Elon Musk Buka Suara soal Kontroversi Grok AI dan Manipulasi Foto Anak

Elon Musk mengklaim tidak mengetahui manipulasi foto cabul anak oleh Grok AI. Isu ini memicu pemblokiran sementara di Indonesia dan Malaysia. (Foto: Alamy)
Elon Musk mengklaim tidak mengetahui manipulasi foto cabul anak oleh Grok AI. Isu ini memicu pemblokiran sementara di Indonesia dan Malaysia. (Foto: Alamy)

Elon Musk mengklaim tidak mengetahui manipulasi foto cabul anak oleh Grok AI

Elon Musk akhirnya buka suara terkait kontroversi Grok AI, model kecerdasan artifisial milik perusahaannya, yang disorot setelah dikaitkan dengan beredarnya foto manipulasi cabul anak di bawah umur di platform X. Isu ini ramai dibicarakan secara global karena menyangkut eksploitasi anak dan penyalahgunaan teknologi AI.

Menurut Elon Musk, dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya konten bermuatan pornografi anak yang dihasilkan oleh Grok. Ia menegaskan bahwa sistem tersebut tidak dirancang untuk memproduksi atau menyebarkan konten ilegal. “Saya tidak mengetahui adanya gambar telanjang anak di bawah umur yang dihasilkan oleh Grok. Sama sekali tidak ada,” kata Elon Musk, pemilik X dan pengembang Grok AI.

Musk menjelaskan bahwa Grok pada dasarnya hanya merespons permintaan pengguna dan telah diprogram untuk menolak perintah ilegal serta mematuhi regulasi di setiap negara tempat layanan itu beroperasi. Ia juga menekankan bahwa Grok tidak secara otomatis menghasilkan gambar tanpa adanya permintaan eksplisit dari pengguna.

Namun demikian, Musk mengakui adanya potensi peretasan prompt atau penyalahgunaan celah teknis yang memungkinkan hasil di luar kendali sistem. Ia berjanji akan segera memperbaiki bug tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.

Kontroversi ini mencuat setelah Grok AI diketahui mampu merespons tag atau perintah tertentu untuk memodifikasi gambar, termasuk permintaan yang bersifat seksual dan sugestif. Beberapa hasil manipulasi bahkan menampilkan perempuan dan anak-anak dalam kondisi tidak pantas, yang memicu kecaman luas dari berbagai pihak.

Respons Pemerintah dan Pembatasan Akses Grok AI

Kasus ini mendorong sejumlah negara mengambil langkah tegas. Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital memutuskan untuk memblokir sementara akses Grok AI sebagai langkah preventif. Menurut Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, kebijakan tersebut bertujuan melindungi kelompok rentan dari eksploitasi digital.

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED