Lenovo Hadirkan Laptop dan Tablet Edisi Piala Dunia 2026, Cek Spesifikasi dan Harganya
Lenovo kembali menghadirkan inovasi terbaru dengan meluncurkan jajaran perangkat edisi khusus FIFA World Cup 2026. Produk ini tidak hanya mengusung...
Read more
Apple kembali melakukan penyesuaian harga pada lini produknya. Tidak hanya perangkat baru, iPad dan Mac rekondisi yang dijual melalui toko resmi Apple Certified Refurbished juga mengalami kenaikan harga cukup signifikan.
Berdasarkan laporan MacRumors yang dikutip dalam pemberitaan, rata-rata harga perangkat rekondisi meningkat sekitar USD 160 hingga USD 180, atau sekitar Rp 2,8 juta hingga Rp 3,2 juta. Namun, sejumlah model Mac mengalami kenaikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan iPad.
Menurut data yang dirangkum dari MacRumors, MacBook Pro 14 inci dengan chip M4 Pro kini dijual seharga USD 1.779 atau sekitar Rp 31,7 juta, naik dari harga sebelumnya USD 1.699 atau sekitar Rp 30,3 juta.
Sementara itu, varian dengan layar Nano-texture meningkat dari USD 1.829 atau sekitar Rp 32,7 juta menjadi USD 1.909 atau sekitar Rp 34,1 juta.
Kenaikan harga semakin besar pada model premium. MacBook Pro 14 inci dengan chip M5 naik dari USD 1.359 atau sekitar Rp 24,46 juta menjadi USD 1.439 atau sekitar Rp 25,90 juta.
Untuk konfigurasi tertinggi, lonjakan harga bahkan mencapai USD 680, dari USD 2.629 atau sekitar Rp 47,32 juta menjadi USD 3.309 atau sekitar Rp 59,56 juta.
Model MacBook Pro 14 inci M2 Max juga mengalami kenaikan tajam, dari USD 4.249 atau sekitar Rp 76,48 juta menjadi USD 4.839 atau sekitar Rp 87,10 juta.
Di sisi lain, kenaikan harga iPad rekondisi cenderung lebih stabil. Rata-rata peningkatan berada di kisaran USD 120 hingga USD 150, atau sekitar Rp 2,16 juta sampai Rp 2,70 juta.
Sebagai contoh, iPad generasi ke-10 Wi-Fi 256 GB naik dari USD 339 atau sekitar Rp 6,10 juta menjadi USD 409 atau sekitar Rp 7,36 juta.
Sementara itu, iPad mini 6 meningkat dari USD 379 atau sekitar Rp 6,82 juta menjadi USD 459 atau sekitar Rp 8,26 juta.
Untuk beberapa model iPad Pro, kenaikan harga bahkan mencapai USD 230 hingga USD 250, atau sekitar Rp 4,14 juta sampai Rp 4,50 juta.
Menurut laporan MacRumors, kenaikan harga ini sejalan dengan penyesuaian harga produk baru Apple. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah meningkatnya biaya chip memori dan media penyimpanan akibat tingginya permintaan komponen untuk pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).
Meski demikian, sebagian besar perangkat rekondisi Apple sebenarnya masih menggunakan logic board, memori, dan penyimpanan asli dari unit sebelumnya. Artinya, komponen tersebut tidak secara langsung terdampak oleh kenaikan harga memori terbaru.
Karena itu, banyak pengamat menilai penyesuaian harga lebih bertujuan menjaga selisih harga antara produk baru dan produk rekondisi agar tetap konsisten. Dengan demikian, nilai potongan harga yang diberikan Apple pada produk rekondisi tetap berada dalam kisaran yang sama seperti sebelumnya.
Produk rekondisi resmi Apple sendiri dikenal telah melalui proses pemeriksaan, penggantian komponen tertentu bila diperlukan, pengujian ulang, serta mendapatkan garansi resmi perusahaan. Karena itu, perangkat rekondisi menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin memperoleh produk Apple dengan harga lebih rendah dibandingkan unit baru.
Referensi:
Detik Inet
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Gadget Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia gadget — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Microsoft resmi mengumumkan akan mengakhiri dukungan (end of support) untuk Office 2021 mulai 13 Oktober 2026. Setelah tanggal tersebut, berbagai...
Lenovo kembali menghadirkan inovasi terbaru dengan meluncurkan jajaran perangkat edisi khusus FIFA World Cup 2026. Produk ini tidak hanya mengusung...