Komdigi Klaim Internet Indonesia Makin Ngebut, Ini Gambaran Kecepatannya

Komdigi menyebut kecepatan internet Indonesia meningkat signifikan hingga 2025, dengan perluasan 4G, 5G, dan pembangunan infrastruktur nasional. (Foto: Pinterest)
Komdigi menyebut kecepatan internet Indonesia meningkat signifikan hingga 2025, dengan perluasan 4G, 5G, dan pembangunan infrastruktur nasional. (Foto: Pinterest)

Komdigi menyebut kecepatan internet Indonesia meningkat signifikan hingga 2025, dengan perluasan 4G, 5G, dan pembangunan infrastruktur nasional

Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan kecepatan dan pemerataan akses internet di Indonesia terus mengalami peningkatan hingga 2025. Klaim ini disampaikan sebagai bagian dari evaluasi kinerja pembangunan infrastruktur digital nasional sekaligus kesiapan Indonesia menghadapi percepatan transformasi digital.

Menurut pemaparan Menkomdigi Meutya Hafid, kecepatan mobile broadband di seluruh ibu kota provinsi Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 63,5 Mbps. Sementara itu, fixed broadband atau internet kabel yang banyak digunakan untuk rumah tangga dan perkantoran rata-rata berada di angka 51,84 Mbps. Angka ini disebut sebagai hasil dari penguatan infrastruktur jaringan dan peningkatan kualitas layanan operator.

Namun, jika dibandingkan dengan data global, kecepatan internet Indonesia masih menunjukkan selisih. Berdasarkan data pemantauan independen kecepatan internet internasional per Desember 2025, kecepatan unduh mobile broadband Indonesia berada di kisaran 52,73 Mbps, dengan kecepatan unggah 17,28 Mbps. Sementara untuk fixed broadband, kecepatan unduh tercatat 44,38 Mbps dan unggah 30,61 Mbps. Perbedaan ini menunjukkan adanya variasi metode pengukuran serta kondisi jaringan di lapangan.

Pemerataan Jaringan dan Perluasan Infrastruktur Digital

Dari sisi pemerataan, Komdigi melaporkan bahwa penetrasi jaringan 4G telah menjangkau 98,95 persen populasi Indonesia. Pemerintah menargetkan cakupan ini meningkat menjadi 99,05 persen pada 2026. Selain itu, layanan 5G diklaim telah mencakup 6,33 persen wilayah permukiman, melampaui target pembangunan jangka menengah nasional.

Pembangunan infrastruktur juga menjadi fokus utama. Hingga 2025, jaringan fiber optik nasional telah membentang sepanjang 72.125 kilometer dan menjangkau lebih dari 5.200 kecamatan. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung peningkatan kualitas koneksi internet, khususnya untuk layanan tetap dan kawasan nonperkotaan.

Program Kampung Internet turut disebut sebagai upaya memperluas akses digital di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Program ini telah menghadirkan koneksi internet di lebih dari seribu titik, terutama di daerah terpencil dan tertinggal.

Selain mendukung aktivitas ekonomi dan sosial, digitalisasi juga menyentuh sektor kebencanaan. Hingga 2025, Sistem Informasi Kebencanaan telah terintegrasi dengan layanan darurat 112 di ratusan kabupaten dan kota. Integrasi ini bertujuan mempercepat respons pemerintah dalam menghadapi situasi darurat dan bencana alam.

Ke depan, pemerintah menargetkan lonjakan kecepatan internet pada 2026, dengan mobile broadband ibu kota provinsi diproyeksikan menembus 80 Mbps dan fixed broadband mencapai 64 Mbps. Target ini sejalan dengan percepatan agenda transformasi digital nasional serta perluasan akses internet yang lebih merata dan berkelanjutan.

Referensi:
CNN Indonesia
Bisnis Tekno

📚 ️Baca Juga Seputar Internet

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED