Nasib Guru PPPK Parepare Belum Digaji Berbulan-bulan, Ini Penjelasannya
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...
Read more
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa Indonesia harus bersiap menghadapi berbagai kesulitan yang muncul akibat dinamika geopolitik dunia. Konflik global, termasuk perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah, dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi dan kondisi global yang tidak menentu.
Menurut Presiden Prabowo, situasi internasional saat ini menuntut kesiapan dari pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa berbagai tantangan global tidak boleh diabaikan atau dianggap sepele.
“Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam sebuah acara yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (9/3). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap berbagai dampak yang mungkin muncul akibat konflik internasional.
Menurut Presiden Prabowo, konflik di sejumlah kawasan dunia, khususnya di Timur Tengah, memiliki potensi memicu tekanan ekonomi global. Kondisi tersebut bisa berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap berbagai sektor di Indonesia.
“Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi sekali lagi, kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar,” kata Prabowo.
Salah satu dampak yang mulai terlihat adalah lonjakan harga minyak dunia. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah sering kali memicu kenaikan harga energi global, yang pada akhirnya mempengaruhi perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia.
Kenaikan harga minyak dapat berdampak pada berbagai sektor, mulai dari biaya transportasi hingga tekanan terhadap anggaran negara. Kondisi ini juga bisa mempengaruhi inflasi serta stabilitas nilai tukar mata uang.
Belakangan, nilai tukar rupiah bahkan sempat menembus angka Rp17.000 per dolar Amerika Serikat dalam perdagangan pada Senin (9/3). Pergerakan nilai tukar tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kondisi ekonomi global sedang berada dalam tekanan.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak dunia dapat memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Lonjakan harga minyak sebabkan ‘armagedon’ tekanan fiskal terburuk sejak pandemi covid-19,” kata Bhima Yudhistira, Direktur Celios.
Menurut Bhima, apabila harga minyak global terus meningkat, defisit APBN berpotensi melebar hingga Rp314 triliun. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan besar bagi pengelolaan keuangan negara.
Meski demikian, Presiden Prabowo tetap menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi berbagai krisis global. Ia menekankan bahwa persatuan nasional menjadi kekuatan utama bangsa dalam melewati situasi sulit.
“Bersatu kita kuat, bersatu kita akan menghadapi semua kesulitan, kita akan keluar dari semua krisis,” kata Prabowo.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah video viral memperlihatkan seorang pemilik usaha yang dibuat geram oleh sikap tukang parkir yang diduga melakukan ancaman terkait penggunaan...
Aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di kawasan BSD City pada Selasa pagi (21/4/2026) sekitar pukul 07.15 WIB. Kejadian ini menimpa...