Inspiratif dan Menyentuh, Kumpulan Ucapan Idul Adha 2026 Penuh Doa Terbaik
Hari Raya Idul Adha 2026 menjadi salah satu momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain identik dengan ibadah...
Read more
Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah laut tenggara Jember, Jawa Timur, pada Selasa sore, 26 Mei 2026. Getaran gempa tidak hanya dirasakan warga Jember dan sekitarnya, tetapi juga terasa hingga sejumlah wilayah di Pulau Bali.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 15.39.10 WIB dengan parameter terbaru magnitudo 4,8. Episenter gempa berada di laut pada koordinat 9,07 derajat Lintang Selatan dan 113,82 derajat Bujur Timur.
Menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, pusat gempa berada sekitar 99 kilometer arah tenggara Jember dengan kedalaman 14 kilometer.
“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,07 derajat LS dan 113,82 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 99 kilometer arah tenggara Jember pada kedalaman 14 kilometer,” kata Wijayanto dalam keterangannya.
BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng bumi. Dari hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki pola pergerakan geser atau strike-slip.
Menurut Wijayanto, mekanisme geser ini umum terjadi pada aktivitas tektonik di wilayah selatan Jawa yang memang aktif secara geologi. Meski demikian, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat di beberapa daerah di Jawa Timur. Wilayah Jember, Banyuwangi, dan Bondowoso mengalami intensitas IV MMI, yang berarti getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah.
Sementara itu, warga di Kuta, Kuta Selatan, dan Kota Denpasar di Bali juga melaporkan merasakan getaran cukup jelas. Selain Bali, getaran turut terasa di Malang, Blitar, hingga Trenggalek.
BMKG menyebut getaran di beberapa wilayah terasa seperti ada truk besar yang melintas di dekat rumah warga. Meski sempat membuat masyarakat panik, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 15.55 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock,” ujar Wijayanto.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. BMKG juga meminta warga untuk terus memantau informasi resmi terkait aktivitas gempa melalui kanal resmi pemerintah.
Wilayah selatan Jawa dan Bali memang termasuk kawasan yang aktif mengalami aktivitas gempa bumi karena berada di dekat zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas tektonik di kawasan tersebut kerap memicu gempa dengan berbagai kekuatan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar selalu memahami langkah mitigasi sederhana saat terjadi gempa bumi, seperti menjauhi bangunan yang berpotensi roboh, tidak menggunakan lift, dan mencari area terbuka setelah guncangan berhenti.
Selain itu, warga juga diminta memastikan informasi gempa hanya berasal dari sumber resmi agar tidak terjebak hoaks yang beredar di media sosial.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu membawa suasana hangat di rumah. Selain kumpul keluarga dan tradisi berbagi daging kurban, ada satu...
Ada satu aroma masakan yang sering langsung mengingatkan banyak orang pada suasana rumah hangat dan makan bersama keluarga, yaitu aroma...