Sejarah Kiswah Ka’bah, Ternyata Tidak Selalu Berwarna Hitam
Ka'bah di Mekkah, Arab Saudi, menjadi pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia. Bangunan berbentuk kubus ini diselimuti kain khusus...
Read more
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan keras terkait konflik dengan Iran. Ia memberi sinyal bahwa Amerika Serikat tengah menyiapkan serangan baru yang disebut akan terjadi dalam waktu dekat.
Menurut pernyataan yang disampaikan di Gedung Putih pada Rabu malam waktu setempat, Trump menyebut serangan tersebut kemungkinan akan dilakukan dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
“Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan,” kata Donald Trump.
Pernyataan ini menambah panas situasi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya sudah berada dalam ketegangan tinggi.
Tidak hanya itu, Trump juga menggunakan pernyataan yang cukup kontroversial dengan mengatakan bahwa Iran akan dibawa kembali ke kondisi yang sangat terpuruk.
“Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada,” ujarnya.
Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam pidato tersebut, ini menjadi pertama kalinya Trump menggunakan istilah tersebut secara terbuka dalam konteks konflik dengan Iran.
Selain ancaman serangan, Trump juga menyinggung kondisi kepemimpinan di Iran. Ia mengklaim bahwa para pemimpin utama Iran telah tidak lagi ada, meski tidak merinci lebih jauh pernyataannya tersebut.
Menurut Trump, perubahan kepemimpinan bukanlah tujuan utama dari langkah Amerika Serikat. Namun, ia menyebut kondisi tersebut terjadi secara alami dalam dinamika konflik yang berlangsung.
“Perubahan rezim bukanlah tujuan kita. Kita tidak pernah mengatakan perubahan rezim, tetapi perubahan rezim telah terjadi karena kematian semua pemimpin asli mereka. Mereka semua sudah mati,” kata Trump.
Sebelumnya, Trump juga sempat menyinggung kemungkinan gencatan senjata. Berdasarkan pernyataannya di media sosial, Iran disebut telah meminta penghentian konflik.
Namun, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat baru akan mempertimbangkan hal tersebut jika Iran membuka kembali Selat Hormuz. Jalur tersebut dikenal sebagai salah satu rute penting perdagangan minyak dunia.
Ia juga menuliskan peringatan keras bahwa hingga syarat tersebut dipenuhi, tekanan terhadap Iran akan terus dilakukan.
Situasi ini menunjukkan bahwa konflik antara kedua negara masih jauh dari kata mereda. Pernyataan terbaru dari Trump menjadi sinyal bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berpotensi kembali meningkat dalam waktu dekat.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Perilaku manipulatif sering muncul secara halus dan sulit dikenali, bahkan dalam hubungan sehari hari. Tanpa disadari, seseorang bisa terjebak dalam...
Menjaga kesehatan tubuh tidak cukup dilakukan hanya pada momen tertentu, tetapi perlu menjadi kebiasaan sehari-hari. Perubahan pola makan, aktivitas fisik...