Dasco Soroti Rencana Impor Kendaraan Niaga dari India Senilai Rp24,66 Triliun
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dari India yang akan...
Read more
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, mengingatkan Indonesia agar tidak bersikap naif dalam menghadapi ancaman perang dunia. Menurutnya, kondisi global saat ini tengah berada dalam situasi yang tidak menentu dan penuh ketegangan.
Pernyataan itu disampaikan SBY saat memberikan kuliah umum di Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Senin 23 Februari 2026. Dalam pemaparannya, ia menyinggung sejarah Perang Dunia II sebagai contoh bahwa Indonesia tetap bisa terdampak konflik global meski tidak terlibat langsung.
“Apakah kita tidak fokus ke dalam negeri saja, Pak? Dunia yang sedang meng-global begini, yang interconnected, interrelated, tidak mungkin. Saya berikan contoh perang dunia kedua, kita tidak ikut-ikutan, jadi korban juga,” kata SBY.
Menurut SBY, di era globalisasi saat ini, hubungan antarnegara semakin saling terhubung dan saling bergantung. Karena itu, konflik di satu kawasan dapat dengan cepat memengaruhi negara lain, termasuk Indonesia.
SBY menegaskan bahwa Indonesia bisa saja menjadi korban jika hanya berdiam diri dan tidak mempersiapkan diri menghadapi dinamika global. Ia mengingatkan bahwa kekuatan negara-negara besar kerap menentukan arah kebijakan global.
“Ini kalau yang menentukan negara-negara tertentu, negara besar dulu tidak ikut G20, ya kita bisa berbuat apa? Jadi pelengkap penderita, jadi korban juga,” imbuhnya.
Ia juga mewanti-wanti agar Indonesia tidak merasa aman hanya karena tidak memiliki konflik langsung dengan negara lain. Menurut SBY, anggapan bahwa Indonesia tidak akan tersentuh perang dunia adalah sikap yang keliru.
“Kita tidak boleh naif dan tidak boleh seolah-olah tidak akan tersentuh kita. Kita tidak punya masalah kok, don’t say that, karena sudah memang kacau seperti ini,” ucapnya.
Dalam pandangannya, fokus pada pembangunan dalam negeri tetap penting, tetapi harus diiringi dengan kesiapan menghadapi potensi krisis global. Ia mendorong peningkatan deterrence atau daya tangkal nasional, penguatan kekuatan pertahanan, serta peningkatan ketahanan energi dan pangan.
“Jadi menurut saya fokus dalam negeri untuk mempersiapkan diri, yes, meningkatkan deterance kita, yes, meningkatkan kekuatan pertahanan kita, yes, meningkatkan ketahanan energi, pangan dan lain-lain bisa susah kalau terjadi disruption pada tingkat dunia, yes,” jelas SBY.
Selain itu, SBY juga menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama internasional. Ia menyebut pemahaman terhadap konfigurasi kekuatan global menjadi kunci agar Indonesia dapat mengambil langkah yang tepat.
“Effort dalam negeri, yes, diplomasi, kerja sama internasional, yes, memahami setting of power relations, yes, dengan demikian yang kita lakukan insyaallah akan benar,” lanjutnya.
Pernyataan SBY tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah situasi global yang dinilai kacau, Indonesia perlu menyeimbangkan antara pembangunan domestik dan kesiapan menghadapi gejolak dunia.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Platform pembayaran digital global, PayPal, mengonfirmasi adanya insiden keamanan yang menyebabkan kebocoran data pribadi ratusan pengguna. Sejumlah akun dilaporkan terdampak...
Perusahaan teknologi global Cisco memperkenalkan chip switching terbaru bernama Silicon One G300 serta inovasi operasional berbasis AI yang disebut AgenticOps....