Karhutla Indonesia Jadi Sorotan Malaysia, Nama Perusahaan Diminta Diungkap
Politisi Malaysia Desak Indonesia Buka Nama Perusahaan yang Diduga Terlibat Karhutla Isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...
Read more
Gempa bumi kuat dengan magnitudo 7.6 mengguncang wilayah pantai utara Jepang pada Senin malam. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Jepang, guncangan terjadi sekitar pukul 21.34 waktu setempat dan memicu peringatan tsunami. Lembaga tersebut memperkirakan gelombang bisa mencapai ketinggian hingga 3 meter di wilayah pesisir Pasifik.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berpusat di lepas pantai Misawa pada kedalaman 53 kilometer. Menurut laporan USGS, parameter kekuatan guncangan masuk kategori kuat dan berpotensi memicu kerusakan infrastruktur.
Gelombang tsunami akhirnya terpantau di dua lokasi. Menurut Badan Meteorologi Jepang, gelombang pertama menghantam Pelabuhan Misawa di Aomori pada pukul 23.43, disusul gelombang kedua yang mencapai wilayah Urakawa, Hokkaido, beberapa menit kemudian. “Kedua gelombang berukuran 40 sentimeter,” kata perwakilan Badan Meteorologi Jepang.
Media lokal melaporkan adanya korban luka, termasuk dari area Hachinohe, Aomori. Rekaman siaran publik NHK memperlihatkan pecahan kaca berserakan di jalanan. Guncangan terasa kuat hingga Sapporo, dengan alarm peringatan gempa berbunyi di ponsel warga.
Gempa ini berdampak signifikan terhadap transportasi di wilayah utara. Menurut East Japan Railway Company, layanan Tohoku Shinkansen antara Fukushima dan Shin Aomori dihentikan sementara karena pemeriksaan rel. Perusahaan menyebut tiga rangkaian kereta terpaksa berhenti di lintasan. Cabang Morioka juga menghentikan layanan di Jalur Utama Tohoku setelah dua kereta melakukan pengereman darurat.
Pada saat yang sama, operator Bandara New Chitose di Hokkaido melakukan pemeriksaan landasan pacu untuk memastikan tidak ada kerusakan. East Nippon Expressway Company menghentikan total lalu lintas di beberapa ruas jalan karena potensi bahaya.
Pemerintah Jepang membentuk satuan tugas khusus tidak lama setelah gempa. Perdana Menteri Takaichi Sanae menginstruksikan seluruh kementerian terkait memberikan informasi cepat terkait tsunami dan langkah evakuasi. “Pemerintah memprioritaskan pencegahan bencana dan keselamatan warga,” kata Kihara Minoru, Kepala Sekretaris Kabinet, dalam konferensi pers pada Selasa pagi.
Hingga saat peringatan tsunami dicabut, gelombang setinggi 70 sentimeter terpantau di beberapa titik. Pemerintah masih menilai tingkat kerusakan sambil mempersiapkan langkah bantuan lanjutan.
Referensi:
DetikNews
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Jajanan sekolah selalu punya tempat tersendiri di hati banyak orang. Mulai dari telur gulung yang gurih, sempol ayam dengan tekstur...
Roti tawar menjadi salah satu bahan makanan praktis yang mudah dikreasikan di rumah. Selain dinikmati dengan olesan mentega, selai, atau...