Meta mengakui bahwa perkembangan algoritma kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor utama yang membuat pengguna semakin lama menghabiskan waktu di Instagram. Teknologi tersebut digunakan untuk mempersonalisasi rekomendasi konten sehingga pengguna lebih sering menemukan video dan unggahan yang sesuai dengan minat mereka.
Pengakuan tersebut disampaikan perusahaan saat memaparkan laporan keuangan kuartal kedua 2026. Menurut Susan Li, Chief Financial Officer Meta, pembaruan sistem peringkat atau ranking untuk fitur Reels menjadi peningkatan terbesar yang pernah diterapkan perusahaan dan memberikan dampak nyata terhadap keterlibatan pengguna.
Berdasarkan paparan Meta kepada investor, pembaruan tersebut meningkatkan sesi penggunaan Instagram sebesar sekitar 15 basis poin. Selain itu, aktivitas membagikan ulang konten juga mengalami kenaikan, menandakan rekomendasi yang diberikan aplikasi semakin relevan dengan preferensi pengguna.
Algoritma AI Semakin Pintar Memahami Minat Pengguna
Menurut Susan Li, algoritma terbaru dirancang untuk mempelajari jenis video yang paling sering ditonton pengguna, kemudian menghadirkan konten serupa dalam waktu yang sangat cepat. Pendekatan ini membuat pengguna lebih mudah menemukan video yang menarik sehingga durasi penggunaan aplikasi ikut meningkat.
Meta juga menjelaskan bahwa model AI terbarunya mampu mengidentifikasi video Reels berkualitas tinggi tidak lama setelah konten diunggah. Hasilnya, lebih dari 50 persen rekomendasi yang muncul di feed kini berasal dari konten yang berusia kurang dari satu hari. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain meningkatkan rekomendasi video, Meta mulai memanfaatkan keluarga large language model (LLM) terbaru bernama Muse. Berdasarkan penjelasan perusahaan, model ini digunakan untuk mengklasifikasikan konten berdasarkan topik, kualitas, dan nuansa sehingga sistem rekomendasi menjadi semakin akurat.
Menurut Susan Li, setiap unggahan publik berupa Reels maupun posting feed kini diproses menggunakan LLM untuk memahami karakteristik konten secara lebih mendalam. Teknologi tersebut membantu Instagram mendeteksi tren baru lebih cepat sekaligus memperbaiki kualitas rekomendasi kepada pengguna.
Meta juga menyebut tengah mengembangkan generasi berikutnya dari algoritma rekomendasi yang tidak hanya mengoptimalkan distribusi konten organik, tetapi juga meningkatkan efektivitas iklan bertarget. Strategi ini menjadi bagian dari investasi besar perusahaan di bidang AI yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna.
Di balik peningkatan engagement tersebut, Meta masih menghadapi tantangan hukum. Perusahaan saat ini menjadi sasaran gugatan dari puluhan negara bagian di Amerika Serikat yang menuduh sistem rekomendasi algoritmik Instagram dirancang untuk membuat remaja dan pengguna muda menghabiskan waktu lebih lama di platform.
Berdasarkan dokumen gugatan, Meta dituding mengabaikan hasil penelitian internal yang menunjukkan bahwa penggunaan Instagram dalam durasi berlebihan berpotensi berdampak terhadap kesehatan mental remaja. Gugatan tersebut juga menuding perusahaan lebih mengutamakan keuntungan bisnis dibandingkan perlindungan konsumen muda.
Sementara itu, Meta belum memberikan sinyal akan mengurangi penggunaan AI dalam sistem rekomendasinya. Perusahaan justru menilai teknologi tersebut menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengguna sekaligus memperkuat pertumbuhan layanan Instagram di masa mendatang.
Referensi:
detikINET