Riset Ungkap Cara Baru Gen Z Mencari Kerja, Instagram dan YouTube Geser LinkedIn

Riset terbaru mengungkap Gen Z lebih memilih Instagram dan YouTube daripada LinkedIn untuk mencari pekerjaan, membangun jaringan, dan menilai budaya perusahaan.

Riset terbaru mengungkap Gen Z lebih memilih Instagram dan YouTube daripada LinkedIn untuk mencari pekerjaan, membangun jaringan, dan menilai budaya perusahaan

Cara Generasi Z mencari pekerjaan terus berubah seiring perkembangan media sosial. Jika selama bertahun-tahun LinkedIn dikenal sebagai platform utama untuk membangun jaringan profesional dan mencari lowongan kerja, kini posisinya mulai tergeser oleh Instagram dan YouTube.

Berdasarkan laporan Gen Z Misinfluence Report yang diterbitkan Zety, perilaku pencari kerja dari kelompok usia muda menunjukkan perubahan besar. Media sosial tidak lagi hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi sumber utama informasi karier, peluang kerja, hingga penilaian terhadap budaya perusahaan.

Survei tersebut melibatkan 919 pekerja Gen Z berusia 18 hingga 27 tahun di Amerika Serikat dan dilakukan pada Februari 2026. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh responden menggunakan media sosial untuk mencari informasi mengenai karier.

Instagram dan YouTube Menjadi Pilihan Utama Gen Z

Berdasarkan data dari Zety, sekitar 80 persen responden menggunakan YouTube untuk mencari informasi karier. Instagram berada di posisi kedua dengan 73 persen, disusul Facebook, X, TikTok, Reddit, dan LinkedIn yang hanya digunakan oleh 26 persen responden.

Temuan ini menunjukkan bahwa LinkedIn tidak lagi menjadi platform pertama yang dipilih sebagian besar Gen Z ketika membutuhkan informasi mengenai pekerjaan maupun pengembangan karier.

Menurut Jasmine Escalera, penasihat karier sekaligus penulis laporan Zety, perubahan tersebut dipengaruhi oleh lingkungan digital tempat Gen Z tumbuh.

“Gen Z dibesarkan di Instagram, jadi wajar kalau tempat mereka bermain menjadi tempat mereka memperoleh informasi pekerjaan juga,” kata Jasmine Escalera.

Baca Juga:  Di Balik Tren Kerja Hybrid, Gen Z Tercatat Paling Kesepian di Tempat Kerja

Selain mencari informasi, media sosial juga menjadi sarana membangun relasi profesional. Sebanyak 74 persen responden memanfaatkan Instagram untuk memperluas jaringan kerja. Bahkan 69 persen mengaku pernah memperoleh pekerjaan atau kesempatan magang melalui platform tersebut.

Secara keseluruhan, 98 persen responden mengatakan media sosial pernah membantu mereka mendapatkan pekerjaan atau magang.

Budaya Perusahaan Kini Jadi Faktor Penting

Perubahan perilaku Gen Z tidak hanya terlihat saat mencari lowongan kerja, tetapi juga ketika memilih perusahaan tujuan.

Menurut data dari Zety, sebanyak 99 persen responden selalu memeriksa akun media sosial perusahaan sebelum mengirim lamaran. Proses ini dikenal sebagai vibe check, yaitu menilai suasana kerja dan budaya perusahaan melalui konten yang dipublikasikan.

Ada beberapa faktor yang membuat Gen Z mengurungkan niat melamar pekerjaan setelah melihat media sosial perusahaan. Konten yang dianggap terlalu dibuat-buat atau tidak autentik menjadi alasan terbesar. Selain itu, unggahan bernuansa politik yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, pesan perusahaan yang tidak konsisten di berbagai platform, hingga banyaknya komentar negatif dari pelanggan maupun mantan karyawan juga menjadi pertimbangan penting.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa citra perusahaan di media sosial kini memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pelamar muda.

Namun, laporan yang sama juga mengungkap sisi lain yang perlu menjadi perhatian. Sebanyak 45 persen responden mengaku lebih mempercayai saran karier dari kreator konten dibanding penasihat karier profesional atau perekrut.

Baca Juga:  Penggunaan ChatGPT Semakin Masif dan Didominasi Aktivitas Edit Teks

Ironisnya, 94 persen responden juga mengaku pernah mengikuti saran karier di media sosial yang kemudian terbukti keliru atau justru merugikan proses pencarian kerja mereka. Inilah yang melatarbelakangi penggunaan istilah Misinfluence Report, yaitu gabungan dari kata misinformation dan influence.

Menurut Fast Company, perubahan ini menjadi sinyal bahwa perusahaan perlu mengubah strategi komunikasi untuk menarik talenta muda. Kehadiran aktif di media sosial, terutama dengan konten yang menunjukkan suasana kerja nyata, aktivitas tim, hingga proses kerja sehari-hari, dinilai lebih efektif dibanding hanya menampilkan daftar fasilitas atau informasi formal perusahaan.

Bagi Gen Z, transparansi dan keaslian menjadi nilai yang semakin penting. Perusahaan yang mampu memperlihatkan budaya kerja secara terbuka melalui media sosial berpeluang lebih besar menarik perhatian calon karyawan dibanding perusahaan yang hanya mengandalkan citra profesional tradisional.

Referensi:
Kompas.com

📚 ️Baca Juga Seputar Internet

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED