BPOM Terapkan Nutri Level Ini Cara Baru Lawan Gula Tersembunyi

Hidden sugar dalam minuman manis bikin konsumsi gula berlebih. Simak risiko dan kebijakan Nutri Level dari BPOM untuk cegah diabetes. (Foto: Getty Images/PonyWang)

Hidden sugar dalam minuman manis bikin konsumsi gula berlebih

Konsumsi minuman manis kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Mulai dari minuman boba, kopi kekinian, hingga minuman kemasan, semuanya mudah diakses dan sering dikonsumsi setiap hari. Namun di balik rasanya yang menyegarkan, tersembunyi ancaman yang sering tidak disadari, yaitu hidden sugar atau gula tersembunyi.

Kekhawatiran ini mendorong pemerintah untuk mengambil langkah serius. Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM RI resmi menyetujui revisi aturan terkait pencantuman label Nutri Level pada produk pangan olahan. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih mudah memahami kandungan gizi dalam produk yang dikonsumsi.

Menurut Dr Zuraidah Nasution, dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, konsumsi gula dari minuman saja sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. “Batas asupan gula yang dianjurkan per hari adalah sekitar 50 gram atau setara 4 sendok makan. Bayangkan, 50 persen dari batas itu terkadang sudah terpenuhi hanya dari satu porsi minuman berpemanis saja,” kata Dr Zuraidah.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, rata rata konsumsi gula dari minuman berpemanis bisa mencapai sekitar 50 persen dari batas harian yang dianjurkan. Artinya, hanya dari minuman saja, seseorang sudah berisiko melampaui batas konsumsi gula harian.

Peran Nutri Level dan Cara Menghindari Konsumsi Gula Berlebih

Fenomena ini tidak lepas dari kemudahan akses terhadap berbagai jenis minuman manis. Banyak orang tidak menyadari bahwa satu gelas minuman bisa mengandung gula dalam jumlah tinggi. Hidden sugar sering tersembunyi dalam rasa manis yang tidak terasa berlebihan, sehingga konsumsi menjadi tidak terkontrol.

Selain regulasi pemerintah, peran keluarga juga dinilai penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi. Menurut Dr Zuraidah, pola makan yang terbentuk sejak kecil akan berpengaruh hingga dewasa. “Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi kita yang mengatur. Batasi jumlahnya, perhatikan total gula seharian, dan jadikan label gizi sebagai panduan utama,” ujarnya.

Sebagai upaya membantu masyarakat, BPOM memperkenalkan sistem Nutri Level yang menggunakan indikator warna dan huruf. Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa sistem ini dirancang agar mudah dipahami oleh semua kalangan. “Dua hari yang lalu kami telah putuskan, kita menggunakan sistem apa yang kita sebut dengan alfabet dan berdasarkan warna,” kata Taruna Ikrar di Jakarta Pusat.

Sistem ini mengelompokkan kandungan Gula, Garam, dan Lemak atau GGL ke dalam empat kategori, yaitu:

  • Level A (Hijau Tua) menunjukkan kandungan paling rendah dan tergolong sangat sehat
  • Level B (Hijau Muda) menunjukkan kandungan rendah
  • Level C (Kuning) menunjukkan kandungan sedang dan perlu dibatasi
  • Level D (Merah) menunjukkan kandungan tinggi dan harus sangat dibatasi

Dengan adanya label ini, konsumen diharapkan bisa lebih cepat mengenali kualitas gizi suatu produk tanpa harus membaca detail komposisi yang rumit.

Para ahli menilai, langkah ini penting untuk menekan angka penyakit tidak menular seperti diabetes yang terus meningkat. Konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang diketahui berkaitan erat dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari obesitas hingga gangguan metabolisme.

Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah ini. Membaca label gizi, membatasi konsumsi minuman manis, serta memperhatikan asupan harian merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED