3 Resep Iga Sapi yang Lezat, Ada Sop Gurih hingga Kuah Asem-asem Segar
Iga sapi menjadi salah satu bahan makanan yang cocok diolah menjadi hidangan istimewa untuk keluarga. Potongan daging yang menempel pada...
Read more
Kue cucur merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang dikenal dengan rasa manis legit dan tekstur yang khas. Bagian pinggirnya cenderung renyah, sedangkan bagian tengahnya lebih tebal, empuk, dan lembut. Perpaduan tekstur tersebut membuat kue cucur tetap digemari sebagai camilan untuk menemani waktu santai bersama keluarga.
Jajanan ini sering dikaitkan dengan kuliner Betawi dari Jakarta dan juga dikenal di berbagai daerah, termasuk Manado. Bahan utamanya cukup sederhana, yakni tepung beras, sedikit tepung terigu, serta larutan gula merah. Adonan kemudian digoreng dalam minyak panas hingga terbentuk pinggiran yang mekar dan bagian tengah yang khas.
Daya tarik kue cucur bukan hanya terletak pada rasa manisnya. Gula merah memberikan aroma karamel yang lembut dan warna kecokelatan, sementara daun pandan menambah wangi pada larutan gula. Sedikit kayu manis bubuk dalam resep ini menghadirkan sentuhan rempah yang membuat aromanya semakin menarik.
Meski bahan yang digunakan tidak banyak, membuat kue cucur memerlukan perhatian pada proses pengadukan, konsistensi adonan, dan suhu minyak. Adonan yang diolah dengan baik membantu membentuk serat atau pola bersarang pada bagian tengah. Sementara itu, minyak yang terlalu panas dapat membuat permukaan cepat gelap sebelum bagian dalam matang.
Kue cucur juga memiliki ciri khas berupa bentuk bundar dengan bagian tengah yang lebih menonjol. Ketika adonan dituang ke wajan, bagian tepinya akan mulai mengeras dan membentuk pinggiran. Minyak panas kemudian disiramkan ke bagian tengah untuk membantu proses pematangan, sedangkan bagian tengah dapat ditusuk perlahan menggunakan lidi agar adonan mengalir dan membentuk struktur khasnya.
Kabar baiknya, kue cucur bisa dibuat sendiri di rumah menggunakan peralatan sederhana. Kamu tidak memerlukan mixer khusus, tetapi perlu meluangkan waktu untuk mengaduk dan memukul adonan agar tercampur merata. Hasilnya cocok disajikan sebagai camilan sore bersama teh atau kopi hangat.
Berikut resep kue cucur gula merah yang bisa dicoba di rumah, lengkap dengan takaran bahan, cara membuat, tips agar bersarang, variasi rasa, dan saran penyajian.
Informasi resep:
Catatan resep: Takaran tepung dan larutan gula mengikuti bahan sumber. Tekstur akhir dapat dipengaruhi oleh jenis tepung, tingkat kelembapan, dan jenis gula merah yang digunakan. Ikuti tahapan pencampuran secara bertahap agar kekentalan adonan lebih mudah dikendalikan.
Tuangkan 400 ml air ke dalam panci. Tambahkan gula merah yang telah disisir, gula pasir, dan potongan daun pandan. Panaskan dengan api sedang sambil sesekali diaduk hingga gula larut dan larutan mendidih.
Gunakan gula merah yang bersih dan tidak mengandung kotoran. Menyisir gula sebelum direbus membantu mempercepat pelarutan, sehingga tidak banyak gumpalan gula tertinggal di dalam panci.
Daun pandan memberikan aroma harum yang cocok dipadukan dengan gula merah. Setelah larutan mendidih dan gula larut, matikan api. Jangan merebus terlalu lama hingga cairan menyusut banyak karena jumlah larutan akan memengaruhi konsistensi adonan.
Saring larutan gula untuk memisahkan potongan daun pandan serta kotoran yang mungkin terbawa dari gula merah. Tuangkan larutan ke wadah tahan panas, lalu diamkan sampai dingin atau setidaknya tidak lagi panas.
Langkah ini penting karena larutan yang masih terlalu panas dapat memengaruhi tekstur tepung ketika dicampurkan. Jika perlu mempercepat pendinginan, gunakan wadah yang lebih lebar dan biarkan pada permukaan yang bersih. Jangan memasukkan larutan panas ke dalam adonan tepung.
Masukkan tepung beras, tepung terigu, kayu manis bubuk, dan garam ke dalam wadah besar. Aduk sampai semua bahan tercampur rata. Pastikan tidak ada gumpalan tepung yang besar sebelum larutan gula ditambahkan.
Tepung beras menjadi bahan utama yang membentuk karakter kue cucur, sedangkan sedikit tepung terigu membantu menyatukan adonan. Kayu manis memberikan aroma rempah, sementara garam berfungsi menyeimbangkan rasa manis gula.
Tuangkan sebagian larutan gula yang sudah dingin ke dalam campuran tepung. Aduk menggunakan tangan yang bersih hingga tepung mulai menyerap cairan dan membentuk adonan.
Masukkan cairan secara bertahap, jangan langsung menuangkan semuanya sekaligus. Cara ini memudahkan kamu mengurai gumpalan dan memastikan tepung tercampur merata sebelum adonan menjadi lebih encer.
Adonan awal mungkin masih terasa kental. Aduk sampai tidak ada bagian tepung kering di dasar wadah, kemudian lanjutkan ke tahap berikutnya.
Tuangkan sisa larutan gula sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk. Setelah cairan tercampur, pukul-pukul adonan menggunakan telapak tangan selama sekitar 30–40 menit sesuai resep sumber.
Proses pengadukan yang cukup lama membantu adonan menjadi lebih menyatu dan terasa lebih ringan. Gunakan wadah besar agar adonan tidak mudah tumpah selama dipukul. Pastikan tangan bersih, kuku pendek, dan tidak ada aksesori yang dapat mengganggu proses pengadukan.
Jika tidak nyaman menggunakan tangan, kamu dapat memakai spatula kuat atau alat pengaduk yang sesuai, sambil memperhatikan perubahan tekstur adonan. Hasilnya bisa sedikit berbeda, sehingga konsistensi adonan perlu diperiksa sebelum digoreng.
Setelah diaduk, perhatikan apakah adonan tercampur rata dan dapat mengalir dari sendok sayur. Adonan sebaiknya tidak memiliki gumpalan tepung besar, tetapi juga tidak terlalu encer seperti air.
Jika masih ditemukan gumpalan, aduk kembali sampai lebih halus. Hindari menambahkan tepung atau cairan dalam jumlah besar tanpa memeriksa konsistensinya terlebih dahulu karena perubahan takaran dapat memengaruhi hasil akhir.
Siapkan wajan dan minyak setelah adonan siap. Untuk hasil yang lebih konsisten, gunakan wajan dengan ukuran yang memungkinkan kue mengembang tanpa terganggu oleh tepian wajan.
Gunakan wajan yang cukup cekung dan tuangkan minyak hingga kira-kira setengah tinggi wajan, sesuai petunjuk resep. Panaskan dengan api sedang. Minyak perlu cukup banyak agar panas dapat menjangkau permukaan adonan, tetapi jangan sampai memenuhi wajan hingga berisiko meluap.
Suhu minyak sangat menentukan bentuk kue cucur. Minyak yang kurang panas dapat membuat adonan menyerap minyak dan sulit membentuk pinggiran. Sebaliknya, minyak yang terlalu panas dapat membuat bagian luar cepat kecokelatan sebelum bagian tengah matang dengan baik.
Untuk memeriksa kesiapan minyak, teteskan sedikit adonan sebagai percobaan. Jika adonan mulai mengembang dan mengeras secara bertahap, minyak umumnya sudah cukup panas. Bila adonan langsung berubah gelap, kecilkan api dan tunggu sampai suhu lebih terkendali.
Ambil satu sendok sayur adonan, lalu tuangkan ke bagian tengah wajan. Biarkan adonan menyebar dengan sendirinya. Jangan terlalu cepat menggerakkan wajan karena bentuk kue cucur akan terbentuk selama bagian bawah adonan mulai matang.
Ketika pinggiran mulai mengeras, amati bagian tengahnya. Adonan biasanya akan menunjukkan perbedaan tekstur antara tepi yang mulai membeku dan tengah yang masih basah. Tahap ini menjadi waktu yang tepat untuk membantu proses pematangan bagian tengah.
Masak satu kue terlebih dahulu sebagai percobaan. Jika ukuran, warna, atau kematangannya belum sesuai, sesuaikan jumlah adonan dan besar api sebelum menggoreng sisanya.
Saat pinggiran mulai membeku, ambil sedikit minyak panas menggunakan sendok dan siramkan perlahan ke bagian tengah kue. Lakukan dengan hati-hati supaya minyak tidak memercik. Minyak panas membantu bagian tengah matang dan membentuk tekstur yang khas.
Jangan menyiram minyak secara berlebihan atau terlalu cepat. Amati perubahan adonan selama proses memasak. Bagian tengah akan berangsur mengeras, sedangkan pinggirannya membentuk lapisan yang lebih matang.
Gunakan lidi bersih untuk menusuk bagian tengah kue secara perlahan sesuai petunjuk resep. Gerakan ini membantu adonan di bagian tengah mengalir ke tepi dan mendukung terbentuknya struktur bersarang.
Lakukan dengan hati-hati karena minyak masih panas. Hindari menusuk terlalu sering atau terlalu keras agar bentuk kue tidak rusak. Jika kue sudah mulai kokoh, lanjutkan proses pematangan tanpa terlalu banyak mengubah posisinya.
Lanjutkan menggoreng hingga bagian tepi dan tengah matang. Warna akhirnya biasanya cokelat keemasan hingga cokelat lebih gelap karena penggunaan gula merah. Perhatikan aroma dan warna adonan agar tidak sampai gosong.
Setelah matang, angkat kue menggunakan sutil berlubang atau alat pengangkat yang sesuai. Tiriskan dengan posisi miring atau letakkan di atas rak agar minyak berlebih dapat menetes.
Ulangi proses yang sama dengan sisa adonan. Periksa suhu minyak sebelum menuang adonan berikutnya. Jika minyak terlalu panas setelah beberapa kali penggorengan, kecilkan api sebentar agar suhu kembali terkendali.
Tiriskan kue cucur sampai minyak berlebih berkurang. Jangan langsung menumpuk banyak kue ketika masih panas karena uap dapat terperangkap di antara permukaan dan membuat bagian pinggir kehilangan kerenyahannya.
Sajikan kue cucur selagi hangat atau setelah suhunya turun sedikit. Bagian pinggir akan terasa lebih renyah, sedangkan bagian tengah tetap empuk dan legit. Hidangan ini cocok dinikmati bersama teh tawar, kopi, atau minuman hangat lainnya.
Kue cucur membutuhkan perpaduan adonan, proses pengadukan, dan suhu minyak yang sesuai. Jika hasilnya belum bersarang atau teksturnya terlalu berminyak, beberapa hal berikut bisa menjadi bahan evaluasi.
Larutan gula yang terlalu panas dapat memengaruhi adonan tepung. Setelah gula larut dan mendidih, saring kemudian dinginkan sebelum dicampurkan. Langkah ini juga memudahkan kamu mengukur jumlah cairan yang benar-benar digunakan.
Pengadukan selama 30–40 menit merupakan bagian penting dari resep sumber. Adonan yang tercampur rata akan lebih mudah dituang dan membantu membentuk struktur yang baik ketika digoreng. Gunakan wadah yang cukup besar dan aduk secara konsisten agar tepung tidak mengendap di dasar.
Jumlah air dalam larutan gula memengaruhi kekentalan adonan. Jika adonan terlalu encer, bentuk kue bisa melebar dan bagian tengahnya sulit matang. Jika terlalu kental, adonan lebih sulit mengalir dan menghasilkan bentuk yang tidak seragam.
Ikuti takaran resep terlebih dahulu. Jika ada perbedaan karena jenis tepung atau gula yang digunakan, lakukan penyesuaian sedikit demi sedikit pada percobaan berikutnya.
Suhu minyak yang terlalu tinggi bisa menyebabkan kue cepat gelap. Minyak yang terlalu dingin dapat membuat kue menyerap lebih banyak minyak dan sulit membentuk pinggiran renyah. Gunakan api sedang dan uji satu kue terlebih dahulu sebelum melanjutkan seluruh adonan.
Penyiraman minyak ke bagian tengah membantu proses pematangan. Lakukan sedikit demi sedikit sambil mengamati perubahan adonan. Hindari gerakan mendadak yang dapat membuat minyak memercik atau merusak bentuk kue.
Kue cucur harus matang hingga bagian tengahnya tidak lagi terlihat mentah. Warna yang sudah cokelat belum tentu berarti bagian dalam matang sempurna, terutama jika minyak terlalu panas. Kendalikan suhu dan beri waktu yang cukup agar kematangan lebih merata.
Minyak berlebih bisa membuat kue terasa berat. Tiriskan menggunakan rak atau saringan, lalu beri jarak antarkue saat masih panas. Cara ini membantu menjaga bagian pinggir agar tidak cepat lembap.
Resep dasar kue cucur menggunakan gula merah dan kayu manis, tetapi kamu bisa menyesuaikan aromanya berdasarkan selera. Perubahan bahan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu konsistensi adonan.
Resep ini sudah menggunakan daun pandan dalam larutan gula. Jika menyukai aroma pandan yang lebih terasa, gunakan daun yang segar dan ikat simpul sebelum direbus. Setelah larutan mendidih, saring agar tidak ada potongan daun yang terbawa ke adonan.
Kayu manis dalam resep memberikan aroma hangat yang lembut. Jika ingin rasa rempah lebih menonjol, pertahankan takarannya terlebih dahulu agar tidak menutupi aroma gula merah. Rempah lain sebaiknya ditambahkan sedikit demi sedikit karena perubahan komposisi dapat memengaruhi cita rasa tradisionalnya.
Rasa manis dapat disesuaikan dengan mengatur komposisi gula merah dan gula pasir. Namun, perubahan jumlah gula juga dapat memengaruhi warna serta tekstur kue. Untuk percobaan pertama, sebaiknya ikuti takaran dasar sebelum menyesuaikan rasa pada pembuatan berikutnya.
Untuk acara keluarga, buat kue cucur berukuran relatif seragam supaya mudah ditata di piring saji. Gunakan sendok sayur dengan ukuran yang sama saat menuang adonan. Goreng beberapa buah terlebih dahulu untuk memastikan bentuk, warna, dan kematangannya sesuai sebelum melanjutkan sisanya.
Kue cucur cocok dinikmati sebagai camilan sore bersama teh atau kopi hangat. Sajikan dalam piring datar setelah minyak berlebih ditiriskan. Jika disajikan untuk tamu, susun dengan jarak yang cukup agar pinggirannya tidak saling menekan.
Kue ini juga cocok menjadi bagian dari hidangan jajanan tradisional saat berkumpul bersama keluarga. Rasa manis gula merah dan aroma kayu manis memberikan karakter yang berbeda dari kue berbahan tepung lainnya.
Kue cucur paling nikmat ketika baru dibuat. Seiring waktu, bagian pinggir yang awalnya renyah dapat menjadi lebih lunak akibat kelembapan udara. Jika ada sisa, biarkan dingin terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke wadah bersih. Hindari menutup kue ketika masih panas karena uap yang terperangkap dapat membuat permukaannya lebih lembap.
Simpan dalam wadah tertutup di tempat yang bersih dan sejuk, atau gunakan penyimpanan sesuai kondisi lingkungan serta lama penyimpanan yang dibutuhkan. Jika aroma, warna, atau teksturnya berubah secara tidak wajar, jangan dikonsumsi. Untuk hasil terbaik, buat dalam jumlah yang bisa dinikmati pada hari yang sama.
1. Mengapa kue cucur bisa bersarang?
Struktur bersarang terbentuk dari kombinasi konsistensi adonan, proses pengadukan, dan teknik menggoreng. Ketika adonan mulai mengeras di bagian tepi, minyak panas disiramkan ke bagian tengah untuk membantu pematangan. Proses ini, bersama pengolahan adonan yang tepat, membantu menghasilkan bentuk khas kue cucur.
2. Mengapa kue cucur menjadi keras?
Kue bisa menjadi keras jika adonan kurang sesuai, terlalu lama digoreng, atau suhu minyak terlalu tinggi. Pastikan adonan tercampur rata dan kendalikan panas agar bagian tengah matang tanpa membuat seluruh kue terlalu kering.
3. Apa fungsi tepung beras dalam kue cucur?
Tepung beras merupakan bahan utama yang membentuk karakter tekstur kue cucur. Tepung terigu ditambahkan dalam jumlah lebih sedikit untuk membantu menyatukan adonan. Kombinasi keduanya berbeda dari adonan kue yang hanya menggunakan tepung terigu.
4. Apakah gula merah bisa diganti gula pasir?
Bisa, tetapi rasa dan warna kue akan berubah. Gula merah memberikan warna kecokelatan dan aroma khas, sedangkan gula pasir cenderung menghasilkan rasa manis yang lebih sederhana. Jika mengganti gula, perhatikan kembali konsistensi larutan dan hasil akhir kue.
5. Bagaimana agar kue cucur tidak terlalu berminyak?
Gunakan minyak dengan suhu yang sesuai, jangan terlalu dingin, dan tiriskan kue setelah matang. Hindari pula menggoreng terlalu banyak adonan sekaligus karena suhu minyak dapat turun.
6. Mengapa pinggiran kue cucur tidak mekar?
Hal ini dapat berkaitan dengan suhu minyak, konsistensi adonan, atau cara menuang adonan. Pastikan minyak cukup panas, gunakan takaran adonan yang seragam, dan biarkan pinggiran mulai mengeras sebelum menyiram minyak ke bagian tengah.
7. Apakah adonan kue cucur harus diaduk selama 30–40 menit?
Itulah durasi pengadukan yang tercantum pada resep sumber. Pengadukan membantu menyatukan bahan dan membentuk adonan yang lebih merata. Jika menggunakan alat pengaduk sebagai alternatif, perhatikan konsistensi adonan sebelum mulai menggoreng karena hasilnya bisa berbeda.
8. Apa minuman yang cocok untuk menemani kue cucur?
Teh tawar hangat dan kopi merupakan pendamping yang cocok. Rasa minuman yang tidak terlalu manis membantu menyeimbangkan legitnya kue cucur gula merah.
Kue cucur memiliki daya tarik melalui kombinasi rasa manis legit, aroma gula merah, pinggiran yang renyah, dan bagian tengah yang lembut. Bahan-bahannya sederhana, tetapi teknik pengadukan dan penggorengan perlu diperhatikan agar bentuk khasnya terbentuk dengan baik.
Dengan menyiapkan larutan gula hingga dingin, mengaduk adonan secara konsisten, serta menjaga suhu minyak, kamu bisa mencoba membuat kue cucur sendiri di rumah. Sajikan bersama teh atau kopi hangat sebagai camilan sore untuk keluarga.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Iga sapi menjadi salah satu bahan makanan yang cocok diolah menjadi hidangan istimewa untuk keluarga. Potongan daging yang menempel pada...
Brokoli termasuk sayuran hijau yang mudah diolah menjadi beragam hidangan. Rasanya cenderung ringan sehingga cocok dipadukan dengan aneka bumbu, saus,...