Mengenal Sejarah Sunda dan Jawa Barat, Identitas Wilayah yang Terbentuk Selama Ribuan Tahun

Simak sejarah nama Sunda dan Jawa Barat dari masa geologi, era kerajaan, kolonial Belanda, hingga menjadi salah satu provinsi pertama di Indonesia.

Simak sejarah nama Sunda dan Jawa Barat dari masa geologi, era kerajaan, kolonial Belanda, hingga menjadi salah satu provinsi pertama di Indonesia

Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda kembali menjadi perhatian publik setelah seluruh fraksi di DPRD Jawa Barat disebut memberikan dukungan untuk melanjutkan pembahasan di tingkat legislasi. Di balik usulan tersebut tersimpan perjalanan sejarah yang sangat panjang, mulai dari masa geologi purba, era kerajaan Nusantara, masa kolonial Belanda, hingga Indonesia merdeka.

Menurut Ganjar Kurnia, Guru Besar Universitas Padjadjaran yang ikut dalam tim pengkaji Provinsi Sunda, istilah Sunda tidak sekadar menunjukkan identitas etnis, tetapi juga menggambarkan ruang hidup yang memiliki akar sejarah, budaya, bahasa, dan memori kolektif yang telah berkembang selama ribuan tahun.

Ia menjelaskan bahwa nama Jawa Barat lebih menekankan posisi administratif berdasarkan arah mata angin. Sebaliknya, istilah Sunda dianggap lebih merepresentasikan sejarah kawasan dan hubungan masyarakat dengan wilayah tempat mereka hidup.

Dari Paparan Sunda Hingga Kerajaan Sunda

Berdasarkan penjelasan Ganjar Kurnia, istilah Paparan Sunda atau Sundaland telah lama dikenal dalam ilmu geologi sebagai kawasan daratan luas yang dahulu menghubungkan Sumatra, Jawa, Kalimantan, serta sejumlah wilayah Asia Tenggara ketika permukaan laut masih rendah pada zaman es.

Menurut kajian geologi yang dipublikasikan Universitas Padjadjaran, istilah tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan identitas suku, melainkan merupakan penamaan geografis yang telah digunakan sejak berabad-abad lalu.

Mengutip penjelasan Prof. Dr. Koesoemadinata, Guru Besar Emeritus Geologi ITB, istilah Sunda telah dikenal sejak laporan ahli geografi Yunani Claudius Ptolemaeus sekitar abad ke-2 Masehi. Dalam catatan tersebut disebutkan adanya kepulauan bernama Sunda di sebelah timur India.

Baca Juga:  Keracunan MBG Terbanyak di Jabar, Kepala BGN Sebut Nitrit Jadi Penyebab Utama

Ketika bangsa Portugis datang ke Nusantara pada awal abad ke-16, mereka menemukan Kerajaan Sunda yang berpusat di bagian barat Pulau Jawa. Dari situlah kemudian muncul istilah Sunda Besar (Greater Sunda) dan Sunda Kecil (Lesser Sunda) yang hingga kini masih digunakan dalam literatur geografi dan geologi.

Menurut Koesoemadinata, ahli geologi Belanda Reinout van Bemmelen juga pernah menjelaskan bahwa kata Sunda diduga berasal dari bahasa Sanskerta “Cuddha” yang berarti putih. Penamaan tersebut dikaitkan dengan keberadaan Gunung Sunda Purba, gunung api raksasa yang diperkirakan pernah berdiri di wilayah utara Bandung dan menghasilkan endapan abu vulkanik berwarna putih.

Sementara itu, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kawasan Tatar Sunda telah berkembang sejak abad ke-5 ketika berada di bawah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Hindu tersebut meninggalkan sejumlah prasasti berbahasa Sanskerta yang menjadi bukti awal pemerintahan di wilayah Jawa Barat.

Setelah Tarumanegara runtuh pada abad ke-8, wilayah tersebut berkembang menjadi Kerajaan Sunda atau Pajajaran yang berpusat di Pakuan Pajajaran, wilayah yang kini menjadi Kota Bogor. Pada masa inilah identitas Sunda semakin kuat sebagai penanda wilayah sekaligus kebudayaan masyarakatnya.

Perubahan Nama pada Masa Kolonial hingga Kemerdekaan

Memasuki masa kolonial Belanda, identitas administratif kawasan mengalami perubahan. Berdasarkan catatan sejarah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebelum tahun 1925 wilayah ini dikenal sebagai Soendalanden atau Pasoendan yang meliputi wilayah Priangan, Bogor, Cirebon, Batavia, dan Banten.

Melalui Staatsblad Nomor 78 Tahun 1925 sebagai bagian dari pelaksanaan Bestuurshervormingwet 1922, pemerintah Hindia Belanda kemudian menetapkan nama resmi Provincie West-Java atau Jawa Barat. Sejak saat itu, nama Jawa Barat digunakan sebagai identitas administratif hingga masa kemerdekaan.

Baca Juga:  Jawa Barat Catat Laporan Scam Tertinggi di Indonesia, Ini Data Terbarunya

Pada 19 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan Jawa Barat sebagai salah satu dari delapan provinsi pertama di Indonesia. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Peraturan Daerah Nomor 26 Tahun 2010.

Dalam perjalanan sejarah Indonesia, wilayah ini juga sempat menjadi bagian dari Negara Pasundan ketika Republik Indonesia berbentuk Republik Indonesia Serikat sebelum akhirnya kembali bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 1950.

Seiring berkembangnya pemerintahan, wilayah Jawa Barat mengalami perubahan setelah Provinsi Banten resmi berdiri pada tahun 2000 melalui pemekaran daerah. Kini Jawa Barat mencakup wilayah dari Bekasi hingga Pangandaran, sementara wacana perubahan nama menjadi Provinsi Sunda kembali mengemuka sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas sejarah, budaya, dan ruang hidup masyarakat yang telah terbentuk sejak masa lampau.

Menurut Ganjar Kurnia, gagasan Provinsi Sunda bukan dimaksudkan sebagai wilayah yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat bersuku Sunda. Sebaliknya, nama tersebut dipandang sebagai identitas kewilayahan yang dapat mewakili seluruh masyarakat yang tinggal, bekerja, dan berkontribusi di kawasan tersebut tanpa memandang latar belakang etnis.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED