Penggerebekan Besar di 28 Kota, Geng Motor Hells Angels Terpukul Keras
Aparat kepolisian Jerman melakukan operasi besar-besaran terhadap geng motor Hells Angels yang berbasis di Leverkusen. Langkah tegas ini diambil setelah...
Read more
Keputusan mengejutkan datang dari Pentagon setelah Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, memecat Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George, di tengah meningkatnya ketegangan militer global.
Langkah ini dinilai tidak biasa, mengingat pemecatan jenderal aktif saat situasi konflik sedang berlangsung jarang terjadi dalam sejarah militer modern Amerika Serikat.
Berdasarkan keterangan sejumlah pejabat pertahanan, keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya restrukturisasi besar dalam tubuh militer AS. Menurut sumber internal, langkah ini dilakukan untuk membentuk ulang kepemimpinan strategis di Pentagon.
Pentagon mengonfirmasi bahwa Randy George akan segera pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41. Dalam pernyataan resmi, lembaga tersebut menyampaikan apresiasi atas dedikasi George selama puluhan tahun bertugas.
Namun, hingga kini tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan di balik pencopotan tersebut.
Selain George, dua pejabat tinggi lainnya juga diberhentikan, yakni Jenderal David Hodne yang memimpin Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat, serta Mayor Jenderal William Green yang menjabat sebagai kepala Korps Chaplain.
Keputusan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan konflik Iran. Meski operasi militer banyak melibatkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara, Angkatan Darat tetap memiliki peran penting.
Salah satu peran tersebut adalah dalam pengoperasian sistem pertahanan udara serta potensi keterlibatan dalam operasi darat. Bahkan, ribuan personel dari Divisi Lintas Udara ke-82 dilaporkan mulai dikerahkan ke kawasan konflik.
Angkatan Darat sendiri merupakan cabang terbesar militer AS dengan sekitar 450.000 prajurit aktif, sehingga perubahan di tingkat pimpinan menjadi perhatian besar.
Perombakan ini juga menjadi bagian dari perubahan lebih luas di Pentagon dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah posisi penting lain juga telah mengalami pergantian, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan sebelumnya, Kepala Operasi Angkatan Laut, hingga Wakil Kepala Staf Angkatan Udara.
Menariknya, tidak ada tanda-tanda konflik terbuka antara Pete Hegseth dan Randy George sebelum pengumuman pemecatan ini. Hal ini membuat keputusan tersebut semakin mengejutkan banyak pihak.
Menurut laporan internal, bahkan jajaran pimpinan senior Angkatan Darat baru mengetahui kabar ini bersamaan dengan pengumuman resmi ke publik.
Untuk sementara, posisi Kepala Staf Angkatan Darat akan diisi oleh Wakil Kepala Staf, Jenderal Christopher LaNeve.
Randy George sendiri merupakan perwira infanteri yang memiliki pengalaman panjang di medan operasi, termasuk penugasan di Irak dan Afghanistan. Ia menjabat sebagai Kepala Staf sejak 2023, dengan masa jabatan yang umumnya berlangsung selama empat tahun.
Keputusan ini mencerminkan dinamika yang terus berkembang di tubuh militer Amerika Serikat, terutama di tengah situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu.
Referensi:
CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Aparat kepolisian Jerman melakukan operasi besar-besaran terhadap geng motor Hells Angels yang berbasis di Leverkusen. Langkah tegas ini diambil setelah...
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait kondisi internal Iran. Di...