Peristiwa tragis menimpa seorang balita berusia 1,8 tahun di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Anak yang diketahui bernama Zavier Ali itu dilaporkan meninggal dunia di dalam kamar kos pada Minggu 22 Maret 2026. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Menurut keterangan dari aparat kepolisian, kasus ini menjadi perhatian serius karena terjadi setelah kedua orang tua korban diduga terlibat pertengkaran hebat. Situasi tersebut memunculkan berbagai dugaan yang kini sedang didalami oleh penyidik.
Menurut Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, pihaknya masih mengumpulkan fakta dan keterangan dari berbagai pihak. “Iya, kami mendalami terkait kematian balita tersebut,” kata AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama.
Polisi Periksa Saksi dan Tunggu Hasil Autopsi
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk tetangga yang tinggal di sekitar kamar kos tempat korban ditemukan. Dari keterangan warga, diketahui bahwa keluarga tersebut baru menempati lokasi sejak 19 Maret 2026, atau hanya beberapa hari sebelum kejadian tragis itu terjadi.
Menurut keterangan saksi, pada hari kejadian terdengar suara pertengkaran dari dalam kamar kos. Selain itu, warga juga mendengar tangisan bayi yang diduga berasal dari korban. Informasi ini menjadi salah satu petunjuk awal bagi penyidik untuk menyusun kronologi kejadian.
“Saksi-saksi telah diperiksa termasuk saksi tetangga kos. Semua informasi yang masuk kami dalami,” jelas AKP Ahmad.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian balita tersebut. Saat ini, fokus utama penyelidikan adalah menunggu hasil autopsi yang dilakukan terhadap jenazah korban. Hasil tersebut dinilai sangat penting untuk memastikan apakah ada unsur kekerasan atau faktor lain yang menyebabkan kematian.
“Kami juga menunggu hasil autopsi. Itu akan menjadi dasar penting dalam menentukan penyebab kematian korban,” tambahnya.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Polisi menegaskan akan bekerja secara profesional untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian balita tersebut.
Referensi:
CNN Indonesia