Asap Karhutla Makin Pekat, Ortu Siswa Pontianak Minta Sekolah Diliburkan

Asap karhutla kembali pekat di Pontianak. Orang tua siswa meminta sekolah diliburkan atau menerapkan belajar daring karena kualitas udara masuk kategori berbahaya.

Asap karhutla kembali pekat di Pontianak

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali menjadi perhatian warga di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sejumlah orang tua mulai khawatir terhadap kondisi kesehatan anak karena kualitas udara dilaporkan memburuk dalam beberapa hari terakhir.

Orang tua siswa berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kebijakan meliburkan sekolah sementara atau menerapkan proses pembelajaran jarak jauh. Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi risiko anak-anak terpapar asap ketika kualitas udara berada pada kondisi sangat buruk.

Salah seorang orang tua siswa kelas 2 MIN 4 Pontianak, Rahmawati, mengatakan asap dalam tiga hari terakhir mulai terasa semakin pekat. Ia berharap kegiatan belajar dapat kembali dilakukan dari rumah apabila kondisi udara tidak segera membaik.

“Dalam tiga hari ini asap mulai pekat. Hari ini juga. Sebelumnya sempat libur, sudah masuk lagi. Kalau kondisi mulai pekat lagi, saya berharap kembali sekolah diliburkan atau belajar dari rumah saja secara daring,” kata Rahmawati.

Menurut Rahmawati, anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian karena aktivitas di sekolah tidak selalu berlangsung di dalam ruangan. Anak-anak juga masih aktif bermain sehingga dikhawatirkan lebih sering terpapar udara yang tercemar asap.

“Kita tahu anak-anak di sekolah pasti bermain di luar dan belum mengerti betul asap itu berbahaya. Jadi kami harap Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait mengeluarkan kebijakan untuk sementara bisa meliburkan atau belajar secara daring,” harap dia.

Baca Juga:  Mobil Ringsek Kurir Ekstasi di Tol Lampung Ungkap Sindikat Narkoba

Kualitas Udara Berbahaya dan Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Kalbar

Pada Agustus 2026, kabut asap mulai melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak. Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Kalimantan Barat yang mengacu pada pemantauan BMKG, sebanyak 3.759 titik panas terdeteksi pada 20 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, terdapat 224 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, 3.389 titik kepercayaan menengah, dan 146 titik kepercayaan rendah. Kabupaten Ketapang mencatat jumlah terbanyak dengan 1.795 titik, disusul Sanggau 466 titik, Landak 268 titik, Kubu Raya 254 titik, dan sejumlah wilayah lain di Kalimantan Barat.

Kota Pontianak sendiri tidak tercatat memiliki titik panas dalam periode pemantauan tersebut. Namun, asap dari kebakaran di wilayah sekitar tetap dapat memengaruhi kondisi udara di kota tersebut.

Menurut data pemantauan kualitas udara yang disampaikan dalam laporan, AQI US Pontianak mencapai 491 pada pukul 09.00 WIB, 21 Agustus 2026. Angka tersebut masuk kategori berbahaya. PM2.5 menjadi polutan utama dengan konsentrasi mencapai 321 mikrogram per meter kubik.

PM2.5 merupakan partikel sangat kecil yang dapat terhirup hingga masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Karena itu, paparan polusi dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya.

Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya ancaman karhutla selama musim kering. Berdasarkan data BMKG yang dikutip dalam laporan pendukung, Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi di Indonesia pada Agustus 2026. Peningkatan titik panas juga berkaitan dengan kondisi kemarau yang membuat hutan dan lahan lebih rentan terbakar.

Baca Juga:  Pemerintah Terapkan LPG 3 Kg Satu Harga, Tahap Awal Berlaku di Dua Wilayah Jakarta

Masyarakat pun diimbau lebih memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dapat menjadi salah satu langkah untuk membatasi paparan polusi ketika kabut asap semakin pekat.

Kondisi udara dapat berubah mengikuti cuaca, arah angin, kecepatan angin, dan perkembangan sumber polusi. Karena itu, warga Pontianak diharapkan terus memantau informasi kualitas udara, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak dan anggota keluarga yang lebih rentan terhadap dampak polusi.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED