Platform game daring Roblox akan menerapkan kebijakan keamanan baru dengan membatasi jalur komunikasi antara pemain anak dan orang dewasa yang tidak dikenal. Langkah ini diambil setelah munculnya serangkaian tuntutan hukum terkait dugaan eksploitasi dan tindakan predator online di dalam platform tersebut.
Menurut penjelasan pihak Roblox, kebijakan ini bertujuan memperkuat ekosistem permainan yang aman, terutama bagi pengguna berusia anak-anak dan remaja. Mereka menyatakan bahwa Roblox akan menjadi platform game pertama yang mewajibkan pemeriksaan usia jika pemain ingin menggunakan fitur komunikasi.
Sistem verifikasi usia dan pembatasan komunikasi ini akan diberlakukan pertama kali di Australia, Selandia Baru, dan Belanda mulai bulan depan, dan kemudian diterapkan di seluruh dunia pada awal Januari 2026.
Pembagian Kelompok Usia dan Aturan Interaksi Pemain
Roblox menjelaskan bahwa pengguna akan dikelompokkan berdasarkan beberapa rentang usia, yaitu di bawah sembilan tahun, sembilan hingga 12 tahun, 13 sampai 15 tahun, 16 sampai 17 tahun, 18 sampai 20 tahun, serta 21 tahun ke atas. Dengan aturan baru ini, pemain anak hanya bisa melakukan komunikasi dengan kelompok usia yang sebanding.
Sebagai contoh, anak yang diperkirakan berusia 12 tahun hanya diperbolehkan berinteraksi dengan pemain yang berusia di bawah 16 tahun. Roblox menegaskan bahwa gambar atau video yang diperlukan untuk proses verifikasi usia tidak akan disimpan di dalam sistem.
“Kami melihatnya sebagai cara bagi pengguna kami untuk lebih percaya pada siapa lawan bicara mereka dalam game ini. Jadi, kami melihatnya sebagai peluang nyata untuk membangun kepercayaan pada platform dan membangun kepercayaan di antara pengguna kami,” kata Matt Kaufman, Kepala Petugas Keamanan Roblox.
Upaya Mencegah Predator Online dan Mendorong Standar Industri yang Lebih Aman
Kebijakan ini diterapkan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik dan tuduhan dari pengacara keluarga terkait adanya praktik predasi sistematis terhadap anak di bawah umur di dalam platform game. Seorang juru bicara Roblox mengungkapkan bahwa keamanan pengguna adalah prioritas utama perusahaan.
“Itulah sebabnya kebijakan kami sengaja lebih ketat daripada yang ditemukan di banyak platform lain. Kami membatasi obrolan untuk pengguna yang lebih muda, tidak mengizinkan berbagi gambar antar pengguna, dan memiliki filter yang dirancang untuk memblokir berbagai informasi pribadi,” kata mereka.
Terkait upaya ini, Matt Kaufman menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak dapat bergantung pada satu platform saja. Ia berharap banyak perusahaan teknologi dan penyedia layanan digital mengikuti langkah yang sama untuk meningkatkan keselamatan anak dan remaja di dunia maya.
Referensi: DetikInet