Kuota Internet Tak Hangus Mulai Diterapkan, Ini Perubahan yang Disiapkan Operator
Komdigi Soroti Paket Internet yang Belum Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Perubahan aturan mengenai perlindungan sisa kuota internet mulai memasuki tahap...
Read more
Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) kembali disiapkan pemerintah untuk pekerja pada kuartal IV 2026. Informasi mengenai BSU kembali menjadi perhatian karena bantuan tersebut direncanakan diberikan untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Berdasarkan keterangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pemerintah menyiapkan BSU yang diberikan satu kali untuk periode tiga bulan. Nilainya sebesar Rp300.000 per bulan, sehingga total bantuan dalam satu kali penyaluran mencapai Rp900.000 per pekerja. Program tersebut ditujukan kepada sekitar 13,3 juta pekerja, dengan kebutuhan anggaran yang diperkirakan hampir Rp12 triliun.
Skema tersebut juga diberitakan oleh detik yang menyebut BSU 2026 menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah pada kuartal IV. Bantuan untuk tiga bulan direncanakan disalurkan sekaligus.
BSU 2026 mencakup periode Oktober, November, dan Desember 2026. Dengan nominal Rp300.000 untuk setiap bulan, total yang direncanakan diterima penerima mencapai Rp900.000.
Keterangan pemerintah mengenai program tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto setelah rapat di Istana Negara pada 30 September 2026. Pemerintah memasukkan BSU bersama sejumlah program lain dalam stimulus ekonomi kuartal IV 2026.
Meski skema dan sasaran program telah disampaikan, rincian kriteria penerima BSU 2026 belum diumumkan secara lengkap. Pemberitaan detik juga mencatat bahwa pekerja belum dapat menggunakan ketentuan BSU 2025 sebagai kepastian otomatis untuk penyaluran tahun 2026.
Sebagai gambaran, ketentuan BSU tahun sebelumnya mencakup sejumlah persyaratan, antara lain pekerja berstatus WNI, memiliki kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan, menerima upah sampai batas tertentu, serta bukan ASN, TNI, atau Polri. Namun, ketentuan tersebut merupakan aturan BSU 2025, sehingga tidak dapat dianggap sebagai persyaratan final BSU 2026 sebelum pemerintah menerbitkan ketentuan terbaru.
Perbedaan antara informasi yang sudah diumumkan dan aturan teknis yang masih menunggu penetapan menjadi bagian penting dalam memahami BSU 2026. Nominal serta periode bantuan telah disampaikan pemerintah, sedangkan mekanisme verifikasi dan kriteria penerima masih perlu menunggu informasi resmi berikutnya.
Informasi mengenai cara cek penerima BSU 2026 juga masih perlu diperhatikan karena mekanisme khusus untuk program tahun ini belum sepenuhnya diperbarui.
Pada penyaluran sebelumnya, pengecekan dilakukan melalui laman resmi BSU Kementerian Ketenagakerjaan dan kanal BSU BPJS Ketenagakerjaan. Pengecekan umumnya menggunakan NIK dan data pribadi yang diminta sistem.
Namun, pekerja perlu membedakan antara mekanisme pengecekan BSU sebelumnya dengan sistem yang akan digunakan untuk BSU 2026. Pemberitaan detik pada awal Oktober menyebut laman BSU Kemnaker masih menampilkan informasi sebelumnya, sedangkan laman BSU BPJS Ketenagakerjaan masih dalam proses pengembangan atau peningkatan kapasitas.
Karena itu, status sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan atau pemenuhan kriteria pada program sebelumnya belum dengan sendirinya menunjukkan bahwa seseorang telah ditetapkan sebagai penerima BSU 2026.
Untuk mengetahui perkembangan terbaru, pekerja dapat memantau kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan. Informasi mengenai jadwal pencairan, daftar kriteria, mekanisme verifikasi, serta kanal pengecekan perlu menunggu pembaruan resmi.
Pemberitaan mengenai BSU 2026 juga perlu dibaca secara hati-hati karena sebelumnya pernah beredar informasi tidak resmi mengenai pencairan BSU 2026. Pada Januari 2026, Kemnaker sempat mengingatkan bahwa informasi mengenai pencairan BSU 2026 yang beredar saat itu belum merupakan informasi resmi.
Dengan adanya rencana penyaluran pada kuartal IV 2026, pekerja perlu memperhatikan perbedaan antara informasi yang telah diumumkan pemerintah dan ketentuan teknis yang masih menunggu pembaruan. Nominal Rp900.000 merupakan total bantuan untuk periode tiga bulan berdasarkan skema yang disampaikan pemerintah, bukan berarti seluruh pekerja otomatis menerima bantuan tersebut.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Keuangan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia keuangan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Komdigi Soroti Paket Internet yang Belum Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Perubahan aturan mengenai perlindungan sisa kuota internet mulai memasuki tahap...
Lowongan Kerja BRI Terbaru untuk Talenta Muda, Simak Syarat dan Peluangnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali...