3 Resep Telur Dadar Gurih untuk Lauk, dari Ala Mama Rieta hingga ala Restoran
Telur dadar menjadi salah satu lauk rumahan yang sederhana, tetapi selalu disukai banyak orang. Bahan utamanya mudah ditemukan, proses memasaknya...
Read more
Tempe tidak hanya enak diolah menjadi tempe goreng, orek, atau tumisan. Bahan makanan berbasis kedelai ini juga bisa dibuat menjadi camilan tradisional yang memiliki cita rasa khas, salah satunya mendol tempe. Hidangan yang dikenal dari Malang, Jawa Timur, ini dibuat dari tempe yang dihaluskan, kemudian dicampur dengan bumbu rempah dan digoreng hingga bagian luarnya kering kecokelatan.
Mendol memiliki karakter rasa gurih dengan aroma kencur dan daun jeruk yang cukup menonjol. Ketumbar memberikan sentuhan rempah, sedangkan bawang merah dan bawang putih menjadi dasar rasa. Cabai rawit merah bisa membuat rasanya sedikit pedas, sehingga cocok dinikmati oleh pencinta camilan berbumbu.
Berbeda dari tempe goreng biasa, mendol dibuat dengan cara menghancurkan atau meremas tempe terlebih dahulu. Tempe kemudian dicampur dengan bumbu halus hingga dapat dibentuk menjadi bulatan lonjong atau silinder pendek. Setelah itu, adonan digoreng dalam minyak panas sampai permukaannya kering.
Mendol tempe bukan hanya cocok disajikan sebagai camilan sore. Makanan ini juga sering dinikmati sebagai lauk pendamping hidangan berkuah, misalnya soto. Tekstur mendol yang padat dan rasa rempahnya dapat melengkapi kuah gurih sehingga satu hidangan terasa lebih beragam.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membuat mendol adalah pemilihan tempe. Gunakan tempe berkualitas baik dengan kedelai yang masih terlihat utuh. Tempe seperti ini memberikan tekstur yang menarik setelah dihancurkan dan dicampur bumbu. Tempe tidak perlu dibuat terlalu halus seperti pasta karena tekstur kedelainya justru menjadi salah satu daya tarik mendol.
Resep mendol tempe ini menggunakan bahan yang mudah ditemukan, seperti 300 gram tempe, daun jeruk, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kencur, cabai rawit, garam, gula, dan kaldu jamur. Perpaduan bumbu sederhana tersebut menghasilkan adonan yang gurih dan harum.
Proses pembuatannya pun relatif mudah. Tempe dipotong kecil lalu diremas atau dihaluskan menggunakan ulekan. Bumbu yang sudah dihaluskan dicampurkan bersama tempe, kemudian ditambahkan daun jeruk iris, kaldu jamur, dan gula. Setelah adonan tercampur rata, bentuk menjadi lonjong dan goreng sampai matang.
Mendol merupakan salah satu makanan tradisional yang lekat dengan kuliner Malang, Jawa Timur. Bahan utamanya adalah tempe yang dihancurkan dan dibumbui dengan rempah, terutama kencur serta daun jeruk. Adonan tersebut kemudian dibentuk memanjang sebelum digoreng.
Ciri khas mendol terletak pada perpaduan rasa dan aromanya. Tempe memberikan rasa gurih khas kedelai, sementara kencur menghadirkan aroma rempah yang berbeda dari tempe goreng biasa. Daun jeruk menambahkan wangi segar, sedangkan ketumbar memberikan sentuhan hangat.
Teksturnya juga menjadi pembeda. Bagian luar mendol yang digoreng dengan minyak panas dapat menjadi kering dan sedikit renyah, sedangkan bagian dalamnya tetap terasa padat dan lembut. Hasil akhir tersebut bergantung pada kondisi tempe, tingkat kehalusan adonan, bentuk mendol, serta pengaturan suhu minyak.
Mendol biasanya dibuat dalam bentuk lonjong atau silinder pendek. Bentuk ini memudahkan adonan digoreng secara merata dan nyaman disantap sebagai camilan. Ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, tetapi sebaiknya tidak terlalu besar agar bagian tengahnya mudah matang.
Pemilihan tempe menjadi salah satu faktor penting dalam membuat mendol. Tempe berkualitas baik dengan biji kedelai yang masih terlihat utuh memberikan tekstur yang lebih menarik ketika diremas dan dicampur bumbu.
Ketika tempe dihancurkan, sebagian kedelai akan pecah dan menyatu dengan bagian tempe lainnya. Namun, tidak semuanya harus berubah menjadi halus. Sedikit tekstur kedelai yang masih terasa dapat membuat mendol memiliki karakter lebih padat dan tidak menyerupai adonan lembek.
Tempe yang terlalu basah juga perlu diperhatikan karena dapat membuat adonan sulit dibentuk. Jika adonan terasa terlalu lembek, jangan langsung menambahkan banyak bahan lain yang tidak tercantum dalam resep. Coba peras atau tiriskan terlebih dahulu apabila terdapat kelembapan berlebih.
Bumbu juga perlu dihaluskan secara terpisah sebelum dicampurkan ke tempe. Cara ini membantu bawang merah, bawang putih, ketumbar, kencur, cabai, dan garam tersebar merata. Dengan demikian, rasa mendol tidak hanya terkumpul pada satu bagian adonan.
Waktu memasak: Sekitar 30 menit
Tingkat kesulitan: Mudah
Hasil: Sekitar 3 porsi
Asal masakan: Jawa
Kategori: Olahan tempe
Bahan utama:
Bumbu halus:
1. Siapkan dan potong tempe
Potong 300 gram tempe menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dihancurkan. Gunakan tempe dengan kualitas baik dan biji kedelai yang masih terlihat utuh.
Potongan kecil akan memudahkan proses pencampuran dengan bumbu. Jika tempe terasa terlalu basah, tiriskan terlebih dahulu agar adonan tidak terlalu lembek ketika dibentuk.
2. Hancurkan tempe
Masukkan potongan tempe ke dalam wadah. Remas-remas menggunakan tangan yang bersih sampai teksturnya hancur dan menyatu.
Tempe juga bisa dihaluskan menggunakan ulekan. Tekan secukupnya sampai sebagian besar tempe hancur, tetapi jangan harus sampai menjadi pasta yang sangat halus. Sisakan sedikit tekstur kedelai agar hasil mendol lebih menarik.
3. Haluskan bumbu
Siapkan bawang merah, bawang putih, ketumbar, kencur, cabai rawit merah, dan garam. Haluskan menggunakan ulekan atau blender sampai seluruh bahan tercampur rata.
Pastikan kencur ikut terhaluskan dengan baik karena rempah ini menjadi salah satu sumber aroma khas mendol. Ketumbar juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu kasar agar rasanya tersebar merata dalam adonan.
4. Campurkan bumbu dengan tempe
Pindahkan bumbu halus ke dalam wadah berisi tempe yang sudah dihancurkan. Tambahkan satu sendok makan kaldu jamur dan ½ sendok teh gula pasir.
Aduk serta remas perlahan sampai seluruh bahan tercampur. Pastikan bumbu tidak hanya menempel pada permukaan, tetapi juga menyebar ke bagian dalam adonan.
5. Masukkan irisan daun jeruk
Buang tulang tengah tiga lembar daun jeruk, kemudian iris sangat halus. Masukkan ke dalam adonan tempe.
Remas kembali sampai daun jeruk tersebar merata. Irisan yang tipis akan lebih mudah menyatu dengan adonan dan memberikan aroma segar ketika mendol digoreng.
6. Koreksi rasa adonan
Ambil sedikit adonan untuk diperiksa tekstur dan aromanya. Pastikan adonan dapat dipadatkan tanpa mudah buyar. Rasa bumbu juga perlu terasa seimbang antara gurih, aroma kencur, dan sedikit pedas.
Jika adonan terlalu lembek, diamkan sebentar agar kelembapannya lebih stabil atau tiriskan bahan yang terlalu basah. Hindari menambahkan terlalu banyak bahan lain karena dapat mengubah komposisi mendol dari resep utama.
7. Bentuk adonan menjadi lonjong
Ambil sedikit adonan, lalu padatkan menggunakan telapak tangan. Bentuk menjadi bulatan lonjong atau silinder pendek.
Tekan secukupnya agar adonan menyatu dan tidak mudah retak ketika masuk ke minyak panas. Jangan membentuknya terlalu besar karena bagian tengah akan membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.
Ulangi sampai seluruh adonan habis. Usahakan ukuran mendol relatif seragam agar tingkat kematangannya lebih merata.
8. Panaskan minyak goreng
Siapkan wajan dengan minyak dalam jumlah cukup banyak untuk menggoreng mendol. Panaskan menggunakan api sedang sampai minyak siap digunakan.
Pastikan wajan dan peralatan dalam keadaan kering agar minyak tidak mudah meletup. Minyak yang cukup panas membantu permukaan mendol segera membentuk lapisan kering dan membuat adonan lebih kokoh.
9. Goreng mendol sampai kecokelatan
Masukkan mendol secara bertahap. Jangan memenuhi wajan sekaligus karena dapat menurunkan suhu minyak dan membuat hasil gorengan kurang renyah.
Goreng sampai permukaannya berubah menjadi kecokelatan dan terasa kering. Balik secara perlahan agar seluruh sisi matang merata. Hindari terlalu sering mengaduk atau menekan mendol karena adonan yang belum kokoh dapat pecah.
10. Angkat dan tiriskan
Setelah matang, angkat mendol dan tiriskan minyak berlebih menggunakan saringan atau kertas penyerap minyak.
Biarkan sebentar sampai uap panas berlebih berkurang. Mendol tempe siap disajikan sebagai camilan atau lauk pendamping nasi dan hidangan berkuah.
Pilih tempe yang berkualitas baik. Tempe dengan kedelai yang masih utuh memberikan tekstur yang lebih terasa setelah dihancurkan. Pastikan tempe tidak berlendir, berbau busuk, atau menunjukkan tanda kerusakan.
Jangan menghaluskan tempe secara berlebihan. Tekstur mendol akan lebih menarik apabila masih terdapat sedikit bagian kedelai. Remas atau tumbuk sampai adonan menyatu dan dapat dipadatkan, tetapi jangan sampai terlalu lembek.
Haluskan bumbu sampai merata. Bawang merah, bawang putih, ketumbar, kencur, dan cabai perlu tercampur dengan baik. Bumbu yang merata membantu setiap bagian mendol memiliki rasa yang seimbang.
Iris daun jeruk setipis mungkin. Daun jeruk memberikan aroma khas, tetapi tulang daunnya sebaiknya dibuang agar tidak terasa keras saat dimakan. Iris halus supaya mudah menyatu dengan tempe.
Bentuk adonan dengan tekanan yang cukup. Adonan perlu dipadatkan supaya tidak mudah pecah ketika digoreng. Namun, jangan menekannya terlalu keras hingga bentuknya menjadi terlalu padat dan bagian tengah sulit matang.
Jaga suhu minyak. Minyak yang kurang panas membuat mendol lebih lama membentuk lapisan luar dan berisiko menyerap banyak minyak. Sebaliknya, minyak yang terlalu panas dapat membuat bagian luar cepat gelap sebelum bagian tengah matang. Gunakan api sedang dan atur sesuai kondisi wajan.
Goreng dalam beberapa kelompok. Berikan ruang di antara mendol agar panas minyak tetap stabil. Dengan demikian, setiap bagian bisa matang dan berwarna kecokelatan secara merata.
Mendol tempe dapat dibuat dengan beberapa penyesuaian rasa. Namun, bumbu utama seperti kencur, ketumbar, dan daun jeruk sebaiknya tetap dipertahankan jika ingin menjaga karakter khas mendol.
Bagi pencinta makanan pedas, jumlah cabai rawit merah dapat ditambah sesuai selera. Haluskan cabai bersama bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan kencur agar rasa pedas menyatu dengan tempe.
Tambahkan cabai secara bertahap supaya rasa rempah lain tetap terasa. Jika mendol akan dinikmati bersama keluarga yang memiliki toleransi pedas berbeda, sebagian adonan dapat dibuat dengan tingkat kepedasan lebih ringan.
Daun jeruk merupakan salah satu bahan yang memberikan identitas aroma pada mendol. Untuk mendapatkan aroma yang lebih terasa, pastikan daun jeruk masih segar dan diiris sangat halus.
Jumlahnya dapat disesuaikan dengan selera, tetapi jangan berlebihan karena aroma daun jeruk yang terlalu kuat bisa menutupi karakter kencur dan tempe.
Adonan mendol dapat dibentuk menjadi ukuran lebih kecil atau mini. Bentuk ini cocok untuk camilan sekali atau dua kali suap, hidangan kumpul keluarga, maupun pelengkap bekal.
Ukuran kecil juga membantu mendol matang lebih cepat. Namun, jangan membuatnya terlalu tipis agar bagian dalam tetap memiliki tekstur tempe yang terasa.
Jika menyukai mendol dengan tekstur yang padat, hancurkan tempe secukupnya lalu padatkan saat membentuknya. Pastikan adonan tidak terlalu basah agar mudah dibentuk.
Bentuk lonjong dengan ukuran seragam. Goreng menggunakan api sedang sampai bagian luar kering dan bagian tengah matang.
Mendol tidak hanya cocok disantap sendiri. Camilan tradisional ini juga dapat menjadi lauk pendamping hidangan berkuah seperti soto.
Sajikan mendol secara terpisah agar permukaan luarnya tetap kering. Ketika akan disantap, mendol bisa dicocol ke sambal atau dinikmati bersama kuah soto dan nasi. Aroma kencur serta daun jeruk memberikan kontras rasa yang menarik dengan kuah gurih.
Mendol tempe paling nikmat disajikan ketika masih hangat. Susun mendol di piring saji dengan posisi tidak terlalu bertumpuk agar uap panas tidak terperangkap dan membuat permukaan cepat lembap.
Sebagai camilan sore, mendol dapat dinikmati bersama cabai rawit segar atau sambal. Rasa gurih dan aroma rempahnya sudah cukup kuat sehingga tidak memerlukan saus yang terlalu banyak.
Untuk menu makan keluarga, mendol cocok disandingkan dengan nasi putih hangat. Hidangkan bersama sayur berkuah seperti soto atau sup bening agar rasa makan lebih lengkap.
Mendol juga dapat menjadi lauk pendamping nasi pecel atau sayuran rebus berbumbu. Perpaduan rasa bumbu kacang dengan mendol yang beraroma kencur menghadirkan kombinasi khas masakan rumahan.
Jika ingin menyajikannya untuk acara keluarga, bentuk mendol dengan ukuran seragam agar terlihat lebih rapi. Tata dalam piring lebar dan sediakan sambal atau cabai rawit secara terpisah.
Mendol yang sudah matang sebaiknya dinikmati selagi hangat. Jika masih tersisa, dinginkan terlebih dahulu sampai uap panas berlebih berkurang, lalu masukkan ke wadah bersih yang tertutup. Simpan dalam lemari pendingin dan hindari membiarkannya terlalu lama di suhu ruang.
Mendol yang belum digoreng juga bisa disiapkan lebih awal. Setelah adonan dibumbui dan dibentuk, susun dalam wadah tertutup. Gunakan pemisah agar setiap mendol tidak saling menempel, kemudian simpan di lemari pendingin jika akan segera digoreng.
Untuk penyimpanan lebih lama, adonan yang sudah dibentuk dapat dibekukan. Saat akan digunakan, cairkan dengan cara yang aman di lemari pendingin sebelum digoreng. Pastikan bagian tengah matang, terutama jika mendol masih dalam keadaan dingin ketika mulai dimasak.
Ketika menghangatkan mendol yang sudah matang, gunakan wajan atau oven agar permukaannya kembali kering. Hindari memanaskan berulang kali karena teksturnya dapat semakin keras. Periksa aroma dan kondisi makanan sebelum disantap; jangan konsumsi jika muncul lendir, aroma tidak wajar, atau tanda kerusakan.
1. Mendol tempe berasal dari daerah mana?
Mendol merupakan camilan tradisional khas Malang, Jawa Timur. Bahan utamanya adalah tempe yang dihancurkan, dicampur bumbu rempah, dibentuk lonjong, kemudian digoreng hingga kecokelatan.
2. Apa bumbu utama untuk membuat mendol tempe?
Bumbu utamanya terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, kencur, cabai rawit merah, dan garam. Adonan juga diberi daun jeruk, kaldu jamur, serta sedikit gula pasir.
3. Mengapa tempe sebaiknya tidak dihaluskan terlalu lembut?
Tempe yang masih memiliki sedikit tekstur kedelai menghasilkan mendol yang lebih menarik ketika digigit. Adonan cukup dihancurkan sampai menyatu dan bisa dipadatkan, tidak perlu dibuat menjadi pasta.
4. Apakah mendol harus menggunakan tempe yang masih segar?
Gunakan tempe berkualitas baik yang masih layak konsumsi dan kedelainya masih terlihat utuh. Pastikan tidak ada tanda pembusukan seperti lendir, aroma busuk, atau perubahan kondisi yang mencurigakan.
5. Apa fungsi kencur dalam mendol tempe?
Kencur memberikan aroma rempah khas yang membedakan mendol dari olahan tempe goreng lainnya. Perpaduannya dengan ketumbar, bawang, dan daun jeruk menghasilkan cita rasa gurih yang khas.
6. Mengapa daun jeruk harus dibuang tulangnya?
Tulang daun jeruk cenderung lebih keras. Dengan membuang tulang tengah dan mengiris daunnya tipis, bahan ini lebih mudah menyatu dengan adonan serta lebih nyaman ketika dimakan.
7. Bagaimana cara agar mendol tidak hancur saat digoreng?
Pastikan adonan cukup padat dan tidak terlalu basah. Bentuk dengan tekanan yang cukup, gunakan minyak panas, lalu goreng secara bertahap. Jangan terlalu sering membolak-balik sebelum bagian luar mengeras.
8. Apakah mendol tempe harus berbentuk lonjong?
Bentuk lonjong atau silinder pendek merupakan bentuk yang umum digunakan dalam resep ini. Namun, adonan bisa dibuat bulat atau mini sesuai selera. Usahakan ukurannya seragam agar matang merata.
9. Apa pendamping yang cocok untuk mendol tempe?
Mendol cocok disantap bersama nasi putih, soto, sup, nasi pecel, atau sayuran rebus. Sebagai camilan, mendol dapat disajikan dengan cabai rawit atau sambal.
10. Apakah mendol bisa disiapkan sebelum waktu makan?
Bisa. Adonan dapat dibuat dan dibentuk terlebih dahulu, lalu disimpan dalam wadah tertutup di lemari pendingin. Goreng menjelang waktu penyajian agar hasilnya lebih segar dan bagian luarnya tetap kering.
Mendol tempe merupakan salah satu cara menarik untuk mengolah tempe menjadi camilan sekaligus lauk. Perpaduan tempe, kencur, ketumbar, bawang, cabai, dan daun jeruk menghasilkan rasa gurih dengan aroma rempah yang khas.
Proses pembuatannya cukup sederhana. Tempe dipotong dan dihancurkan, kemudian dicampur bumbu halus, daun jeruk, kaldu jamur, serta gula. Setelah dibentuk lonjong, adonan digoreng sampai kering kecokelatan.
Kunci kelezatannya terletak pada pemilihan tempe, tingkat kehalusan adonan, serta pengaturan suhu minyak. Gunakan tempe dengan kualitas baik, jangan membuat adonan terlalu lembek, dan goreng sampai matang merata.
Sajikan mendol selagi hangat sebagai camilan sore atau lauk pendamping nasi dan hidangan berkuah seperti soto. Dengan bahan sederhana dan cara memasak yang mudah, mendol tempe bisa menjadi pilihan menu rumahan yang menghadirkan cita rasa tradisional khas Malang.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Telur dadar menjadi salah satu lauk rumahan yang sederhana, tetapi selalu disukai banyak orang. Bahan utamanya mudah ditemukan, proses memasaknya...
Tempe tidak hanya enak diolah menjadi tempe goreng, orek, atau tumisan. Bahan makanan berbasis kedelai ini juga bisa dibuat menjadi...