Xiaomi Luncurkan MiMo V2.5, Model AI Baru Penantang Claude dan Gemini
Perusahaan teknologi Xiaomi resmi meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru bernama MiMo V2.5. Model ini hadir sebagai upaya Xiaomi untuk bersaing...
Read more
Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah menyiapkan aturan baru yang berpotensi melarang penggunaan chip memori buatan perusahaan China, khususnya RAM jenis DRAM dan penyimpanan SSD berbasis NAND flash.
Langkah tersebut dipicu oleh kekhawatiran pemerintah AS terhadap risiko keamanan nasional yang mungkin muncul dari penggunaan komponen teknologi produksi perusahaan Tiongkok.
Jika aturan tersebut resmi diberlakukan, maka berbagai perangkat teknologi yang digunakan oleh lembaga pemerintah federal tidak boleh lagi menggunakan komponen memori dari perusahaan China yang masuk dalam daftar larangan.
Kebijakan ini berfokus pada pengadaan teknologi pemerintah, termasuk perangkat keras maupun layanan teknologi informasi yang dibeli oleh instansi federal.
Menurut laporan yang dikutip dari Wccftech, proposal tersebut menargetkan beberapa perusahaan semikonduktor besar asal China.
Beberapa perusahaan yang disebut dalam proposal tersebut antara lain ChangXin Memory Technologies (CXMT), Yangtze Memory Technologies Corp (YMTC), serta Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) beserta perusahaan afiliasinya.
Chip memori yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi dimasukkan dalam daftar komponen yang tidak boleh digunakan dalam pengadaan teknologi pemerintah Amerika Serikat.
Rencana aturan tersebut diajukan oleh Federal Acquisition Regulatory Council (FAR Council) pada 17 Februari 2026.
Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi lanjutan Section 5949 Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional Tahun Anggaran 2023 atau FY23 NDAA.
Dalam proposal tersebut, definisi mengenai produk semikonduktor yang termasuk dalam larangan dibuat cukup luas.
Aturan tersebut tidak hanya mencakup chip semikonduktor itu sendiri, tetapi juga semua perangkat yang menggunakan komponen tersebut.
Artinya, larangan tersebut dapat berlaku pada berbagai jenis perangkat seperti:
laptop
server
perangkat jaringan
sistem telekomunikasi
layanan teknologi informasi
Jika sebuah perangkat teknologi yang digunakan pemerintah AS mengandung RAM atau SSD dari perusahaan yang masuk daftar larangan, perangkat tersebut tidak dapat digunakan dalam pengadaan pemerintah.
Kebijakan ini bahkan disebut akan berlaku untuk semua jenis pengadaan, termasuk produk komersial bernilai kecil sekalipun.
Dalam proposal aturan tersebut disebutkan bahwa perangkat dengan harga di bawah USD 15.000 (sekitar Rp235 juta) juga tetap harus mematuhi ketentuan larangan tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat juga mewajibkan para kontraktor teknologi melakukan pemeriksaan rantai pasok secara menyeluruh.
Tujuannya adalah memastikan bahwa tidak ada komponen dari perusahaan China yang masuk dalam daftar larangan digunakan dalam produk yang akan dijual kepada pemerintah AS.
Saat ini proposal aturan tersebut masih berada dalam tahap konsultasi publik.
FAR Council membuka kesempatan bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan hingga 20 April 2026, sebelum keputusan final mengenai aturan tersebut ditetapkan.
Jika tidak mengalami perubahan signifikan, aturan tersebut diperkirakan mulai berlaku pada 23 Desember 2027.
Meski demikian, pemerintah AS memberikan klausul grandfathering dalam aturan tersebut.
Klausul ini memungkinkan perangkat teknologi yang sudah dibeli atau dipasang sebelum aturan berlaku tetap dapat digunakan hingga masa pakainya berakhir.
Selain itu, FAR Council juga mengusulkan agar seluruh perangkat elektronik yang saat ini digunakan oleh lembaga pemerintah Amerika Serikat ditinjau ulang.
Peninjauan tersebut bertujuan memastikan bahwa perangkat yang digunakan tidak mengandung komponen dari perusahaan yang masuk dalam daftar larangan.
Para analis menilai bahwa meskipun aturan ini secara resmi hanya berlaku untuk pengadaan pemerintah AS, dampaknya kemungkinan bisa meluas ke pasar komersial global.
Produsen perangkat seperti laptop, server, dan perangkat elektronik lainnya biasanya enggan memproduksi dua versi produk berbeda, yaitu untuk pemerintah AS dan untuk pasar umum.
Karena alasan efisiensi rantai pasok, banyak vendor kemungkinan akan memilih menghindari penggunaan chip dari perusahaan seperti CXMT atau YMTC secara keseluruhan.
Jika hal tersebut terjadi, kebijakan ini berpotensi memperlambat ekspansi perusahaan memori China di pasar internasional, terutama di kawasan Amerika Utara.
Sebaliknya, langkah tersebut diperkirakan akan memberikan keuntungan bagi produsen chip memori global seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron yang selama ini mendominasi pasar memori kelas atas.
Di sisi lain, pembatasan terhadap produsen memori China juga berpotensi mempengaruhi stabilitas harga RAM dan SSD global.
Hal ini terutama terjadi jika permintaan chip memori terus meningkat akibat kebutuhan industri kecerdasan buatan atau AI serta pusat data yang semakin besar.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Laptop yang sudah lama digunakan sering kali mengalami penurunan performa. Aktivitas sederhana seperti membuka banyak tab browser, menjalankan aplikasi, atau...
Perusahaan teknologi global Microsoft terus meningkatkan investasi di bidang cloud dan kecerdasan buatan atau AI. Namun, pertumbuhan bisnis cloud perusahaan...