Vivo Y31d Pro Resmi Hadir di Indonesia HP Tangguh dengan Baterai Jumbo
Vivo Indonesia resmi meluncurkan smartphone terbaru dari lini Y Series, yaitu Vivo Y31d Pro, di Jakarta pada Senin (13/4). Perangkat...
Read more
Teknologi Bluetooth kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari hari. Mulai dari ponsel, headset, hingga smartwatch, hampir semua perangkat modern memanfaatkan konektivitas nirkabel ini. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa nama Bluetooth memiliki sejarah unik yang berasal dari era Viking.
Menurut informasi yang dihimpun, nama Bluetooth tidak muncul secara sembarangan. Istilah ini memiliki arti harfiah “gigi biru” dan ternyata berkaitan dengan sosok raja dari Skandinavia.
Nama Bluetooth diambil dari Harald Blatand Gormsson, seorang Raja Viking yang memerintah Denmark dan Norwegia pada abad ke 10.
Dalam sejarah, Harald dikenal karena berhasil menyatukan wilayah Denmark dan Norwegia di bawah kekuasaannya. Julukan “Blatand” yang ia miliki dalam bahasa Denmark berarti gigi biru atau dalam bahasa Inggris disebut Bluetooth.
Berdasarkan catatan sejarah, julukan tersebut muncul karena Harald memiliki gigi yang tampak berwarna biru keabu abuan akibat kondisi tertentu. Ciri khas inilah yang membuatnya dikenal sebagai raja dengan sebutan “gigi biru”.
Tidak hanya nama, logo Bluetooth juga memiliki makna yang dalam. Simbol ikonik tersebut merupakan gabungan dari dua huruf rune Skandinavia, yaitu Hagall dan Bjarkan. Kedua huruf ini mewakili inisial H dan B, yang merujuk pada nama Harald Blatand.

Simbol ikonik tersebut merupakan gabungan dari dua huruf rune Skandinavia, yaitu Hagall dan Bjarkan. (Foto: Grapheine.com)
Rune tersebut berasal dari alfabet kuno yang digunakan masyarakat Skandinavia pada era Viking, dikenal sebagai Younger Futhark.
Berabad abad setelah masa Viking, nama Bluetooth kembali muncul dalam dunia teknologi. Pada tahun 1996, sejumlah perusahaan besar seperti Intel, Ericsson, dan Nokia berdiskusi untuk mengembangkan standar teknologi komunikasi nirkabel jarak pendek.
Dalam pertemuan tersebut, seorang perwakilan Intel bernama Jim Kardach mengusulkan nama Bluetooth sebagai kode sementara.
Ia menjelaskan bahwa filosofi nama tersebut sejalan dengan tujuan teknologi yang sedang dikembangkan. “King Harald Bluetooth dikenal karena menyatukan Skandinavia, seperti kita yang ingin menyatukan industri PC dan seluler dengan tautan nirkabel jarak pendek,” kata Jim Kardach, berdasarkan catatan dari blog resmi Bluetooth.
Awalnya, nama Bluetooth hanya digunakan sebagai nama sementara. Beberapa alternatif sempat dipertimbangkan, seperti RadioWire dan PAN atau Personal Area Networking. Namun, karena kendala merek dagang dan waktu, akhirnya nama Bluetooth dipilih secara resmi.
Seiring waktu, nama ini justru menjadi sangat populer dan melekat kuat sebagai teknologi komunikasi nirkabel yang digunakan secara global.
Referensi:
Kompas
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Berita Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia berita — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook digelar pada Selasa (14/4/2026) di Pengadilan Tipikor Jakarta dan menjadi perhatian publik. Dalam persidangan...
Kebijakan baru terkait perpanjangan STNK tanpa KTP pemilik asli kini resmi berlaku secara nasional. Aturan ini merupakan terobosan yang awalnya...