Bukan Soal Umur, Ini Ciri Anak yang Benar-Benar Siap Bersekolah
Memasuki tahun ajaran baru, banyak orang tua mulai mempertimbangkan apakah anak sudah siap masuk taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Selama...
Read more
Rasa percaya diri merupakan salah satu bekal penting yang membantu anak berkembang secara emosional, sosial, dan akademis. Anak yang percaya diri biasanya lebih berani mencoba pengalaman baru, mampu menyampaikan pendapat, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
Menumbuhkan kepercayaan diri bukan hanya melalui kata-kata penyemangat. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan orang tua setiap hari memiliki pengaruh besar terhadap cara anak memandang dirinya sendiri.
Menciptakan suasana rumah yang hangat menjadi langkah awal yang penting. Anak yang merasa aman, diterima, dan didukung cenderung memiliki kondisi emosional yang lebih stabil. Menurut berbagai penelitian di bidang parenting, lingkungan keluarga yang penuh perhatian membantu perkembangan kemampuan sosial sekaligus membangun rasa percaya diri sejak dini.
Selain itu, orang tua juga dianjurkan memberikan apresiasi terhadap usaha anak, bukan hanya hasil akhirnya. Berdasarkan penelitian dari American Psychological Association (APA) dan konsep growth mindset yang dikembangkan psikolog Carol Dweck dari Stanford University, pujian terhadap proses belajar, ketekunan, dan usaha membuat anak lebih berani menghadapi tantangan dibandingkan sekadar dipuji karena dianggap pintar.
Memberikan kesempatan kepada anak untuk mencari solusi atas masalahnya juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri. Orang tua dapat mendampingi tanpa langsung mengambil alih setiap persoalan. Cara ini membantu anak belajar berpikir, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas pilihannya.
Anak juga belajar melalui contoh. Karena itu, sikap orang tua saat menghadapi kegagalan, tekanan, atau masalah sehari-hari akan menjadi pelajaran berharga. Ketika orang tua menunjukkan cara menghadapi kesulitan dengan tenang dan tetap optimistis, anak cenderung meniru pola perilaku tersebut.
Kebiasaan lain yang tidak kalah penting adalah memberikan ruang bagi anak untuk membuat pilihan sederhana sesuai usianya. Misalnya memilih pakaian, menentukan buku yang ingin dibaca, atau memutuskan aktivitas yang ingin dilakukan lebih dahulu. Pengalaman tersebut membantu anak merasa pendapatnya dihargai sekaligus melatih rasa tanggung jawab.
Para ahli perkembangan anak menilai bahwa membangun kepercayaan diri merupakan proses jangka panjang. Konsistensi orang tua dalam memberikan dukungan, kesempatan belajar, serta apresiasi terhadap usaha akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Tips Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia tips — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pancake menjadi salah satu menu sarapan favorit karena memiliki tekstur lembut, rasa manis yang pas, serta mudah dipadukan dengan berbagai...
Pindang patin merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang terkenal dengan cita rasa gurih, asam, dan segar dalam satu sajian....