Klaim Trump soal Korban Demo Iran Dipertanyakan, Data Resmi Tak Sinkron
Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait jumlah korban tewas dalam demonstrasi di Iran kembali menuai perhatian. Ia mengklaim lebih...
Read more
Jepang mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah Jepang mengumumkan rencana dukungan besar bagi negara-negara ASEAN guna menjaga stabilitas pasokan energi di tengah ketidakpastian global.
Menurut Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dukungan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi dampak ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasokan energi dunia. Ia menegaskan bahwa stabilitas pasokan energi di Asia memiliki dampak langsung terhadap perekonomian Jepang.
“Kita terhubung erat dengan negara-negara Asia melalui rantai pasokan dan saluran lainnya, dan kita saling bergantung,” kata Takaichi.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Reuters dan NHK, dukungan ini akan disalurkan melalui lembaga keuangan yang didukung pemerintah Jepang, seperti Japan Bank for International Cooperation dan Nippon Export and Investment Insurance.
Nilai bantuan yang disiapkan mencapai sekitar 10 miliar dolar AS atau setara Rp160 triliun. Jumlah tersebut disebut setara dengan sekitar 1,2 miliar barel minyak, atau hampir setara kebutuhan impor minyak mentah ASEAN selama satu tahun.
Program dukungan ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga mencakup strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi di kawasan. Salah satu langkah utama adalah membantu negara-negara ASEAN dalam mendiversifikasi sumber energi mereka.
Menurut pernyataan pemerintah Jepang, dukungan tersebut mencakup pemberian kredit kepada perusahaan lokal agar dapat memperoleh sumber energi alternatif, termasuk minyak mentah dari Amerika Serikat. Selain itu, pembiayaan juga diberikan untuk pengembangan infrastruktur seperti tangki penyimpanan minyak.
Langkah ini dinilai penting mengingat cadangan minyak di negara-negara Asia Tenggara relatif lebih kecil dibandingkan Jepang. Kondisi tersebut membuat kawasan ini lebih rentan terhadap gangguan pasokan global.
Berdasarkan data dari Badan Sumber Daya Alam dan Energi Jepang, sekitar 90 persen minyak mentah yang melewati Selat Hormuz ditujukan ke Asia. Hal ini menjadikan kawasan Asia, termasuk ASEAN, sangat bergantung pada stabilitas jalur distribusi tersebut.
Gangguan pasokan tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga pada industri lainnya. Jepang menyoroti bahwa gangguan produksi di Asia Tenggara telah memicu kekhawatiran di sektor kesehatan, terutama terkait pasokan barang seperti kontainer medis, selang, hingga sarung tangan.
Sebagai langkah antisipasi, Jepang juga telah mengamankan pasokan domestik, termasuk cadangan nafta untuk sekitar empat bulan ke depan. Selain itu, pemerintah Jepang berencana melepaskan tambahan 36 juta barel dari cadangan minyak nasional mulai awal Mei.
Meski demikian, Takaichi menegaskan bahwa dukungan kepada ASEAN tidak akan mengganggu pasokan domestik Jepang. Ia juga tidak memberikan komentar terkait kemungkinan akses negara lain terhadap cadangan minyak Jepang.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ulat bambu atau cangkilung dikenal sebagai salah satu bahan pangan unik yang aman dikonsumsi manusia setelah dimasak dengan benar. Di...
Sebuah video memperlihatkan seorang bocah memecahkan beberapa peti telur di dalam gudang penyimpanan saat bermain seorang diri. Dalam rekaman tersebut,...