TAVI dan TEER Jadi Perhatian, Penanganan Katup Jantung Kini Lebih Minim Invasif

Teknologi Katup Jantung Makin Modern, TAVI dan TEER Hadir Tanpa Bedah Terbuka

Gangguan katup jantung tidak selalu harus ditangani melalui operasi jantung terbuka. Perkembangan teknologi intervensi kardiovaskular menghadirkan sejumlah prosedur berbasis kateter, termasuk Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) dan Mitral Transcatheter Edge-to-Edge Repair (M-TEER), yang digunakan untuk kondisi tertentu.

Katup jantung berfungsi seperti pintu satu arah yang membantu mengatur aliran darah agar bergerak ke arah yang tepat. Ketika katup mengalami penyempitan atau tidak dapat menutup dengan sempurna, kerja jantung dapat terganggu. Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Prof Dr dr Antonia Anna Lukito yang dikutip detikHealth, gangguan katup jantung juga dapat luput terdeteksi karena gejalanya tidak selalu khas.

Keluhan seperti mudah lelah, kemampuan beraktivitas menurun, jantung berdebar hingga pingsan dapat muncul pada penyakit katup jantung. Karena sebagian keluhan tersebut dapat dianggap sebagai bagian dari proses penuaan, pemeriksaan menjadi bagian penting dalam memastikan penyebabnya.

TAVI untuk Stenosis Aorta dan TEER untuk Kebocoran Katup Mitral

Salah satu teknologi yang digunakan dalam penanganan stenosis aorta adalah TAVI. Kondisi tersebut terjadi ketika katup aorta mengalami penyempitan sehingga aliran darah dari jantung menuju tubuh menjadi terhambat.

Menurut informasi yang diberitakan detikHealth, TAVI dilakukan dengan memasukkan katup baru menggunakan kateter melalui pembuluh darah. Dengan pendekatan tersebut, prosedur tidak membutuhkan pembukaan rongga dada seperti operasi jantung konvensional.

Baca Juga:  Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Jantung dan Sering Diabaikan

Sementara itu, TEER, termasuk M-TEER, digunakan untuk menangani kondisi tertentu berupa regurgitasi atau kebocoran katup mitral. Pada prosedur ini, perangkat khusus digunakan untuk mendekatkan bagian daun katup mitral sehingga kebocoran dapat dikurangi.

DetikHealth menjelaskan bahwa teknologi MitraClip merupakan salah satu bentuk intervensi untuk kebocoran katup mitral. Prosedurnya dilakukan menggunakan kateter dan tidak memerlukan operasi jantung terbuka.

Perkembangan prosedur tersebut juga terlihat dari pelaksanaan M-TEER pertama di Bali pada 2 Agustus 2026 di Bali International Hospital. Tindakan dilakukan oleh tim SCVC Bali untuk menangani pasien dengan mitral regurgitation berat akibat proses degeneratif. Menurut laporan detikBali, prosedur dilakukan melalui pembuluh darah menuju jantung tanpa membuka tulang dada.

Dalam prosedur tersebut, dokter menggunakan ekokardiografi transesofageal sebagai panduan secara real time. Teknologi pencitraan tersebut membantu tim medis menentukan posisi perangkat, memastikan proses penjepitan katup dilakukan dengan tepat, serta mengevaluasi perubahan kebocoran selama tindakan berlangsung.

Laporan detikBali menyebutkan tindakan M-TEER tersebut berlangsung kurang dari dua jam. Prosedur minimal invasif ini juga disebut memiliki proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi jantung terbuka.

Namun, keberadaan TAVI dan TEER tidak berarti seluruh pasien dengan penyakit katup jantung dapat langsung menjalani prosedur tersebut. Menurut keterangan Prof Antonia yang dikutip detikHealth, pemilihan terapi perlu mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh dan melibatkan tim multidisiplin, termasuk dokter spesialis jantung serta dokter bedah jantung.

Baca Juga:  Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membantu Mengurangi Lemak Perut

Penentuan tindakan juga berkaitan dengan jenis gangguan katup, tingkat keparahan penyakit, kondisi klinis pasien, serta hasil pemeriksaan penunjang. Karena itu, prosedur berbasis kateter tetap membutuhkan evaluasi medis sebelum ditetapkan sebagai pilihan terapi.

Perkembangan layanan intervensi katup jantung di Indonesia menunjukkan bahwa penanganan penyakit jantung struktural semakin beragam. Selain pemeriksaan seperti ekokardiografi, CT jantung, MRI jantung dan pemeriksaan lainnya, sejumlah fasilitas kesehatan telah menyediakan tindakan intervensi seperti TAVI dan MitraClip bagi pasien yang memenuhi indikasi medis.

Bagi masyarakat, gejala yang tampak sederhana seperti cepat lelah atau penurunan kemampuan beraktivitas tidak selalu dapat langsung dianggap sebagai akibat usia. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan jantung atau kondisi kesehatan lain yang mendasarinya.

Keterangan Foto: Prosedur intervensi katup jantung menggunakan teknologi kateter sebagai alternatif penanganan tanpa operasi jantung terbuka.

Photo Caption: Minimally invasive heart valve treatment using advanced catheter-based technology.

Referensi: Kompas, detikHealth, detikBali.

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED