Mahkamah Internasional Buka Sidang Utama Dugaan Genosida Myanmar atas Rohingya
Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) resmi memulai sidang pokok perkara gugatan dugaan genosida terhadap komunitas Rohingya di...
Read more
Operasi penegakan imigrasi di Amerika Serikat kembali memakan korban jiwa. Dua orang dilaporkan tewas setelah agen federal melakukan penembakan dalam operasi imigrasi di Kota Portland, negara bagian Oregon, pada Kamis, 8 Januari 2026. Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi terkait operasi imigrasi yang digencarkan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Menurut keterangan Kepolisian Portland, petugas menemukan seorang pria dan seorang perempuan dengan luka tembak di lokasi kejadian. Keduanya sempat mendapatkan penanganan darurat sebelum dilarikan ke rumah sakit. “Dua orang dirawat di rumah sakit menyusul penembakan yang melibatkan agen-agen federal,” demikian pernyataan resmi kepolisian setempat.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa aparat kepolisian kota tidak terlibat langsung dalam aksi penembakan tersebut. Penanganan awal dilakukan sebatas pertolongan medis dan pengamanan lokasi. Insiden ini terjadi hanya sehari setelah peristiwa serupa di Minneapolis, ketika seorang perempuan berusia 37 tahun tewas ditembak agen imigrasi dalam operasi terpisah.
Berdasarkan pernyataan Biro Investigasi Federal, penembakan di Portland melibatkan agen Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat. FBI menyebut insiden tersebut masih dalam tahap penyelidikan aktif dan berkelanjutan. Meski sempat mengeluarkan pernyataan di media sosial, konfirmasi awal dari FBI kemudian dihapus tanpa penjelasan lanjutan.
Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan penembakan di Minneapolis dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri terhadap ancaman yang dikategorikan sebagai terorisme domestik. Namun, pernyataan tersebut justru memicu gelombang protes di sejumlah kota. Warga turun ke jalan menentang operasi agen Imigrasi dan Bea Cukai yang dinilai semakin brutal.
Wali Kota Portland Keith Wilson secara terbuka mengkritik operasi imigrasi federal di wilayahnya. Ia menilai pengerahan kekuatan bersenjata oleh agen federal telah menciptakan situasi berbahaya bagi warga sipil. “Kita tidak bisa tinggal diam saat perlindungan konstitusional terkikis dan pertumpahan darah meningkat,” kata Wilson.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ada masa-masa ketika nasi putih biasa terasa membosankan. Bukan karena tidak enak, tapi karena kita ingin sesuatu yang lebih “niat”...
Banyak dari kita pasti pernah berada di momen klasik ini. Isi dompet mulai menipis, stok bahan di kulkas terbatas, tapi...