Rekrutmen Koperasi Desa Merah Putih Dibuka, Ini Cara Daftar dan Syarat Lengkap
Pemerintah melalui Panitia Seleksi Nasional Sumber Daya Manusia Program Hasil Terbaik Cepat resmi membuka rekrutmen pengelola Koperasi Desa Merah Putih...
Read more
Hubungan antara Indonesia dan Argentina ternyata tidak hanya terjalin lewat kerja sama politik, tetapi juga tertanam kuat dalam dunia pendidikan. Di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, berdiri sebuah sekolah dasar yang menjadi simbol persahabatan kedua negara, yaitu SD Republik Argentina atau SDN Gondangdia 01.
Sekolah ini memiliki sejarah panjang yang dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka. Menurut Ma’mun Fauzi, Kepala SDN Gondangdia 01, bangunan sekolah ini telah berdiri sejak tahun 1930 dan awalnya berfungsi sebagai sekolah menjahit di masa penjajahan Belanda. “Zaman dulu sekolah ini bernama SD Keputrian atau SD Menjahit,” kata Ma’mun saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/10/2025).
Setelah Indonesia merdeka, nama sekolah tersebut sempat beberapa kali berganti, dari SD Jalan Jawa, SD Cokro, hingga akhirnya menjadi SD Gondangdia pada tahun 1950-an. Namun, penamaan SD Republik Argentina baru muncul pada 1959, seiring aktifnya Presiden Sukarno memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara Amerika Latin melalui Gerakan Non-Blok.
“Penamaan SD Republik Argentina itu karena pada tahun 1959, Bung Karno sedang giat menjalin kerja sama dengan negara-negara Amerika Latin. Salah satunya dengan Argentina,” jelas Ma’mun.
Beberapa bulan setelah kunjungan Sukarno ke Buenos Aires, Presiden Argentina saat itu, Arturo Frondizi, datang ke Indonesia dalam kunjungan balasan. Sebagai bentuk persahabatan, pemerintah Indonesia kemudian menamai sekolah di Menteng tersebut dengan nama SD Republik Argentina, sementara di Kebayoran Baru berdiri SD Republik Meksiko.
Menurut Ma’mun, penamaan sekolah ini bukan hanya simbol politik, tetapi juga bentuk pertukaran budaya dan pendidikan antara dua negara. “Salah satunya tercatat di Kementerian Luar Negeri, kita sempat bertukar guru. Ada guru tari dari Argentina yang mengajarkan Tari Tango di sini,” ujarnya.
Sebaliknya, Indonesia juga memperkenalkan budayanya ke Argentina dengan mengirimkan satu set angklung dari Saung Mang Udjo, Bandung, yang hingga kini masih disimpan dan dimainkan di sekolah mitra di Argentina.
Kunjungan dari pihak Argentina memang sempat terhenti saat pandemi Covid-19. Namun, sejak 2022, hubungan kembali aktif setelah Kedutaan Besar Argentina menghubungi pihak sekolah untuk melanjutkan kerja sama budaya.
“Sejak saat itu, kami kembali menjalin komunikasi dengan Duta Besar Argentina dan juga Pak Sulaiman Syarif, Dubes Indonesia untuk Argentina,” ujar Ma’mun. Bahkan, kunjungan resmi kini rutin dilakukan dua kali setahun, terutama dalam acara-acara seni sekolah.
Terbaru, pada Oktober 2025, Profesor Hezekiel dari Argentina berkunjung ke sekolah tersebut untuk meneliti hubungan diplomatik Indonesia dan Argentina yang telah berjalan selama hampir 70 tahun.
SD Republik Argentina pun kini bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga simbol hidup persahabatan dua bangsa yang dibangun sejak masa Sukarno dan masih terpelihara hingga hari ini.
Referensi: DetikEdu
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan puing helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air setelah melakukan pencarian intensif di wilayah Kabupaten...
Sebuah rekaman video memperlihatkan dua sejoli diduga bermesraan di dalam kedai Es Teh Indonesia cabang Kibin, dan menjadi perbincangan di...