obat-obatan, dan kebutuhan penting lainnya dapat melintas dengan syarat melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu.
Kebijakan blokade ini diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah perundingan damai antara AS dan Iran yang berlangsung di Pakistan mengalami kebuntuan. Namun, Trump masih membuka peluang untuk melanjutkan negosiasi dalam waktu dekat.
Situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara belum mereda sepenuhnya. Jalur diplomasi masih terbuka, namun di sisi lain tekanan militer juga terus meningkat, menciptakan ketidakpastian di kawasan strategis tersebut.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kabar baik bagi penggemar produk Apple di Tanah Air. iPhone 17e yang sebelumnya dirilis secara global pada Maret 2026 kini...
Pemerintah melalui Panitia Seleksi Nasional Sumber Daya Manusia Program Hasil Terbaik Cepat resmi membuka rekrutmen pengelola Koperasi Desa Merah Putih...