Israel Tak Masuk Agenda Kunjungan Menlu AS, Pengamat Soroti Ketegangan Diplomatik

Menlu AS Marco Rubio tidak mengunjungi Israel dalam lawatan Timur Tengah. Langkah ini memicu spekulasi mengenai hubungan Washington dan Tel Aviv.

Menlu AS Marco Rubio tidak mengunjungi Israel dalam lawatan Timur Tengah

Kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio ke sejumlah negara di Timur Tengah pekan ini menjadi sorotan internasional. Pasalnya, Israel yang selama ini dikenal sebagai sekutu utama Washington di kawasan justru tidak masuk dalam daftar negara yang dikunjungi.

Langkah yang tergolong tidak biasa tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai hubungan antara pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sejumlah pengamat menilai absennya Israel dalam agenda lawatan Rubio dapat mencerminkan dinamika baru dalam hubungan kedua negara.

Menurut Danny Citrinowitz, mantan kepala divisi Iran pada badan intelijen militer Israel, keputusan Rubio untuk kembali tidak mengunjungi Israel menunjukkan adanya ketegangan yang berkembang antara Washington dan Tel Aviv.

“Fakta bahwa Rubio kembali tidak mengunjungi Israel menunjukkan adanya ketegangan antara AS dan Israel,” kata Danny Citrinowitz, mantan pejabat intelijen militer Israel.

Rubio diketahui mengunjungi tiga negara di kawasan Timur Tengah dalam rangkaian lawatan diplomatiknya. Namun, berbeda dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya, Israel tidak menjadi salah satu tujuan utama.

Pengamat Nilai Fokus Diplomasi AS Bergeser ke Negara Teluk

Menurut sejumlah analis Timur Tengah, langkah tersebut bisa menjadi indikasi bahwa pemerintahan Trump saat ini lebih menitikberatkan upaya diplomasi regional kepada negara-negara Teluk dalam proses penyelesaian berbagai konflik di kawasan.

Danny Citrinowitz menilai Amerika Serikat kini memandang negara-negara Teluk sebagai bagian penting dalam proses negosiasi dan stabilitas kawasan.

Baca Juga:  Enam Warga Palestina Tewas Usai Israel Lepas Tembakan di Tengah Gencatan Senjata

“Mereka jelas memandang negara-negara Teluk sebagai bagian darinya,” ujar Citrinowitz.

Di sisi lain, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat membantah adanya pesan khusus di balik absennya Israel dalam lawatan tersebut. Menurut juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, tujuan utama perjalanan Marco Rubio adalah menyampaikan apresiasi kepada para mitra Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.

Menurut Tommy Pigott, lawatan tersebut juga menandai dimulainya kembali operasional Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuwait.

“Menteri Rubio telah beberapa kali mengunjungi Israel dalam kapasitasnya sebagai menteri dan sering berkomunikasi dengan para pejabat Israel, sebagaimana ia juga berkomunikasi dengan mitra dan sekutu kita di seluruh kawasan,” kata Tommy Pigott, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS.

Spekulasi mengenai hubungan Washington dan Tel Aviv semakin menguat setelah muncul perbedaan pandangan terkait sejumlah isu regional, termasuk konflik dengan Iran serta situasi keamanan di Lebanon.

Hingga saat ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan pernyataan resmi terkait kesepakatan damai yang dikabarkan telah terjalin antara Amerika Serikat dan Iran. Namun sejumlah tokoh politik pendukung Netanyahu diketahui menyuarakan penolakan terhadap kesepakatan tersebut.

Mereka menilai perjanjian itu berpotensi mengurangi tekanan ekonomi terhadap Teheran sekaligus menunda pembahasan isu yang selama ini menjadi perhatian utama Israel, termasuk program nuklir Iran dan pengembangan rudal balistik.

Baca Juga:  Hizbullah Tolak Perundingan Damai Israel Lebanon, Anggap Upaya Sia Sia

Menurut Yossi Mekelberg, peneliti Timur Tengah dan Afrika Utara di lembaga Chatham House, posisi Israel dalam proses negosiasi saat ini terlihat tidak lagi berada di pusat pembahasan seperti sebelumnya.

“Implikasinya adalah bahwa Netanyahu bukanlah pihak yang terlibat dalam negosiasi,” kata Yossi Mekelberg, peneliti Chatham House.

Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak karena hubungan Amerika Serikat dan Israel selama beberapa dekade dikenal sebagai salah satu kemitraan strategis paling kuat di kawasan Timur Tengah. Karena itu, setiap perubahan pola diplomasi maupun agenda kunjungan pejabat tinggi kedua negara kerap menjadi indikator penting dalam membaca arah kebijakan regional ke depan.

Referensi:
DetikNews

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED