Kisah Broken Strings Dilirik Industri Film, Aurelie Moeremans Akui Banyak PH PDKT
Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans berpeluang diadaptasi ke layar lebar. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Aurelie melalui sebuah broadcast...
Read more
Saat kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air—kepergian komedian Mpok Alpa—banyak cerita menyentuh yang kemudian muncul ke permukaan. Di balik tawa dan canda yang biasa ia suguhkan, ternyata ada perjuangan besar yang tidak banyak diketahui publik, terutama soal beban finansial pengobatan setelah asuransi habis.
Menurut pengakuan sang suami, Aji Darmaji, gejala awal kanker payudara baru tampak jelas setelah Mpok Alpa melahirkan anak kembarnya. Awalnya benjolan di payudara sempat dianggap kantong susu biasa, sehingga tidak ditindaklanjuti sebagai sesuatu yang berbahaya. Di saat bersamaan, muncul juga gejala rambut yang rontok—yang masih dianggap normal akibat hormon pasca melahirkan—hingga akhirnya dilakukan biopsi dan konklusi: kanker payudara stadium awal.
Setelah diagnosis, mereka melakukan semuanya yang bisa dilakukan: kemoterapi, perjalanan pengobatan hingga ke Malaysia—khususnya Penang—dan beragam metode lain yang mungkin membantu. Mpok Alpa tetap berusaha gigih, dengan tampil ramah di depan kamera dan menjaga mood agar tetap positif. Namun yang tak kalah pelik adalah borok finansial yang muncul ketika klaim asuransi habis dibayarkan.
Saking cepatnya perkembangan sel kanker—yang bahkan sempat didiagnosis sudah menyebar ke paru-paru—membuat biaya pengobatan semakin membengkak. “Setiap dua minggu, tiga minggu sekali berobat,” ujar Aji, menggambarkan seberapa sering mereka harus menyumbang kocek demi memanjang harapan hidup.
Sayangnya, asuransi yang mereka miliki tidak mencakup seluruh biaya atau mungkin limitnya telah tercapai—sehingga setelah klaim terakhir, mereka harus menanggung sisa biaya sendiri. Ini bukan hanya soal nominal uang, tapi soal beban pikiran dan emosional—dengan tekanan untuk terus berusaha sembuh, ditambah kekhawatiran ekonomi yang terus meningkat.
Bagi Mpok Alpa, kebahagiaan adalah obat—kata yang cukup populer belakangan ini. Dia tetap syuting, bertemu teman, dan tersenyum meski kondisinya menurun drastis. Suaminya bahkan sempat menyebut bahwa semangatnya besar dalam menghadapi kenyataan pahit di depan mata. Perjuangan itu dapat kita bayangkan betapa beratnya: tubuh lelah, jiwa ingin menyerah, tetapi tetap berusaha memahami bahwa publik menyukai humornya. Ini bukan sekadar soal menerima hidup, tetapi memilih untuk tetap hidup penuh makna hingga akhir
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ada satu camilan sederhana yang hampir selalu berhasil bikin kita berhenti makan nasi lebih cepat, tapi malah nambah peyek berkali-kali....
Jujur saja, di akhir bulan atau saat malas keluar rumah, keinginan ngemil itu tetap datang tanpa permisi. Kalau biasanya kita...