Pemerintah Legalkan Umrah Mandiri, Simak Langkah dan Syarat Pendaftarannya
Pemerintah Indonesia kini resmi memperbolehkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah secara mandiri tanpa harus melalui biro perjalanan resmi. Kebijakan ini...
Read more
Umroh adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat mulia dalam Islam. Walaupun hukumnya sunnah muakkadah, keberangkatannya selalu dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Bagi perempuan, ibadah Umroh tidak hanya sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga sebuah perjalanan penuh makna untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam Islam, tata cara Umroh untuk perempuan memiliki ketentuan yang sama dengan laki-laki, namun terdapat beberapa perbedaan khusus yang perlu diperhatikan, baik dari sisi persiapan maupun pelaksanaan. Perbedaan ini mencakup pakaian ihram, syarat mahram, serta tata cara ibadah yang disesuaikan dengan kondisi seorang wanita.
Sebelum melaksanakan ibadah Umroh, perempuan perlu memperhatikan sejumlah syarat serta persiapan penting agar perjalanan ibadah berjalan lancar dan sesuai tuntunan syariat.
Secara umum, syarat Umroh bagi perempuan sama dengan laki-laki, yaitu:
Beragama Islam.
Berakal sehat.
Baligh atau sudah dewasa.
Mampu secara fisik, finansial, dan mental.
Namun, ada tambahan syarat khusus bagi perempuan, yakni dianjurkan berangkat bersama mahram atau kelompok yang aman.
Sebelum berangkat, jamaah perempuan dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan istighfar. Membaca doa safar, memperkuat niat, serta memohon kelancaran perjalanan sangatlah penting agar hati lebih tenang dalam menjalani rangkaian ibadah.
Kondisi tubuh yang prima sangat dibutuhkan, mengingat ibadah Umroh melibatkan aktivitas fisik seperti thawaf dan sa’i. Jamaah perempuan disarankan melakukan latihan ringan sebelum keberangkatan, menjaga pola makan, serta membawa obat-obatan pribadi.
Berbeda dengan laki-laki yang mengenakan kain ihram putih tanpa jahitan, perempuan diperbolehkan mengenakan pakaian apa saja selama menutup aurat sesuai syariat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Pakaian longgar dan sopan, berwarna netral.
Kerudung panjang yang menutupi dada.
Kaos kaki untuk menjaga aurat tetap tertutup.
Tidak menggunakan cadar dan sarung tangan saat ihram.
Selain itu, jamaah perempuan sebaiknya membawa perlengkapan pribadi seperti mukena, sandal yang nyaman, serta perlindungan ekstra seperti masker dan hand sanitizer.
Tata cara pelaksanaan Umroh bagi perempuan pada dasarnya sama dengan laki-laki. Namun, ada adab serta ketentuan yang perlu disesuaikan agar ibadah berjalan khusyuk. Berikut tahapan lengkapnya:
Perjalanan Umroh dimulai dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Perempuan mengenakan pakaian ihram dengan menutup aurat secara sempurna, tanpa menggunakan cadar dan sarung tangan. Setelah itu, bacaan niat Umroh dibaca:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Labbaikallahumma ‘Umrah
(Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan Umroh).
Setelah berihram, jamaah perempuan terus melantunkan doa talbiyah hingga tiba di Masjidil Haram. Suara bacaan perempuan sebaiknya lirih dan tidak keras, berbeda dengan laki-laki yang disunnahkan mengeraskan bacaan.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ. لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ. إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ. لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syarika lak.
Setelah tiba di Masjidil Haram, jamaah perempuan melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Perempuan disunnahkan untuk mengambil posisi yang lebih tenang dan menghindari kerumunan agar lebih khusyuk.
Setiap melewati Hajar Aswad, cukup melambaikan tangan sambil mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar”, tanpa harus bersentuhan langsung.
Setelah thawaf, perempuan melaksanakan sholat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim bila memungkinkan. Jika kondisi terlalu ramai, sholat bisa dilakukan di area lain dalam Masjidil Haram.
Tahapan berikutnya adalah sa’i, yaitu berjalan tujuh kali bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah. Perempuan tidak diwajibkan berlari kecil seperti laki-laki, cukup berjalan dengan tenang dan penuh doa.
Sebagai penutup ibadah Umroh, jamaah perempuan melakukan tahallul dengan memotong sebagian kecil rambutnya, minimal sepanjang satu ruas jari. Tahallul ini menandakan berakhirnya rangkaian Umroh dan jamaah diperbolehkan melepas ihram.
Selain tata cara utama, ada sejumlah adab yang sebaiknya diperhatikan oleh jamaah perempuan agar ibadah semakin sempurna:
Menjaga aurat tetap tertutup rapat, termasuk saat thawaf dan sa’i.
Tidak memakai wangi-wangian selama dalam keadaan ihram.
Menjaga sikap tenang, tidak berbicara keras atau bercanda berlebihan.
Menghindari berdesakan, menjaga jarak, serta memilih jalur yang lebih aman.
Senantiasa berdoa dan memperbanyak dzikir dalam setiap tahapan ibadah.
Berikut beberapa doa yang bisa diamalkan perempuan selama perjalanan ibadah Umroh:
Doa Keluar Rumah:
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illa billah.
(Artinya: Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya).
Doa Saat Melihat Ka’bah:
اللّهُـمَّ زِدْ هـٰذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَمَهَابَةً
Allahumma zid hadzal baita tasyrifan wa ta’zhiman wa takriman wa mahabatan.
(Artinya: Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan pada rumah ini).
Doa Sa’i antara Shafa dan Marwah:
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ
Rabbi ighfir warham innaka antal a’azzu al-akram.
(Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah dan kasihilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Mulia lagi Maha Pemurah).
Dalam perjalanan ibadah, perempuan dianjurkan untuk ditemani mahram seperti ayah, suami, saudara laki-laki, atau anak laki-laki yang sudah dewasa. Kehadiran mahram bertujuan menjaga keamanan, kenyamanan, serta melindungi perempuan selama perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
Namun, bila tidak memungkinkan, saat ini banyak biro perjalanan resmi yang menyediakan layanan khusus bagi jamaah perempuan sehingga mereka tetap bisa berangkat dengan aman bersama rombongan terpercaya.
Banyak riwayat yang menyebutkan bahwa perempuan yang menunaikan Umroh dengan ikhlas akan mendapatkan pahala besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Umroh ke umroh berikutnya akan menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hal ini menjadi motivasi kuat bagi setiap muslimah untuk menunaikan ibadah Umroh meski dengan berbagai persiapan yang lebih kompleks dibanding laki-laki.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Umroh & Haji Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia umroh & haji — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...