Kronologi Penikaman Nus Kei di Bandara Terungkap Ini Fakta Pentingnya
Kasus penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora atau Nus Kei mengguncang publik. Insiden tersebut terjadi di Bandar Udara Karel Sadsuitubun pada...
Read more
Apakah operasi usus buntu bisa ditanggung BPJS? Pertanyaan ini cukup sering muncul, apalagi di kalangan masyarakat yang tengah menghadapi kondisi darurat medis. Kabar baiknya, operasi ini memang masuk dalam layanan yang dicover oleh BPJS Kesehatan, dengan catatan peserta memenuhi syarat dan mengikuti prosedur yang sudah ditentukan.
Usus buntu sendiri merupakan kondisi medis yang harus ditangani dengan cepat. Bila terlambat, bisa menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi hingga pecahnya usus buntu. Karena sifatnya yang bisa menjadi darurat, BPJS membuka peluang klaim untuk operasi ini. Namun, tidak serta merta langsung bisa dilakukan begitu saja. Ada aturan yang perlu kamu patuhi.
Dalam daftar resmi Kementerian Kesehatan, disebutkan bahwa operasi usus buntu termasuk dalam 19 jenis operasi yang dicover oleh BPJS Kesehatan. Maka, jika kamu atau keluarga sedang membutuhkan tindakan ini, ada kemungkinan besar bisa dilakukan tanpa biaya pribadi. Tentu saja, asalkan kamu mengikuti prosedur yang sesuai.
Agar biaya operasi ditanggung oleh BPJS, berikut ini beberapa syarat penting yang harus kamu penuhi:
Kartu BPJS aktif
Peserta harus terdaftar dan status kepesertaan aktif. Jangan sampai ada tunggakan iuran.
Surat rujukan dari faskes pertama
Kamu wajib periksa dulu ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas atau klinik. Jika perlu operasi, mereka akan memberikan surat rujukan ke rumah sakit.
Dokumen lengkap
Bawa KTP, kartu BPJS atau KIS, dan surat rujukan saat mendaftar di rumah sakit.
Fasilitas kesehatan harus bekerja sama dengan BPJS
Pastikan rumah sakit tempat kamu akan menjalani operasi merupakan mitra resmi BPJS.
Ada indikasi medis yang jelas
Dokter harus menyatakan bahwa operasi benar-benar dibutuhkan secara medis, bukan keinginan pasien semata.
Jika kamu merasa mengalami gejala usus buntu, seperti sakit perut bagian kanan bawah, mual, atau demam, maka langkah pertama adalah datang ke faskes tingkat pertama. Di sana kamu akan diperiksa oleh dokter. Jika dokter menilai kamu butuh penanganan lebih lanjut, maka kamu akan diberikan surat rujukan ke rumah sakit.
Setelah mendapatkan rujukan, datanglah ke rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS. Di sana, kamu akan mendaftar dan melakukan pemeriksaan lanjutan. Jika tim medis menyimpulkan bahwa kamu perlu segera dioperasi, maka tindakan bisa langsung dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan.
Operasi usus buntu umumnya dilakukan dengan dua metode, yakni bedah terbuka atau laparoskopi. Keduanya bisa dicover oleh BPJS, tergantung pada keputusan medis dari dokter yang menangani.
Meski operasi usus buntu bisa ditanggung BPJS, ada beberapa hal yang bisa membuat pengajuan klaim kamu ditolak. Misalnya:
Kamu tidak memiliki surat rujukan dari faskes tingkat pertama (kecuali dalam kondisi darurat).
Kamu memilih rumah sakit yang tidak bekerja sama dengan BPJS.
Kamu menjalani operasi atas permintaan pribadi tanpa indikasi medis yang jelas.
Kamu memiliki tunggakan iuran atau status BPJS tidak aktif.
Oleh karena itu, penting sekali untuk memastikan semua dokumen dan prosedur sudah sesuai agar kamu bisa menjalani operasi dengan tenang.
Dalam situasi darurat, kamu tetap bisa menjalani operasi usus buntu tanpa surat rujukan. Namun, pastikan kamu segera melaporkan kondisi ini ke pihak rumah sakit dan BPJS. Rumah sakit akan mencatat bahwa tindakan dilakukan dalam kondisi emergensi. Klaim akan tetap bisa diproses jika status keanggotaan kamu aktif dan fasilitas medis tersebut adalah mitra BPJS.
Periksa status keaktifan BPJS kamu secara berkala, bisa lewat aplikasi Mobile JKN atau website BPJS Kesehatan.
Simpan semua dokumen dan surat rujukan dengan baik, termasuk hasil pemeriksaan medis.
Jangan menunda ke faskes tingkat pertama jika muncul gejala, semakin cepat kamu ditangani, semakin besar peluang untuk operasi tanpa kendala administratif.
Pastikan kamu berada di rumah sakit mitra BPJS, jika ragu, kamu bisa bertanya langsung ke bagian administrasi rumah sakit.
Jika kamu memiliki anggota keluarga atau kerabat yang mengalami kondisi usus buntu dan ragu tentang pembiayaan, informasi ini bisa sangat membantu. BPJS bukan hanya tersedia untuk pemeriksaan ringan, tetapi juga untuk operasi besar seperti usus buntu. Yang penting, kamu tahu jalurnya dan ikuti langkah-langkah yang sudah ditentukan.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...