Perjalanan Jeje Adriel Hadapi Kanker Limfoma Hodgkin Stadium Dua
Kisah seorang pemuda asal Jakarta Utara bernama Jeje Adriel menjadi sorotan setelah ia mengungkapkan dirinya mengidap kanker limfoma Hodgkin stadium...
Read more
Restoran dengan konsep all you can eat (AYCE) semakin populer di berbagai kota. Dengan membayar satu harga, pengunjung bisa menikmati berbagai jenis makanan dalam jumlah banyak selama waktu tertentu.
Konsep ini membuat restoran AYCE sering menjadi pilihan saat berkumpul bersama teman, keluarga, atau rekan kerja. Namun di balik popularitasnya, kebiasaan makan berlebihan dalam waktu singkat ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan, khususnya pada sistem pencernaan.
Menurut Ari Fahrial Syam, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM, pola makan seperti ini dapat meningkatkan risiko gastroesophageal reflux disease atau GERD.
“All you can eat juga bisa menjadi salah satu faktor risiko, terutama jika didominasi konsumsi daging. Daging merah adalah salah satu faktor risiko jika dikonsumsi berlebihan, yang bisa memicu GERD,” kata Ari Fahrial Syam dalam diskusi kesehatan bersama Primaya Hospital di Jakarta.
GERD merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga menimbulkan rasa panas atau perih di dada yang sering disebut heartburn.
Menurut Ari, menu yang tersedia di restoran AYCE umumnya didominasi daging merah berlemak, seperti daging sapi atau kambing.
Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, makanan tersebut dapat meningkatkan produksi asam lambung di dalam tubuh.
Ketika produksi asam lambung meningkat, cairan asam bisa naik ke kerongkongan dan menimbulkan berbagai keluhan seperti rasa panas di dada, perut tidak nyaman, hingga sensasi terbakar di dada.
Selain jenis makanan, cara makan di restoran AYCE juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Sebagian besar restoran AYCE biasanya memberikan batas waktu makan sekitar dua jam. Batas waktu ini sering membuat pengunjung makan dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat agar merasa “tidak rugi”.
Menurut Ari Fahrial Syam, kebiasaan makan cepat dalam jumlah banyak ini dapat menimbulkan masalah pada lambung.
“Akibatnya, makanan tidak dikunyah dengan baik dan lambung dipaksa menerima makanan secara berlebihan dalam waktu singkat, ini yang berbahaya,” kata Ari Fahrial Syam.
Ia menjelaskan bahwa lambung pada dasarnya memiliki kapasitas terbatas, mirip seperti kantong yang hanya dapat menampung sekitar 600 hingga 800 cc makanan dan cairan.
Jika jumlah makanan yang masuk melampaui kapasitas tersebut, lambung akan mengalami peregangan mendadak atau dilatasi.
Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan, seperti:
perut terasa sangat penuh
mual
ingin muntah
sesak napas
jantung berdebar
Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bahkan bisa membutuhkan penanganan medis.
Menurut Ari, jika seseorang mengalami perut sangat penuh setelah makan all you can eat dan tidak bisa muntah, sebaiknya segera mencari bantuan medis.
“Kalau setelah makan all you can eat perut terasa sangat penuh dan tidak bisa muntah, sebaiknya segera ke rumah sakit. Dokter bisa memasang selang untuk mengeluarkan cairan atau gas dari lambung,” ujar Ari Fahrial Syam.
Pada kondisi yang lebih berat, makan berlebihan juga dapat menyebabkan kebocoran lambung atau usus. Kondisi ini termasuk situasi darurat yang memerlukan penanganan segera di instalasi gawat darurat.
Meski memiliki risiko jika dilakukan secara berlebihan, bukan berarti restoran AYCE harus sepenuhnya dihindari.
Menurut Ari Fahrial Syam, masyarakat tetap bisa menikmati makanan di restoran tersebut selama mengatur pola makan dengan bijak.
Salah satu cara yang dianjurkan adalah mengunyah makanan lebih lama. Kebiasaan ini membantu tubuh memberi sinyal kenyang kepada otak sehingga dapat mencegah makan berlebihan.
Selain itu, pengunjung juga disarankan makan secara perlahan dan dalam porsi kecil.
Dengan cara tersebut, tubuh memiliki waktu yang cukup untuk merasakan kenyang dan lambung tidak dipaksa menampung makanan dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
“Makanlah secara perlahan dan dalam porsi kecil. Dengan cara tersebut, tubuh memiliki waktu untuk memproses rasa kenyang dan lambung tidak dipaksa menampung makanan secara berlebihan,” kata Ari Fahrial Syam.
Kesadaran untuk mengatur pola makan menjadi hal penting, terutama ketika menikmati makanan di restoran dengan konsep bebas makan seperti all you can eat.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Persib Bandung tengah menghadapi tekanan besar dalam perburuan gelar Super League musim ini. Tim berjuluk Maung Bandung itu kini harus...
Salah satu korban kecelakaan kereta maut di Bekasi kembali menjalani perawatan di rumah sakit setelah sebelumnya sempat diizinkan pulang. Korban...