Presiden Iran Masoud Pezeshkian ternyata telah bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pada akhir Juli 2026. Pertemuan tersebut berlangsung ketika Iran masih menghadapi ketegangan serius dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menurut laporan yang dikutip dari media pemerintah Iran, pertemuan Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei membahas sejumlah persoalan strategis, mulai dari urusan militer hingga kondisi ekonomi negara.
Pertemuan itu berlangsung menjelang Pezeshkian memasuki tahun ketiga masa jabatannya sebagai Presiden Iran. Informasi mengenai pertemuan tersebut baru dipublikasikan pada Minggu (9/8) waktu setempat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh membahas situasi militer Iran, termasuk perkembangan konflik dengan Amerika Serikat. Selain itu, pembicaraan juga mencakup berbagai persoalan ekonomi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Isu pengamanan sumber daya, pengelolaan devisa, dan penggunaan energi turut menjadi perhatian. Hubungan ekonomi Iran dengan sejumlah mitra asing juga dibahas dalam pertemuan tersebut.
Akses Pezeshkian ke Mojtaba Khamenei Jadi Sorotan
Pertemuan ini menjadi perhatian karena sebelumnya terdapat pernyataan berbeda dari Pezeshkian mengenai aksesnya untuk bertemu langsung dengan Mojtaba Khamenei.
Pada 21 Juli, Pezeshkian mengatakan interaksinya dengan pemimpin tertinggi Iran tersebut “semakin meningkat dari hari ke hari”. Namun, pada awal Agustus, dia menyebut komunikasi dengan Mojtaba Khamenei “sangat sulit pada saat ini”.
Menurut laporan Reuters, Mojtaba Khamenei memang sangat jarang tampil di hadapan publik sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada awal Maret 2026. Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Mojtaba juga dilaporkan mengalami luka serius dalam serangan tersebut.
Sebelumnya, pada Mei, media pemerintah Iran melaporkan Pezeshkian telah bertemu Mojtaba selama beberapa jam. Pertemuan tersebut menjadi salah satu pertemuan langsung pertama yang dipublikasikan setelah Mojtaba menjabat sebagai pemimpin tertinggi.
Minimnya kemunculan Mojtaba di depan publik kemudian memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya dan aktivitasnya dalam menjalankan pemerintahan Iran. ANTARA sebelumnya melaporkan bahwa pejabat Iran menyatakan kondisi kesehatan Mojtaba sangat baik dan dia tetap menjalankan tugas sebagai pemimpin tertinggi.
Pada Minggu (9/8), Iran juga merilis video langka yang memperlihatkan Mojtaba sedang berbicara dengan sejumlah orang. Namun, tidak diketahui kapan dan di mana video tersebut direkam.
Kemunculan video itu terjadi setelah muncul berbagai laporan mengenai kondisi kesehatan Mojtaba. Seorang pejabat Basij, Qasem Qoraishi, juga mengatakan dokumentasi yang memperlihatkan Mojtaba berada di tengah masyarakat dan bertemu dengan komandan militer akan dirilis pada waktu mendatang.
Mojtaba sebelumnya juga tidak terlihat secara langsung dalam sejumlah momen penting, termasuk prosesi pemakaman ayahnya yang digelar secara besar-besaran. Kondisi tersebut membuat pertemuan langsung dengan Pezeshkian pada akhir Juli menjadi informasi penting mengenai aktivitas pemimpin tertinggi Iran di tengah situasi politik dan militer yang masih tegang.
Referensi:
Detik