Pemerintah Waspadai Ancaman Kanker Serviks pada Perempuan Indonesia

Ratusan ribu perempuan Indonesia terancam kanker serviks, namun angka skrining nasional masih sangat rendah. (Foto: Kemenkes)
Ratusan ribu perempuan Indonesia terancam kanker serviks, namun angka skrining nasional masih sangat rendah. (Foto: Kemenkes)

Ratusan ribu perempuan Indonesia terancam kanker serviks, namun angka skrining nasional masih sangat rendah

Ancaman kanker leher rahim atau kanker serviks masih membayangi perempuan Indonesia. Berdasarkan estimasi nasional, sekitar 400 ribu perempuan diperkirakan hidup dengan risiko kanker serviks. Namun, dari jumlah tersebut, kasus yang berhasil terdeteksi masih sangat terbatas.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, jumlah perempuan yang terdeteksi melalui program skrining baru mencapai sekitar 36 ribu kasus. Kesenjangan besar antara estimasi dan deteksi ini mencerminkan rendahnya kesadaran serta keterbatasan akses pemeriksaan dini di masyarakat.

Secara nasional, cakupan skrining kanker serviks saat ini baru menyentuh angka sekitar 7 persen. Beragam faktor menjadi penyebab rendahnya partisipasi, mulai dari minimnya pengetahuan, stigma yang melekat pada pemeriksaan kesehatan reproduksi, hingga keterbatasan tenaga medis dan fasilitas layanan.

Menurut Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi, kondisi ini menunjukkan masih banyak kasus kanker serviks yang belum teridentifikasi.

“Berarti kan masih banyak fenomena gunung es yang belum kita temukan dan kita selalu tahu kalau kita berbicara kanker di Indonesia itu angka kematiannya itu bisa sampai dengan 60-70 persen dan ini juga berlaku untuk kanker leher rahim,” kata Siti Nadia Tarmizi, Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI.

Tingginya angka kematian tersebut tidak terlepas dari fakta bahwa kanker serviks sering terdeteksi pada stadium lanjut. Pada tahap awal, penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga banyak perempuan tidak menyadari kondisinya.

Upaya Deteksi Dini Mulai Meningkat

Meski menghadapi tantangan besar, upaya deteksi dini menunjukkan perkembangan positif dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, pada 2024 jumlah perempuan yang menjalani skrining kanker serviks tercatat sekitar 150 ribu orang.

Angka tersebut meningkat signifikan pada 2025, dengan total sekitar 666 ribu perempuan telah menjalani pemeriksaan. Meski meningkat tajam, capaian ini masih jauh dari target nasional yang ditetapkan pemerintah.

“Dengan segala keterbatasan, kita bisa mengejar hingga 666 ribu skrining. Ini patut diapresiasi,” kata Nadia.

Dari ratusan ribu perempuan yang telah menjalani pemeriksaan, sekitar 4 persen terdeteksi positif human papillomavirus atau HPV, virus utama penyebab kanker serviks. Selain itu, sekitar 17 ribu perempuan telah menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan metode inspeksi visual dengan asam asetat atau IVA test.

Deteksi dini ini dinilai berhasil menyelamatkan banyak perempuan dari risiko kanker serviks stadium lanjut. Namun, tidak semua kasus yang terdeteksi dapat langsung ditangani hingga tahap pengobatan lanjutan.

“Banyak kendala di lapangan, mulai dari ketakutan pasien, stigma, hingga kesulitan mengakses rumah sakit rujukan,” jelas Nadia.

Pemerintah menargetkan cakupan skrining nasional mencapai 75 persen, lebih tinggi dari standar global sebesar 70 persen. Saat ini, metode pemeriksaan difokuskan pada HPV DNA yang dinilai memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dibandingkan metode pap smear.

Sebagai bagian dari percepatan deteksi dini, pemeriksaan HPV DNA kini tersedia secara gratis melalui program cek kesehatan di fasilitas layanan dasar, termasuk puskesmas. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses skrining dan meningkatkan kesadaran perempuan untuk memeriksakan diri lebih dini.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED