Krisis Iran Memburuk, Pemerintah Berlakukan Berkabung Tiga Hari

Kerusuhan di Iran menewaskan ratusan orang. Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari. (Foto: Bloomberg)
Kerusuhan di Iran menewaskan ratusan orang. Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari. (Foto: Bloomberg)

Kerusuhan di Iran menewaskan ratusan orang

Situasi keamanan di Iran semakin memburuk setelah kerusuhan besar dalam rangkaian demonstrasi nasional menewaskan ratusan orang. Pemerintah Iran secara resmi menetapkan masa berkabung selama tiga hari untuk menghormati para korban yang meninggal dalam bentrokan tersebut.

Pengumuman berkabung nasional disampaikan pemerintah pada Minggu (11/1) waktu setempat. Dalam pernyataannya, otoritas Iran menyebut para korban sebagai martir gerakan perlawanan nasional Iran melawan Amerika dan rezim zionis. Pemerintah menilai kerusuhan yang terjadi bukan sekadar aksi protes, melainkan bentuk kekerasan terorganisir yang mengancam stabilitas negara.

Menurut pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, kekerasan tersebut melibatkan aksi teror perkotaan yang menyerang warga sipil, anggota Basij, serta pasukan keamanan. “Rakyat Iran telah mengalami langsung teroris kriminal yang melancarkan kekerasan perkotaan seperti ISIS terhadap warga sipil dan aparat keamanan, yang mengakibatkan tingkat kekerasan belum pernah terjadi sebelumnya,” kata pernyataan tersebut.

Berdasarkan data dari kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, sekitar 500 demonstran dilaporkan tewas dalam 15 hari terakhir. Selain itu, lebih dari 10.000 orang dilaporkan telah ditangkap sejak gelombang protes meluas. Di sisi lain, lebih dari 100 anggota pasukan keamanan juga dilaporkan meninggal dunia sejak demonstrasi dimulai.

Pemerintah Serukan Perlawanan dan Aksi Nasional

Di tengah situasi genting ini, pemerintah Iran kembali menyerukan rakyatnya untuk melawan Amerika dan Israel. Berdasarkan laporan kantor berita internasional, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengajak masyarakat untuk turun ke jalan dalam pawai perlawanan nasional pada Senin (12/1). Aksi tersebut dimaksudkan untuk mengecam kekerasan yang dituding pemerintah Iran didalangi oleh pihak asing.

“Presiden Masoud Pezeshkian mendesak masyarakat untuk ikut serta dalam pawai perlawanan nasional guna mengecam kekerasan yang dilakukan oleh penjahat teroris perkotaan,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui siaran televisi pemerintah.

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED