Efisiensi Berbasis AI, Snap Lakukan PHK dan Tekan Biaya Operasional

Snap melakukan PHK karyawan global sebagai bagian dari efisiensi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi AI. (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)

Snap melakukan PHK karyawan global sebagai bagian dari efisiensi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi AI

Perubahan besar dalam dunia kerja akibat kemajuan kecerdasan buatan mulai terasa nyata di industri teknologi. Snap Inc menjadi salah satu perusahaan yang mengambil langkah signifikan dengan memangkas tenaga kerja demi efisiensi dan pertumbuhan jangka panjang.

Menurut Chief Executive Officer Snap, Evan Spiegel, perusahaan akan mengurangi sekitar 1.000 karyawan atau sekitar 16 persen dari total tenaga kerja global. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan produktivitas.

Dalam memo internal kepada karyawan, Spiegel menjelaskan bahwa perkembangan AI memungkinkan pekerjaan diselesaikan lebih cepat sehingga kebutuhan tenaga kerja juga ikut berubah.

“Pemangkasan ini diperlukan agar Snap dapat meningkatkan efisiensi sambil mengejar pertumbuhan yang menguntungkan,” kata Spiegel.

Selain melakukan pemutusan hubungan kerja, Snap juga menutup lebih dari 300 lowongan pekerjaan. Kebijakan ini diperkirakan mampu mengurangi biaya operasional perusahaan hingga lebih dari 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8 triliun pada paruh kedua tahun ini.

AI Ubah Cara Kerja dan Strategi Bisnis

Perubahan strategi ini tidak lepas dari peran AI yang semakin dominan dalam operasional perusahaan teknologi. Menurut Spiegel, AI membantu mengurangi pekerjaan berulang dan meningkatkan kecepatan kerja tim.

“Meskipun perubahan ini diperlukan untuk mewujudkan potensi jangka panjang Snap, kami yakin bahwa kemajuan pesat dalam AI memungkinkan tim kami untuk bekerja lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Secara finansial, Snap mencatat kinerja yang cukup positif. Pendapatan perusahaan diperkirakan naik 12 persen menjadi 1,53 miliar dolar AS atau sekitar Rp24,5 triliun. Sementara itu, laba operasional yang disesuaikan mencapai 233 juta dolar AS.

Namun, perusahaan tetap menghadapi berbagai tantangan, termasuk pertumbuhan pengguna yang melambat dan tekanan dari regulator terkait penggunaan media sosial oleh remaja.

Selain itu, Snap juga masih bergantung pada pihak eksternal untuk pengembangan teknologi AI, berbeda dengan perusahaan teknologi besar lain yang mulai membangun infrastruktur AI secara mandiri.

Langkah efisiensi ini juga terjadi di tengah tekanan dari investor. Berdasarkan laporan, investor aktivis mendesak perusahaan untuk segera melakukan perubahan strategi guna meningkatkan kinerja keuangan dan nilai saham.

Fenomena pemangkasan tenaga kerja bukan hanya terjadi di Snap. Perusahaan teknologi lain juga melakukan langkah serupa, termasuk pesaingnya yang terus menyesuaikan diri dengan perkembangan AI.

Menurut Spiegel, keputusan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memastikan perusahaan tetap kompetitif di tengah perubahan industri yang cepat.

“Selama beberapa bulan terakhir, kami telah meninjau dengan cermat pekerjaan yang diperlukan dan membuat keputusan sulit untuk memprioritaskan investasi yang paling berpotensi menciptakan nilai jangka panjang,” jelasnya.

Referensi:
Bloomberg Technoz

📚 ️Baca Juga Seputar IT

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026

. Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED