SPPG Ditutup Sementara, Hendrik Irawan Tegaskan Bukan Karena Video Joget Cuan

Hendrik Irawan jelaskan SPPG miliknya ditutup bukan karena video joget, melainkan belum memiliki IPAL sesuai standar BGN. (Foto: Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan)

Hendrik Irawan jelaskan SPPG miliknya ditutup bukan karena video joget, melainkan belum memiliki IPAL sesuai standar BGN

Penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG milik Hendrik Irawan di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi setelah video dirinya berjoget terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.

Namun, Hendrik menegaskan bahwa penutupan tersebut bukan disebabkan oleh video joget yang menuai kontroversi.

Menurut Hendrik, penutupan operasional dapur SPPG dilakukan setelah adanya inspeksi mendadak dari pihak terkait. Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan bahwa fasilitas dapur belum memenuhi standar teknis yang ditetapkan.

“Betul, kemarin kami disidak dan untuk sementara operasional dapur dihentikan. Memang kami akui IPAL belum ada, sekarang sedang dibenahi,” kata Hendrik.

Ia menjelaskan bahwa ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi alasan utama penghentian sementara operasional. Infrastruktur tersebut merupakan bagian penting dari standar yang harus dipenuhi sesuai petunjuk teknis.

Dampak Penutupan dan Klarifikasi Video Viral

Penutupan SPPG ini tidak hanya berdampak pada operasional program, tetapi juga pada tenaga kerja yang terlibat. Hendrik menyebutkan sekitar 150 relawan terdampak karena tidak dapat bekerja selama dapur ditutup.

Ia mengaku prihatin terhadap kondisi tersebut, terutama karena program tersebut berkaitan dengan kebutuhan gizi anak-anak.

“Anak-anak menunggu, kasihan sebetulnya kalau ditutup terlalu lama. Kemudian ada 150-an relawan yang terdampak, sekarang mereka enggak bisa kerja. Tapi saya menerima semua ini, termasuk hujatan netizen,” ujarnya.

Terkait video joget yang viral, Hendrik memberikan klarifikasi bahwa video tersebut sebenarnya dibuat dalam kondisi berbeda dan bukan dalam situasi operasional SPPG.

“Jadi video itu saya buat sudah lama, waktu itu juga sedang libur operasional. Kemudian ada yang menggabungkan video itu sama omongan soal Rp6 juta,” jelasnya.

Ia juga secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi. Hendrik menyebut peristiwa ini sebagai pelajaran berharga dan menyatakan kesiapannya menerima konsekuensi yang ada.

“Saya mohon maaf kepada netizen, ini jadi pelajaran buat saya. Ya saya juga terima kalau SPPG ditutup sementara, sambil kita juga terus berbenah,” kata Hendrik.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED