Klaim Trump soal Korban Demo Iran Dipertanyakan, Data Resmi Tak Sinkron
Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait jumlah korban tewas dalam demonstrasi di Iran kembali menuai perhatian. Ia mengklaim lebih...
Read more
Amerika Serikat dan Iran membuka peluang untuk kembali melanjutkan perundingan terkait isu nuklir dalam waktu dekat. Lokasi yang disebut menjadi pusat pembahasan adalah Islamabad, Pakistan, yang dinilai memiliki peran strategis dalam diplomasi kedua negara.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan memberi sinyal bahwa perkembangan penting bisa terjadi dalam waktu singkat. Menurut Trump, situasi perundingan saat ini mengarah pada kemungkinan pertemuan lanjutan dalam dua hari ke depan.
“Anda sebaiknya tetap di sana, sungguh, karena sesuatu mungkin terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana,” kata Trump kepada seorang reporter yang bertugas di Islamabad.
Trump juga menyinggung peran penting militer Pakistan dalam mendukung situasi tersebut. Ia secara khusus memuji Marsekal Lapangan Pakistan, Jenderal Asim Munir, yang disebutnya memiliki kontribusi signifikan.
“Itu lebih mungkin terjadi, Anda tahu kenapa? Karena sang marsekal lapangan melakukan pekerjaan yang luar biasa,” ujar Trump.
Selain Pakistan, kota Jenewa sempat disebut sebagai alternatif lokasi perundingan. Namun, Trump tampak kurang mendukung opsi tersebut dan mempertanyakan relevansi negara tersebut dalam konflik yang sedang dibahas.
“Mengapa kita harus pergi ke negara yang tidak ada hubungannya dengan hal ini?” kata Trump.
Menurut laporan yang beredar, perundingan sebelumnya telah dilakukan pada akhir pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memimpin delegasi AS. Namun, pembicaraan itu belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Trump sendiri tidak mengungkapkan secara detail siapa yang akan mewakili Amerika Serikat dalam pertemuan selanjutnya jika benar digelar dalam waktu dekat.
Selain itu, Trump juga memberikan pandangannya terkait isu pengayaan uranium oleh Iran. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menyukai usulan penghentian pengayaan uranium selama 20 tahun, yang sebelumnya sempat menjadi bagian dari opsi negosiasi.
“Saya telah mengatakan bahwa mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump. “Jadi, saya tidak suka 20 tahun itu.”
Isu pengembangan nuklir Iran memang menjadi salah satu titik krusial dalam hubungan antara kedua negara. Perundingan yang akan berlangsung di Pakistan diharapkan dapat membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih stabil, meski tantangan diplomasi masih cukup besar.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kebakaran tragis terjadi di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang merenggut nyawa satu keluarga. Insiden ini terjadi pada Jumat dini...
Ulat bambu atau cangkilung dikenal sebagai salah satu bahan pangan unik yang aman dikonsumsi manusia setelah dimasak dengan benar. Di...