Pepes Ikan Tongkol Homemade Gurih Pedas dan Rendah Minyak Mudah Dibuat
Pepes ikan tongkol menjadi salah satu hidangan khas Nusantara yang selalu menggugah selera. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan aroma khas...
Read more
Buat banyak keluarga di Indonesia, makan malam adalah momen berkumpul setelah seharian aktivitas. Saat dompet masih aman dan waktu terbatas, hidangan yang cepat, penuh rasa, dan sedikit dramatis selalu dicari — seperti udang balado petai. Aroma petai yang khas, sambal balado yang berwarna merah menggoda, dan udang yang juicy membuat piring langsung bersih dalam sekejap. Resep ini juga pas untuk akhir bulan: bahan mudah didapat, porsinya bisa diatur, dan tekniknya tidak rumit. Yuk, kita masak bareng!
Udang balado petai memadukan tiga hal yang bikin siapa pun klepek-klepek: sensasi pedas manis dari sambal balado, aroma petai yang “nendang” dan hangatnya daging udang goreng. Hidangan ini membawa memori makan bersama keluarga, suasana hangat, dan—jika keluarga suka—tawa karena bau petai. Selain itu, masakannya relatif cepat: sekitar 45 menit dari persiapan sampai meja.
400 gram udang jerbung sedang, bersihkan dan kerat punggungnya
1/2 sdt garam (untuk lumuran udang)
1/2 sdt air jeruk nipis (untuk lumuran udang)
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
15 buah mata petai, belah 2 bagian
1 sdt garam (tambahan)
2 sdt gula pasir
200 ml air
1 sdt air asam jawa (dari 1 sdt asam jawa yang dilarutkan dalam 2 sdm air)
3 sdm minyak untuk menumis
400 ml minyak untuk menggoreng udang
Bumbu tumbuk kasar:
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
10 buah cabai merah besar (sesuaikan level pedas)
5 buah cabai merah keriting
Cuci udang hingga bersih. Buang kotoran atau kegelapan pada punggung dengan cara mengerat punggung dan buang uratnya jika perlu.
Lumuri udang dengan 1/2 sdt garam dan 1/2 sdt air jeruk nipis. Aduk rata dan diamkan selama 15 menit agar udang lebih empuk dan bau amis berkurang.
Panaskan minyak goreng hingga panas sedang. Untuk memastikan minyak siap, tusuk ujung udang sedikit; jika gelembung muncul, berarti minyak cukup panas.
Goreng udang sampai mekar (mengembang dan berubah warna menjadi oranye/merah muda). Jangan terlalu lama agar daging udang tidak keras. Angkat dan tiriskan di atas kertas minyak atau tissue dapur.
Haluskan bumbu tumbuk kasar: bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, dan cabai keriting. Bisa ditumbuk kasar biar tekstur sambal tetap ada atau diblender kasar.
Panaskan 3 sdm minyak di wajan. Tumis bumbu tumbuk kasar bersama daun salam dan serai yang sudah dimemarkan. Tumis sampai harum dan minyak mulai berubah warna menjadi merah pekat.
Masukkan petai ke dalam tumisan bumbu, aduk rata hingga petai agak layu dan harum.
Tambahkan udang goreng ke wajan. Aduk pelan agar udang tidak hancur.
Tambahkan 1 sdt garam dan 2 sdt gula pasir. Aduk hingga bumbu menyatu dengan udang.
Tuang 200 ml air untuk memberi sedikit kuah dan membantu meresapnya bumbu. Masak dengan api sedang sampai kuah menyusut dan bumbu meresap ke udang (kurang lebih 3–5 menit).
Terakhir, masukkan 1 sdt air asam jawa untuk menambahkan sentuhan asam yang menyeimbangkan rasa manis dan pedas. Aduk rata dan cek rasa. Koreksi garam atau gula bila perlu.
Angkat, sajikan hangat bersama nasi putih hangat.
Pilih udang segar: Ciri udang segar adalah aroma laut yang ringan (bukan amis menyengat), daging agak kenyal, dan kulit belum licin.
Jangan overcook udang: Udang matang cepat — kalau terlalu lama, daging jadi keras dan kehilangan juiciness. Goreng sampai berubah warna dan agak mengembang saja.
Petai: Jika baru pertama kali memakai petai, cicipi sedikit untuk tahu kekuatan aromanya. Petai matang yang masih keras bisa direbus sebentar agar baunya sedikit berkurang.
Kontrol pedas: Buat sambal kasar agar tekstur terasa, atau haluskan kalau keluarga tidak suka serpihan cabai. Kurangi jumlah cabai jika tidak kuat pedas.
Gula dan asam: Gula pasir menyeimbangkan pedas; air asam jawa menambah kedalaman rasa. Sesuaikan takaran agar tidak terlalu manis atau terlalu asam.
Sajian anti bau petai: Untuk mengurangi bau petai pada tangan, gosok tangan dengan air jeruk nipis atau pasta gigi setelah menangani petai. Untuk mengurangi bau di mulut setelah makan, minum teh hangat atau makan buah segar.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...