Dari Kampus ke Geopolitik, Warga Iran Terjepit Krisis Politik dan Ancaman Militer
Awal semester baru di Iran diwarnai dengan kembalinya aksi protes mahasiswa di sejumlah kampus. Meski skalanya lebih kecil dibanding gelombang...
Read more![1772070699_f41055bc0307810aa6b8[1]](https://www.trenmedia.co.id/wp-content/uploads/2026/02/1772070699_f41055bc0307810aa6b81.jpg)
Insiden bersenjata terjadi di perairan teritorial Kuba pada Rabu pagi 25 Februari waktu setempat. Sebuah kapal cepat yang terdaftar di negara bagian Florida, Amerika Serikat, dihentikan oleh aparat perbatasan Kuba dan berujung baku tembak yang menewaskan empat orang.
Perahu tersebut terdeteksi di dekat Cayo Falcones, sekitar satu mil laut dari provinsi Villa Clara. Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri Kuba, unit patroli perbatasan mendekati kapal untuk melakukan identifikasi. Namun menurut otoritas Kuba, awak kapal lebih dulu melepaskan tembakan ke arah komandan kapal patroli.
Pemerintah Kuba menyatakan bahwa dalam insiden itu empat orang tewas dan enam lainnya terluka. Dalam pernyataan resminya disebutkan, “Semua yang terlibat adalah warga Kuba yang tinggal di Amerika Serikat.”
Otoritas Kuba menuding para penumpang memiliki agenda teror dan berniat memasuki wilayah negara itu secara ilegal. Aparat mengklaim menemukan senjata, bahan peledak, dan seragam kamuflase di dalam kapal. Selain itu, kesepuluh penumpang disebut memiliki riwayat aktivitas kriminal dan kekerasan. Hingga kini, investigasi masih berlangsung dan motif pasti belum diumumkan.
Menurut laporan kantor berita AP, pemerintah Kuba mengidentifikasi tiga penumpang sebagai Amijail Sanchez Gonzalez, Leordan Enrique Cruz Gomez, dan Conrado Galindo Sariol. Amijail dan Leordan sebelumnya masuk dalam daftar buronan otoritas Kuba atas dugaan keterlibatan dalam perencanaan dan dukungan tindakan terkait terorisme.
Sementara itu, satu korban tewas yang berhasil diidentifikasi adalah Michel Ortega Casanova. Kepada AP, saudaranya, Misael Ortega Casanova, mengaku sangat berduka atas kejadian tersebut. “Hanya kami orang Kuba yang tinggal di Kuba lah yang mengerti,” kata Misael, merujuk pada penderitaan warga di pulau itu.
Misael menyebut saudaranya telah tinggal lebih dari 20 tahun di Amerika Serikat dan bekerja sebagai sopir truk. Ia meninggalkan istri, ibu, dua saudara perempuan, dan seorang putri yang sedang mengandung. “Ibu sangat terpukul,” ujarnya. Ia juga mengatakan tidak mengetahui rencana sang kakak sebelumnya.
Di Washington, pejabat pemerintah merespons secara hati-hati. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Gedung Putih masih menyelidiki insiden tersebut dan belum memiliki detail lengkap. Ia berharap kejadian itu tidak seburuk yang dikhawatirkan.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio turut memberikan pernyataan saat kunjungan ke St. Kitts dan Nevis. “Cukuplah dikatakan bahwa sangat tidak biasa melihat baku tembak terjadi di laut lepas,” kata Rubio. Ia menegaskan pejabat Amerika Serikat tidak terlibat dalam peristiwa tersebut dan saat ini berbagai lembaga pemerintah sedang mengumpulkan informasi.
Kedutaan Besar AS di Havana berupaya memastikan apakah para korban merupakan warga negara atau penduduk tetap Amerika Serikat. Status pendaftaran kapal di Florida juga masih dalam penyelidikan.
Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, mengumumkan penyelidikan bersama otoritas federal. Ia menegaskan pihaknya akan meminta pertanggungjawaban jika ditemukan pelanggaran.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Havana. Di bawah Presiden Donald Trump, tekanan terhadap pemerintah Kuba kembali meningkat, termasuk kebijakan pembatasan pengiriman minyak dari Venezuela. Kebijakan tersebut memperburuk krisis energi di Kuba, memicu pembatasan aktivitas sekolah, transportasi umum, dan jam kerja.
Meski begitu, pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan akan kembali mengizinkan penjualan minyak Venezuela untuk tujuan komersial dan kemanusiaan kepada penduduk dan sektor swasta Kuba, meski sebagian sanksi tetap berlaku.
Pemerintah Kuba menolak tudingan dan menegaskan haknya untuk mempertahankan kedaulatan. Dalam pernyataan resmi melalui platform X, kantor kepresidenan menyatakan komitmennya melindungi perairan teritorial sebagai bagian dari pertahanan nasional.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Google resmi memperkenalkan Nano Banana 2, model kecerdasan buatan terbaru untuk pembuatan gambar berbasis AI, pada Jumat 27 Februari 2026....
Ketegangan di Asia Selatan meningkat tajam setelah Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mendeklarasikan perang terbuka terhadap pemerintah Taliban Afghanistan pada...