Google Luncurkan Lyria 3.5, AI Pembuat Lagu dengan Vokal Lebih Realistis
Google kembali memperluas portofolio teknologi kecerdasan buatannya dengan meluncurkan Lyria 3.5, model AI terbaru yang dirancang untuk menciptakan lagu secara...
Read more
OpenAI meluncurkan program baru yang memberikan akses gratis ke ChatGPT dan model AI canggih bagi kalangan akademisi. Program ini ditujukan untuk 100.000 peneliti di berbagai negara hingga tahun 2027 sebagai bagian dari upaya mempercepat inovasi dan penemuan ilmiah.
Menurut OpenAI, program tersebut dirancang untuk membantu ilmuwan, matematikawan, insinyur, serta peneliti dari berbagai disiplin ilmu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dalam menyelesaikan berbagai tantangan penelitian.
“Strategi kami bukan memutuskan masalah ilmiah mana yang layak mendapat perhatian, tetapi memberikan alat yang mumpuni ke komunitas penelitian dan membiarkan para peneliti mengejar pertanyaan yang paling mereka kuasai,” kata OpenAI.
Program ini terbuka bagi peneliti di bidang biologi, kimia, ilmu komputer, teknik, matematika, hingga fisika. Peserta yang terpilih akan memperoleh akses ke model AI terbaru OpenAI, termasuk GPT-5.6 Sol Pro, selama satu tahun.
Selain itu, setiap peneliti dapat mengundang hingga empat rekan dari institusi akademik yang sama untuk menggunakan layanan tersebut dalam proyek penelitian mereka.
Berdasarkan informasi dari OpenAI, fasilitas yang diberikan setara dengan langganan ChatGPT Pro yang bernilai 200 dollar AS per bulan (sekitar Rp 3,6 juta per bulan). Selama mengikuti program, data para peneliti juga disebut akan mendapatkan perlindungan privasi dan keamanan tingkat bisnis sehingga tidak digunakan untuk melatih model AI.
Pada tahap awal, program akan tersedia bagi 10.000 peneliti dari sejumlah institusi ternama, termasuk Institute for Advanced Study di Amerika Serikat dan Ecole normale superieure di Prancis. OpenAI berencana memperluas cakupan program secara bertahap hingga mencapai 100.000 peneliti pada 2027.
Menurut OpenAI, program tersebut merupakan bagian dari komitmen investasi lebih dari 250 juta dollar AS (sekitar Rp 4,6 triliun) untuk mendukung penelitian dan penemuan ilmiah eksternal.
Perusahaan menilai teknologi AI kini memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, mulai dari menyelesaikan persoalan matematika yang kompleks hingga membantu menemukan kandidat obat baru.
Meski demikian, OpenAI tetap membatasi akses hanya pada penggunaan model AI. Peneliti tidak memperoleh akses terhadap model weights maupun data pelatihan yang digunakan untuk membangun model tersebut.
Sebagian peneliti AI berpendapat bahwa akses terhadap model weights penting untuk melakukan evaluasi independen, menguji aspek keamanan, serta memastikan hasil penelitian dapat direproduksi oleh komunitas ilmiah. Namun, OpenAI bersama Anthropic menilai pembatasan tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan.
Melalui program ini, OpenAI memperluas akses akademisi terhadap teknologi AI mutakhir sekaligus mempertahankan sistem inti model sebagai teknologi tertutup. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak inovasi ilmiah tanpa mengabaikan aspek keamanan dan privasi.
Referensi:
Kompas Tekno
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Nasi goreng uduk menjadi salah satu variasi menu sarapan yang layak dicoba jika ingin menghadirkan cita rasa berbeda di meja...
Pancake pisang teflon menjadi salah satu pilihan menu sarapan yang praktis sekaligus mengenyangkan. Teksturnya yang lembut dan fluffy dipadukan dengan...