Kenapa Kamu Mudah Menangis? Ini Penjelasan Psikologi yang Jarang Disadari
Air mata kerap dianggap sebagai simbol kelemahan. Seseorang yang mudah menangis sering langsung dicap tidak mampu mengendalikan emosi. Padahal, dari...
Read more
Lonjakan kasus gangguan kesehatan mental di kalangan pelajar menjadi perhatian serius. Berdasarkan data pemeriksaan terhadap lebih dari 148 ribu siswa di Kota Bandung, hampir separuhnya atau sekitar 49,09 persen menunjukkan gejala kecemasan ringan hingga depresi berat.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa kesehatan mental anak dan remaja membutuhkan perhatian lintas sektor, tidak hanya sekolah tetapi juga keluarga dan pemerintah.
Akademisi dan psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Diana Setyawati SPsi MHSc PhD Psikolog, menegaskan bahwa isu kesehatan mental Generasi Alpha merupakan tanggung jawab bersama. Menurut Diana, keluarga menjadi tulang punggung utama dalam menjaga stabilitas emosional anak.
“Keluarga perlu menjadi tempat aman anak untuk bercerita dan mendapatkan dukungan emosional,” ujarnya, seperti dikutip dari laman UGM.
Ia menjelaskan, anak dengan kesehatan mental yang baik umumnya mampu mengenali potensi diri, memiliki tujuan hidup, mengelola stres sehari-hari, tetap produktif, serta memberi manfaat bagi orang lain.
Karena itu, penting bagi orang tua memahami konsep kesehatan mental dan tanda-tandanya sejak dini. “Saya pikir orang tua perlu memahami ciri-ciri kesehatan mental bagi anak, sehingga ketika melihat anak menunjukkan perubahan perilaku, mereka memahami apa yang terjadi dan bagaimana cara memberikan pertolongan,” kata Diana.
Generasi Alpha tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi digital yang pesat membuat akses informasi menjadi sangat mudah dan cepat.
Namun, derasnya arus informasi juga membawa dampak negatif. Salah satunya adalah meningkatnya rasa insecure atau tidak percaya diri pada anak.
“Dunia maya memberikan insecurity yang sangat besar. Anak-anak semakin banyak tahu banyak hal, sayangnya beberapa informasi yang didapatkan justru membuat insecurity semakin tinggi,” ujar Diana.
Menurutnya, media sosial kini menjadi ruang dominan dalam pembentukan nilai hidup anak. Konten yang bersifat instan, hedonis, serta pamer kekayaan dan gaya hidup mewah kerap mendominasi linimasa.
“Ada pergeseran nilai. Media sosial sekarang didominasi oleh hal-hal instan, hedonisme, pamer kekayaan, pamer gaya hidup orang terkaya. Jika keluarga tidak menanamkan nilai dari rumah, maka fungsi keluarga itu akan diambil alih oleh apa yang mereka lihat di dunia maya,” ungkapnya.
Selain keluarga, sekolah juga memegang peran penting melalui pendekatan school-based mental health. Pendekatan ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis siswa.
Diana juga mengingatkan agar layanan kesehatan siap merespons meningkatnya kesadaran masyarakat terkait kesehatan mental. Ia mengajak seluruh pihak untuk menyusun strategi jangka panjang dalam membangun sistem kesehatan mental yang kuat di Indonesia.
“Kita harus membangun sistem kesehatan mental yang kuat. Promosi dan prevensi secara holistik harus dilakukan. Jangan sampai generasi kita tumbuh dengan kerentanan yang tidak tertangani,” ujarnya.
Data dari Bandung menjadi sinyal bahwa deteksi dini, edukasi orang tua, serta kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan mental Generasi Alpha di tengah tantangan era digital.
Referensi:
detikcom
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Lonjakan kasus gangguan kesehatan mental di kalangan pelajar menjadi perhatian serius. Berdasarkan data pemeriksaan terhadap lebih dari 148 ribu siswa...
Air mata kerap dianggap sebagai simbol kelemahan. Seseorang yang mudah menangis sering langsung dicap tidak mampu mengendalikan emosi. Padahal, dari...