Di era sekarang, mencari karyawan bukan hanya soal siapa yang memiliki CV paling menarik atau pengalaman kerja paling panjang. Banyak perusahaan akhirnya menyadari bahwa kemampuan saja tidak cukup. Sebab, sehebat apa pun seseorang, jika tidak memiliki integritas dan tanggung jawab, justru bisa menjadi sumber masalah di kemudian hari.
Menariknya, Al-Qur’an telah memberikan pedoman yang sangat sederhana namun relevan hingga saat ini.
Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Qashash ayat 26:
“Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”
Ayat ini menjelaskan bahwa ada dua kriteria utama yang seharusnya menjadi pertimbangan dalam memilih seorang pekerja.
1. Kuat (Al-Qawiy)
Kata “kuat” tidak selalu berarti memiliki fisik yang besar. Dalam dunia kerja, kuat berarti memiliki kemampuan untuk menjalankan amanah yang diberikan.
Seorang karyawan yang kuat adalah mereka yang memiliki ilmu, keterampilan, pengalaman, semangat belajar, mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dan sanggup menghadapi tekanan tanpa mudah menyerah.
Kompetensi memang penting, karena perusahaan membutuhkan orang yang mampu memberikan solusi, bukan menambah masalah.
2. Dapat Dipercaya (Al-Amin)
Kemampuan yang tinggi akan kehilangan nilainya jika tidak disertai kejujuran.
Sifat amanah mencakup kejujuran, tanggung jawab, menjaga rahasia perusahaan, disiplin, menepati janji, serta tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan.
Seorang karyawan yang amanah akan tetap bekerja dengan baik meskipun tidak sedang diawasi. Mereka sadar bahwa pekerjaan bukan hanya dinilai oleh atasan, tetapi juga dipertanggungjawabkan di hadapan Allah ﷻ.
Mengapa Dua Kriteria Ini Harus Berjalan Bersama?
Bayangkan jika seseorang sangat pintar, tetapi tidak jujur. Ia bisa menggunakan kemampuannya untuk merugikan perusahaan.
Sebaliknya, jika seseorang sangat jujur tetapi tidak memiliki kemampuan yang memadai, pekerjaan juga tidak akan berjalan secara optimal.
Karena itu, Islam mengajarkan keseimbangan antara kompetensi dan integritas. Keduanya saling melengkapi dan menjadi fondasi bagi lingkungan kerja yang sehat.
Pelajaran yang Bisa Kita Ambil
Bagi seorang pencari kerja, ayat ini menjadi pengingat agar terus meningkatkan kemampuan sekaligus menjaga akhlak dan amanah.
Bagi pemilik usaha atau pimpinan perusahaan, ayat ini mengajarkan bahwa proses rekrutmen sebaiknya tidak hanya melihat ijazah atau pengalaman, tetapi juga menilai karakter dan kejujuran calon karyawan.
Pada akhirnya, perusahaan yang diisi oleh orang-orang yang kompeten dan amanah akan lebih mudah tumbuh, dipercaya, dan mendapatkan keberkahan dalam setiap langkahnya.
Karena pekerja terbaik bukan hanya yang paling pintar, tetapi juga yang bisa dipercaya ketika memegang sebuah amanah.