Kenapa Teknik Paintless Dent Repair (PDR) Kadang Gak Sebaik yang Dipikir

Ilustrasi proses Paintless Dent Repair (PDR)—teknik memperbaiki penyok kendaraan tanpa mengecat ulang bodi mobil—menunjukkan bagaimana teknisi bekerja dari sisi dalam panel mobil menggunakan alat khusus. (Sumber: dent-picks.com)
Ilustrasi proses Paintless Dent Repair (PDR)—teknik memperbaiki penyok kendaraan tanpa mengecat ulang bodi mobil—menunjukkan bagaimana teknisi bekerja dari sisi dalam panel mobil menggunakan alat khusus. (Sumber: dent-picks.com)

Ilustrasi proses Paintless Dent Repair (PDR)—teknik memperbaiki penyok kendaraan tanpa mengecat ulang bodi mobil—menunjukkan bagaimana teknisi bekerja dari sisi dalam panel mobil menggunakan alat khusus

Kalau kamu lihat istilah Paintless Dent Repair (PDR), mungkin langsung mikir “solusi cepat tanpa perlu cat ulang bodi mobil.” Dan ya, benar juga—metode ini emang sering dipilih karena lebih hemat dan hasilnya bisa memuaskan. Tapi, jangan langsung senang dulu. Ternyata, PDR tak selalu aman jika tidak dilakukan dengan tepat.

Salah satu bahaya paling sering disebut adalah kerusakan pada cat atau panel bodi. Saat teknisi tidak berhati-hati, alat PDR bisa bikin cat terkikis, retak, atau terkelupas—apalagi kalau panel itu sebelumnya sudah pernah dicat ulang atau diberi body filler.

Menurut blog khusus otomotif, saat ada body filler, tekanan dari alat bisa merusaknya dan bikin cat retak karena teksturnya lebih rapuh dibanding cat asli pabrik.

Proses PDR sebenarnya hanya dorong-mendorong untuk mengembalikan lekukan. Tapi sayangnya, kalau ditekan terlalu keras, hasilnya panel bodi bisa kehilangan kekokohannya, menciptakan titik stress yang bisa bikin struktur bodi lebih rapuh.

Mobil modern banyak dibekali teknologi canggih seperti kamera dan sensor ADAS—untuk rem otomatis, peringatan tabrakan, atau parkir pintar. Diduga, proses PDR bisa membuat penempatan sensor bergeser atau masalah kalibrasi, ucapan dari Sedgwick (perusahaan pelatihan klaim kendaraan) menyebut perlunya “scan pre dan post repair” agar sistem sensor tak terganggu. Kalau tidak, bisa berbahaya saat mobil dipakai.

PDR itu bukan kerja serabutan. Teknik ini butuh keahlian—kalau ditangani orang yang kurang pengalaman, malah bisa makin parah. Bahkan bisa bikin penyok makin dalam, cat tambah rusak, atau bekas alat muncul di permukaan bodi.

Kalau hasil repair nggak sempurna—bekenya bodi bergelombang, noda cat, atau panel lembek—mobil bisa turun nilai jualnya. Pembeli second hand biasanya nolak kalau spotting bekas kerusakan gitu.

📚 ️Baca Juga Seputar Mobil

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Mobil Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia mobil — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED