YouTube Hadirkan Fitur Baru Pengguna Kini Bisa Batasi Shorts
Platform video milik Google, yaitu YouTube, menghadirkan pembaruan fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengatur batas waktu menonton video Shorts secara...
Read more
Google akan mengambil langkah tegas terhadap aplikasi Android yang menguras baterai ponsel. Melalui kebijakan baru di Play Store, raksasa teknologi ini akan mengidentifikasi dan menghukum aplikasi yang membuat daya ponsel cepat habis akibat aktivitas berlebihan di latar belakang.
Kebijakan ini merupakan bagian dari syarat teknis baru bagi pengembang aplikasi yang diperkenalkan Google sebagai upaya meningkatkan efisiensi daya perangkat. Salah satu fokus utama pembaruan tersebut adalah uji performa aplikasi terhadap “wake locks”, istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika ponsel tidak bisa masuk mode tidur karena aplikasi terus berjalan meskipun layar mati.
Menurut Google, wake locks merupakan penyebab terbesar baterai cepat habis, terutama ketika aplikasi tetap aktif di latar belakang tanpa alasan fungsional yang jelas. Oleh karena itu, perusahaan akan menetapkan batas maksimal aktivitas latar belakang agar penggunaan baterai tetap efisien.
Berdasarkan penjelasan Google yang dikutip dari Engadget, aplikasi akan dianggap menguras baterai secara berlebihan jika membuat perangkat tetap aktif selama lebih dari dua jam kumulatif dalam periode 24 jam. Meski begitu, Google memberikan pengecualian untuk aplikasi yang memang membutuhkan aktivitas latar belakang, seperti aplikasi pemutar musik, layanan pesan instan, atau aplikasi pengiriman data penting.
Jika ditemukan pelanggaran terhadap batas tersebut, Google akan memberikan label peringatan di halaman Play Store. Label ini bertujuan memberi tahu pengguna bahwa aplikasi tersebut berpotensi membuat baterai cepat habis karena aktivitas latar belakang yang tinggi.
Tak berhenti di situ, Google juga dapat menurunkan visibilitas aplikasi yang bermasalah di Play Store, sehingga aplikasi tersebut menjadi sulit ditemukan oleh pengguna. Langkah ini diharapkan memberi dorongan bagi pengembang untuk memperbaiki masalah efisiensi daya pada aplikasinya.
Kebijakan ini akan mulai diberlakukan secara global pada 1 Maret 2026, memberi waktu bagi pengembang untuk melakukan penyesuaian terhadap aplikasi mereka sebelum aturan resmi berlaku.
Google juga menegaskan bahwa aturan baru ini berlaku tidak hanya untuk ponsel Android, tetapi juga untuk perangkat wearable seperti smartwatch. Dalam konteks perangkat pintar tersebut, aplikasi dianggap boros daya jika menghabiskan lebih dari 4,44 persen baterai per jam selama sesi aktif.
Langkah ini diambil untuk memastikan pengalaman pengguna tetap optimal tanpa gangguan akibat daya baterai yang cepat habis. Selain itu, Google menekankan pentingnya transparansi agar pengguna dapat mengetahui aplikasi mana yang memengaruhi performa dan daya tahan perangkat mereka.
Menurut perusahaan, kebijakan ini juga merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong pengembang membuat aplikasi yang lebih efisien dan ramah energi. Dengan begitu, ekosistem Android diharapkan menjadi lebih stabil, hemat daya, dan berkelanjutan.
Referensi: Detik Inet
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...