Riset Ungkap Cara Baru Gen Z Mencari Kerja, Instagram dan YouTube Geser LinkedIn
Cara Generasi Z mencari pekerjaan terus berubah seiring perkembangan media sosial. Jika selama bertahun-tahun LinkedIn dikenal sebagai platform utama untuk...
Read more
Pemadaman akses internet di Iran kini menjadi salah satu yang paling parah yang pernah terjadi, baik dalam sejarah negara tersebut maupun dalam skala global. Hingga awal pekan ini, masyarakat Iran telah mengalami gangguan jaringan selama lebih dari tiga minggu tanpa akses penuh ke internet internasional.
Berdasarkan data dari NetBlocks, pemadaman tersebut telah berlangsung selama lebih dari 552 jam sejak dimulai pada akhir Februari 2026. Kondisi ini terjadi setelah meningkatnya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Menurut NetBlocks, situasi ini sudah masuk kategori pemadaman internet terburuk yang pernah dicatat.
“Update kini sudah hari ke-24 pemadaman internet di Iran, termasuk yang terparah di negara mana pun,” kata NetBlocks.
Gangguan tersebut tidak hanya membatasi akses masyarakat terhadap informasi global, tetapi juga mengganggu berbagai aktivitas digital, mulai dari komunikasi hingga bisnis.
Dalam kondisi normal, masyarakat biasanya memanfaatkan Virtual Private Network (VPN) untuk mengakses situs yang dibatasi pemerintah. Namun dalam kasus ini, sebagian besar VPN dilaporkan tidak lagi berfungsi.
Menurut laporan NetBlocks, metode bypass yang sebelumnya efektif kini tidak dapat digunakan, sehingga akses ke jaringan global menjadi semakin terbatas.
Meski demikian, sebagian warga tetap mencoba mencari cara alternatif. Salah satunya adalah melalui sistem intranet domestik, yang dalam beberapa kondisi memungkinkan koneksi ke jaringan luar negeri, meski tidak stabil dan diawasi ketat.
Selain itu, ada juga upaya menggunakan layanan internet satelit seperti Starlink. Namun, penggunaan perangkat ini tergolong ilegal di Iran dan berisiko tinggi bagi pengguna.
Berdasarkan laporan otoritas setempat, ratusan perangkat Starlink telah disita dalam operasi keamanan negara. Hal ini menunjukkan adanya pengawasan ketat terhadap upaya masyarakat untuk tetap terhubung dengan dunia luar.
NetBlocks juga mengungkapkan bahwa saat ini akses internasional hanya diberikan secara terbatas melalui sistem whitelist atau daftar khusus yang dikontrol pemerintah.
“Konektivitas internasional tetap tidak tersedia untuk masyarakat umum sementara pihak berwenang mempertahankan daftar putih selektif untuk akses global,” jelas NetBlocks.
Situasi ini menempatkan Iran sebagai salah satu negara dengan pembatasan internet paling ketat saat ini. Gangguan yang berlangsung bahkan masuk dalam tiga besar pemadaman internet terpanjang yang pernah dicatat organisasi tersebut.
Dengan kondisi konflik yang belum mereda, akses internet di Iran diperkirakan masih akan mengalami gangguan dalam waktu yang belum dapat dipastikan.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Istilah dolphin parenting semakin banyak diperbincangkan sebagai salah satu pendekatan pengasuhan modern yang dinilai mampu membantu anak tumbuh lebih mandiri,...
Menahan buang air kecil karena sibuk bekerja, sedang bepergian, atau enggan mencari toilet masih sering dianggap sebagai kebiasaan yang tidak...