Resep Sop Bola Daging dan Tofu, Kuah Gurih Hangat yang Bikin Rindu Masakan Rumah
Ada kalanya semangkuk sop hangat terasa jauh lebih istimewa daripada hidangan yang rumit. Apalagi ketika cuaca sedang dingin, hujan turun...
Read more
Ada kalanya menu makan siang yang paling menggugah selera justru berasal dari bahan sederhana di dapur. Sepiring nasi putih hangat, lauk rumahan yang gurih, dan tumisan pedas dengan aroma bawang sudah cukup membuat makan terasa lebih nikmat. Salah satu menu yang bisa diandalkan adalah tumis terong campur teri.
Terong termasuk sayuran yang mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Harganya relatif terjangkau, teksturnya lembut setelah dimasak, dan rasanya cocok dipadukan dengan berbagai bumbu. Selama ini, terong mungkin lebih sering diolah menjadi balado, terong goreng sambal, atau sayur bersantan. Padahal, tumis terong dengan tambahan ikan teri juga tidak kalah menggoda.
Perpaduan terong yang lembut dengan ikan teri bercita rasa asin dan gurih membuat lauk ini terasa lebih istimewa. Ditambah irisan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan cabai hijau, aroma tumisannya semakin harum. Bumbu sederhana tersebut bisa menghasilkan masakan rumahan yang cocok dinikmati bersama keluarga.
Menariknya, resep tumis terong teri juga cukup praktis. Kamu hanya perlu menyiapkan bahan, menggoreng terong hingga layu, kemudian menumisnya bersama bumbu dan ikan teri. Dalam waktu sekitar 30 menit, lauk untuk makan siang atau makan malam sudah siap disajikan.
Jika sedang mencari inspirasi menu hemat yang tidak membosankan, resep ini layak dicoba. Selain mudah dibuat, tingkat kepedasannya juga bisa disesuaikan dengan selera keluarga.
Tumis terong campur teri merupakan hidangan sederhana yang mengandalkan keseimbangan rasa dan tekstur. Terong memiliki daging yang lembut dan cenderung menyerap bumbu, sedangkan ikan teri memberikan rasa gurih asin yang memperkuat cita rasa keseluruhan.
Dalam resep ini, terong ungu digoreng terlebih dahulu sampai layu sebelum dicampurkan ke dalam tumisan. Cara tersebut membantu menghasilkan tekstur terong yang lembut tanpa membuatnya terlalu hancur saat diaduk bersama bumbu.
Sementara itu, bawang merah dan bawang putih menjadi dasar aroma tumisan. Lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan serai memberikan sentuhan rempah yang khas. Cabai rawit merah serta cabai hijau menambahkan rasa pedas yang membuat hidangan semakin nikmat.
Informasi resep:
Siapkan bahan-bahan berikut agar proses memasak berjalan lebih praktis.
Bahan utama:
Bumbu tumisan:
Bahan tambahan:
Perhatikan penggunaan garam dan kaldu jamur. Ikan teri tetap dapat menyumbangkan rasa asin meskipun menggunakan jenis teri tawar. Karena itu, lebih baik memasukkan bumbu sedikit demi sedikit daripada membuat tumisan terlalu asin.
Takaran cabai juga bisa disesuaikan. Jika ingin rasa pedas yang lebih ringan, kurangi jumlah cabai rawit merah. Sebaliknya, jika menyukai tumisan dengan sensasi pedas yang kuat, kamu bisa mempertahankan takaran sesuai resep.
1. Cuci dan potong terong
Cuci terong ungu di bawah air mengalir hingga bersih. Potong bagian ujungnya, belah menjadi dua jika ukurannya cukup besar, lalu potong menyerong dengan panjang sekitar 3–4 cm.
Potongan yang tidak terlalu kecil membantu terong mempertahankan bentuk ketika digoreng dan ditumis. Namun, kamu tetap bisa menyesuaikan ukurannya dengan selera.
Masukkan potongan terong ke dalam wadah berisi air yang diberi sedikit garam. Diamkan sebentar, kemudian tiriskan hingga airnya berkurang.
Langkah ini membantu membersihkan permukaan terong dan mengurangi perubahan warna selama persiapan. Sebaiknya terong tidak dibiarkan terlalu lama dalam air agar teksturnya tidak terlalu banyak menyerap air.
2. Goreng terong hingga layu
Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang. Masukkan potongan terong secukupnya, lalu goreng hingga teksturnya mulai layu.
Tidak perlu menunggu permukaannya terlalu kering atau kecokelatan. Terong hanya perlu menjadi lebih lunak sebelum dimasak kembali bersama bumbu.
Angkat terong, lalu tiriskan minyak berlebih. Jika jumlah terong cukup banyak, goreng secara bertahap agar suhu minyak tetap stabil.
Terong memiliki tekstur seperti spons sehingga mudah menyerap minyak. Karena itu, hindari menggoreng terlalu lama dan jangan memasukkan semua potongan sekaligus ke dalam wajan.
3. Siapkan ikan teri
Jika menggunakan ikan teri mentah atau yang belum digoreng, bersihkan sesuai kebutuhan, lalu tiriskan sampai tidak terlalu basah. Goreng hingga matang dan cukup renyah.
Apabila menggunakan teri asin, rendam sebentar jika rasanya terlalu kuat, lalu tiriskan dengan baik sebelum digoreng. Langkah ini membantu mengurangi kelebihan garam, meskipun tidak menghilangkan seluruh kandungan natriumnya.
Untuk hasil yang lebih praktis, kamu juga bisa menggunakan ikan teri yang sudah digoreng. Sisihkan terlebih dahulu agar tidak terlalu lama terkena panas saat dicampurkan dengan terong.
4. Tumis bawang merah dan bawang putih
Panaskan sekitar lima sendok makan minyak dalam wajan. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan banyaknya minyak yang masih menempel pada terong.
Masukkan irisan bawang merah dan bawang putih. Tumis sambil diaduk hingga layu dan harum.
Jangan menggunakan api terlalu besar karena bawang dapat cepat gosong dan menghasilkan rasa pahit. Gunakan api sedang agar aromanya keluar secara perlahan.
Bawang merah memberikan rasa gurih dan sedikit manis, sedangkan bawang putih memperkuat aroma tumisan. Keduanya menjadi dasar bumbu yang membuat terong terasa lebih sedap.
5. Masukkan rempah-rempah
Tambahkan lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan serai. Aduk sampai rempah mulai layu dan aromanya semakin terasa.
Jika menggunakan lengkuas yang dimemarkan, pastikan permukaannya sedikit terbuka agar aromanya lebih mudah keluar. Daun jeruk juga bisa diremas perlahan sebelum dimasukkan supaya minyak aromatiknya lebih terasa.
Jangan terburu-buru memasukkan terong. Biarkan bumbu matang terlebih dahulu agar rasa rempah tidak terasa mentah ketika hidangan selesai dimasak.
6. Tambahkan cabai rawit dan cabai hijau
Masukkan cabai rawit merah yang sudah diiris serong dan cabai hijau yang telah ditumbuk kasar. Aduk hingga cabai layu dan tercampur dengan bawang serta rempah.
Penggunaan dua jenis cabai memberikan perpaduan rasa pedas dan aroma cabai yang lebih kaya. Cabai hijau juga membuat tampilan tumisan lebih menarik karena kontras dengan warna terong ungu.
Jika tidak ingin terlalu pedas, kamu bisa mengurangi cabai rawit dan mempertahankan cabai hijau dalam jumlah secukupnya.
7. Masukkan terong dan ikan teri
Setelah bumbu harum, masukkan terong yang sudah digoreng dan ikan teri. Aduk perlahan supaya terong tidak hancur.
Pastikan bumbu melapisi seluruh permukaan terong. Gunakan spatula dengan gerakan membalik secara perlahan, bukan menekan terong terlalu kuat.
Pada tahap ini, aroma gurih dari ikan teri mulai menyatu dengan bawang, cabai, dan rempah. Perpaduan tersebut menjadi ciri khas tumis terong teri ala rumahan.
8. Tambahkan bumbu penyedap
Masukkan kaldu jamur, merica bubuk, gula pasir, dan sedikit garam jika diperlukan. Aduk sampai bumbu tercampur rata.
Cicipi masakan sebelum menambahkan garam lebih banyak. Ikan teri, terutama yang sudah diasinkan, dapat membuat rasa tumisan cukup asin tanpa tambahan garam berlebihan.
Gula pasir digunakan dalam jumlah kecil untuk menyeimbangkan rasa gurih dan pedas. Kamu tidak perlu menambahkannya terlalu banyak agar karakter rasa tumisan tetap dominan gurih.
9. Masak hingga bumbu meresap
Tutup wajan selama beberapa saat agar panas membantu bumbu menyatu dengan terong. Jika tumisan terlalu kering, tambahkan sedikit air.
Masak dengan api kecil hingga sedang sambil sesekali memeriksa tekstur terong. Hindari memasak terlalu lama karena terong yang sudah digoreng akan lebih mudah hancur.
Setelah bumbu merata dan aroma tumisan keluar, angkat masakan. Sajikan selagi hangat bersama nasi putih dan lauk pendamping sesuai selera.
Walaupun bahan dan langkahnya sederhana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil tumisan terasa lebih nikmat. Terong yang terlalu lembek atau ikan teri yang kehilangan kerenyahannya dapat memengaruhi tekstur hidangan.
Pilih terong ungu dengan kulit yang tampak mulus, tidak keriput, dan terasa cukup padat ketika dipegang. Hindari terong yang memiliki banyak bagian lembek atau tanda kerusakan.
Terong segar cenderung memiliki tekstur yang lebih baik ketika digoreng dan ditumis. Ukuran terong tidak harus sama persis, tetapi pilih yang tidak terlalu tua agar bagian dalamnya tidak terlalu banyak biji dan teksturnya tidak kasar.
Jika ingin mencoba terong hijau panjang, kamu juga bisa menggunakannya. Potong dengan ukuran serupa dan sesuaikan waktu menggoreng karena tekstur setiap jenis terong bisa berbeda.
Terong cepat menyerap minyak dan mudah menjadi lembek jika digoreng terlalu lama. Cukup goreng hingga layu, lalu angkat dan tiriskan.
Terong nantinya akan dimasak kembali bersama bumbu. Jika sejak awal sudah terlalu matang, potongannya berisiko hancur ketika diaduk.
Untuk mengurangi penggunaan minyak, goreng dalam beberapa tahap dan tiriskan dengan baik. Kamu juga bisa mencoba memanggang atau menggunakan air fryer, meskipun tekstur akhirnya akan berbeda dari terong yang digoreng dalam minyak.
Ikan teri yang digoreng lebih dahulu dapat memberikan tekstur tambahan pada tumisan. Jika langsung dimasukkan dalam keadaan basah, teri bisa lebih mudah lembek dan proses memasak menjadi kurang praktis.
Pastikan ikan teri ditiriskan dengan baik sebelum dicampurkan. Jika ingin mempertahankan kerenyahannya, masukkan mendekati akhir proses memasak dan aduk sebentar saja.
Perlu diingat bahwa teri yang dicampur ke dalam tumisan berbumbu akan menyerap kelembapan sehingga kerenyahannya bisa berkurang seiring waktu.
Kombinasi ikan teri dan kaldu jamur dapat menghasilkan rasa gurih yang cukup kuat. Karena itu, jangan langsung menambahkan seluruh garam sebelum mencicipi masakan.
Mulailah dengan sedikit garam, lalu koreksi rasa setelah semua bahan tercampur. Jika rasa terlalu asin, kamu bisa menambahkan sedikit air dan memperbanyak bahan pendamping yang tidak asin, apabila masih memungkinkan.
Mengurangi garam tambahan juga dapat membantu membatasi asupan natrium harian.
Api sedang membantu bawang dan rempah matang secara merata tanpa cepat gosong. Setelah terong dimasukkan, gunakan api kecil hingga sedang agar bumbu meresap tanpa membuat potongan sayuran hancur.
Jangan terlalu sering mengaduk dengan gerakan kuat. Cukup balik bahan secara perlahan agar bumbu menyebar dan tekstur terong tetap terjaga.
Jika ingin menghadirkan rasa berbeda, resep tumis terong teri bisa dikreasikan menggunakan beberapa bahan tambahan. Pilih sesuai selera dan sesuaikan takaran bumbu agar rasa tetap seimbang.
Petai cocok dipadukan dengan tumisan bercita rasa pedas dan gurih. Aromanya khas dan dapat membuat masakan terasa lebih kuat.
Belah petai menjadi dua bagian, lalu masukkan saat menumis bumbu atau beberapa saat sebelum terong ditambahkan. Masak hingga petai mencapai tingkat kematangan yang disukai.
Karena petai memiliki aroma yang cukup dominan, gunakan secukupnya agar tidak menutupi rasa terong dan ikan teri.
Untuk rasa yang sedikit manis, tambahkan kecap manis secukupnya ketika bumbu hampir selesai dimasak. Kecap memberikan warna lebih gelap dan rasa manis gurih yang berbeda dari resep dasar.
Kurangi gula pasir jika menggunakan kecap manis agar rasa tidak berlebihan. Kamu juga dapat menambahkan sedikit irisan cabai merah untuk mempercantik tampilannya.
Variasi ini cocok bagi keluarga yang menyukai masakan dengan perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas.
Tomat merah dapat memberikan sentuhan asam segar pada tumisan. Potong tomat menjadi beberapa bagian, lalu masukkan setelah bumbu harum.
Masak sampai tomat mulai layu, tetapi jangan terlalu lama jika ingin mempertahankan bentuknya. Tambahan tomat juga dapat membantu menghasilkan sedikit kuah berbumbu.
Jika menggunakan tomat, koreksi kembali rasa garam dan gula karena rasa akhir masakan akan berubah.
Bagi pencinta rasa pedas dengan sentuhan manis, kamu bisa menambah cabai rawit dan sedikit gula sesuai selera. Namun, tetap perhatikan jumlah garam karena ikan teri sudah memberikan rasa asin.
Variasi ini cocok disajikan dengan nasi hangat, tahu goreng, atau telur dadar. Jika membuatnya untuk seluruh keluarga, pisahkan sebagian tumisan sebelum menambahkan cabai ekstra agar anggota keluarga yang tidak menyukai pedas tetap bisa menikmatinya.
Tumis terong campur teri tidak harus disajikan sendirian. Kamu bisa memadukannya dengan lauk dan sayuran lain agar menu makan siang terasa lebih lengkap.
Nasi putih, tumis terong teri, dan telur dadar
Kombinasi ini cocok untuk menu sehari-hari. Telur menjadi sumber protein tambahan, sedangkan tumis terong memberikan variasi sayuran dan rasa gurih dari ikan teri.
Nasi hangat, tumis terong teri, dan tempe goreng
Tempe goreng memberikan tekstur renyah yang cocok dipadukan dengan terong lembut. Menu ini bisa menjadi pilihan sederhana ketika ingin menghemat pengeluaran tanpa mengorbankan variasi makanan.
Nasi putih, tumis terong teri, dan sayur bening
Jika ingin hidangan yang terasa lebih segar, tambahkan sayur bening bayam, oyong, atau sup sayuran. Perpaduan lauk berbumbu dengan kuah ringan dapat membuat makan siang terasa lebih seimbang.
Nasi, tumis terong teri, dan tahu kukus atau tahu goreng
Tahu dapat menjadi pelengkap yang praktis. Kamu bisa menggorengnya hingga keemasan atau mengolahnya dengan bumbu sederhana agar tidak mendominasi rasa tumis terong.
Agar menu keluarga lebih beragam, padukan sayuran dengan sumber protein lain dan buah. Tumis terong teri bisa menjadi salah satu bagian dari menu seimbang, tetapi tidak perlu menjadi satu-satunya sumber sayuran atau protein dalam satu hari.
Tumis terong teri paling nikmat disantap setelah matang. Namun, jika ada sisa makanan, kamu tetap bisa menyimpannya dengan penanganan yang tepat.
Biarkan uap panas berkurang sebentar, lalu masukkan tumisan ke dalam wadah bersih dan tertutup. Simpan di kulkas dalam waktu maksimal dua jam setelah matang, atau lebih cepat jika suhu ruangan sangat panas.
Sisa makanan matang yang disimpan di kulkas sebaiknya dihabiskan dalam tiga hingga empat hari. Saat akan dimakan kembali, panaskan hingga seluruh bagian makanan benar-benar panas.
Perlu diperhatikan bahwa terong yang disimpan bersama bumbu cenderung menjadi lebih lembek. Ikan teri juga dapat kehilangan kerenyahannya karena menyerap kelembapan dari tumisan.
Jika ingin menyiapkan bahan lebih awal, kamu bisa mencuci dan memotong terong menjelang waktu memasak, lalu menyimpannya dalam wadah tertutup di kulkas. Namun, untuk menjaga warna dan tekstur terbaik, sebaiknya goreng dan tumis terong mendekati waktu penyajian.
Hindari membiarkan tumisan terlalu lama di meja makan. Aroma yang masih sedap tidak selalu menjamin makanan aman dikonsumsi jika penanganannya kurang tepat.
1. Apakah tumis terong teri harus menggunakan terong ungu?
Tidak harus. Kamu bisa menggunakan terong ungu atau terong hijau panjang sesuai selera. Potong dengan ukuran yang relatif seragam dan goreng hingga layu sebelum dicampurkan ke dalam bumbu.
2. Bagaimana cara membuat tumis terong agar tidak terlalu berminyak?
Goreng terong sebentar hingga layu, hindari menggoreng terlalu lama, dan tiriskan minyak berlebih. Kamu juga bisa memanggang terong atau menggunakan air fryer sebagai alternatif, meskipun teksturnya berbeda dari metode menggoreng biasa.
3. Apakah ikan teri harus digoreng terlebih dahulu?
Sebaiknya ikan teri digoreng terlebih dahulu jika ingin mendapatkan tekstur yang lebih gurih dan sedikit renyah. Masukkan menjelang akhir proses memasak agar tidak terlalu lama terkena kelembapan bumbu.
4. Bagaimana cara membuat tumis terong teri tidak terlalu asin?
Gunakan teri tawar atau teri dengan kadar garam yang lebih rendah jika tersedia. Jika menggunakan teri asin, rendam sebentar lalu tiriskan. Tambahkan garam sedikit demi sedikit dan cicipi sebelum menyelesaikan masakan.
5. Apakah tumis terong campur teri bisa disimpan untuk keesokan hari?
Bisa. Simpan dalam wadah tertutup di kulkas maksimal dua jam setelah matang dan konsumsi dalam tiga hingga empat hari. Panaskan kembali sampai seluruh bagian makanan benar-benar panas sebelum disajikan.
Resep tumis terong campur teri membuktikan bahwa masakan rumahan yang enak tidak harus menggunakan bahan mahal atau proses memasak yang rumit. Terong yang mudah ditemukan bisa diolah menjadi lauk gurih dengan tambahan ikan teri, cabai, bawang, dan rempah sederhana.
Tekstur terong yang lembut berpadu dengan rasa asin gurih dari ikan teri, sementara cabai memberikan sensasi pedas yang membuat nasi hangat terasa semakin nikmat. Jika suka, kamu juga bisa menambahkan petai, tomat, atau sedikit kecap untuk menghadirkan variasi rasa baru.
Bagi kamu yang sering kebingungan menentukan menu makan siang, tumis terong teri bisa menjadi pilihan praktis yang layak masuk daftar masakan mingguan. Bahannya mudah disiapkan, langkahnya sederhana, dan rasanya bisa disesuaikan dengan selera keluarga.
Kadang, menu sederhana seperti inilah yang justru paling dirindukan. Sepiring nasi hangat, tumisan yang baru diangkat dari wajan, dan lauk rumahan yang disantap bersama keluarga bisa menghadirkan kenyamanan tersendiri.
Jadi, jika masih memiliki terong di dapur dan ingin mengolahnya menjadi hidangan yang berbeda, cobalah resep tumis terong campur teri ini. Sajikan selagi hangat dan nikmati bersama lauk pendamping favorit untuk makan siang yang sederhana, praktis, dan menggugah selera.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ada kalanya semangkuk sop hangat terasa jauh lebih istimewa daripada hidangan yang rumit. Apalagi ketika cuaca sedang dingin, hujan turun...
Ada kalanya menu makan siang yang paling menggugah selera justru berasal dari bahan sederhana di dapur. Sepiring nasi putih hangat,...