Akses Tol Slipi Ditutup Sementara Imbas Demo Buruh May Day di DPR
Akses keluar Tol Slipi pada KM 09+650 Ruas Tol Dalam Kota arah Grogol ditutup sementara pada Jumat siang. Penutupan ini...
Read more
Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api swadaya di Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat dini hari. Insiden ini melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan sebuah mobil Toyota Avanza dan menyebabkan empat orang meninggal dunia.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 02.52 WIB. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, mobil Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP saat itu membawa sembilan penumpang dan melaju dari arah selatan menuju utara.
Menurut Iptu Eko Ari Kisworo, Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, kendaraan melaju dengan kecepatan sedang sebelum akhirnya mengalami masalah di lokasi kejadian. “Toyota Avanza berjalan dari arah Sidorejo menuju Purwodadi dengan kecepatan sedang,” kata Eko.
Sesampainya di perlintasan kereta api, mobil tersebut tiba-tiba berhenti karena mesin mati tepat di atas rel. Pada saat bersamaan, kereta api melintas dari arah barat menuju timur.
Menurut penjelasan Eko, posisi mobil yang berada di jalur rel membuat tabrakan tidak dapat dihindari. “Sesampainya di TKP, Toyota Avanza berhenti atau mesin mati di jalur rel sebelah selatan. Pada saat bersamaan berjalan Kereta Api Argo Bromo Anggrek,” ujarnya.
Benturan keras pun terjadi. Bagian depan kiri mobil dihantam kereta, menyebabkan kendaraan terpental sejauh kurang lebih 20 meter. Mobil kemudian menghantam tiang dan akhirnya terlempar ke area persawahan di sisi selatan rel.
Akibat kejadian tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia. Salah satu korban diketahui bernama Pipi yang masih berusia delapan tahun. Sementara tiga korban lainnya belum teridentifikasi.
Sementara itu, lima penumpang lainnya selamat, termasuk sopir bernama Kardi, seorang perangkat desa Mlowokarangtalun, serta beberapa penumpang lain seperti Darwati dan Jakinem.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. “Benar terjadi laka KA Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya dengan mobil di perlintasan KA Dusun Sugihan,” kata Arif.
Polisi menduga kecelakaan ini dipicu oleh kurangnya kehati-hatian pengemudi saat melintasi perlintasan sebidang. Eko menegaskan bahwa pengendara wajib memastikan kondisi aman sebelum melintas.
“Pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal berbunyi atau ada tanda kereta akan melintas,” jelasnya.
Perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu resmi juga menjadi faktor risiko tinggi. Situasi ini kerap membuat pengendara mengandalkan kewaspadaan pribadi tanpa bantuan sistem pengaman.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi pengguna jalan untuk selalu waspada, terutama saat melintasi perlintasan kereta api tanpa penjagaan.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kabel charger sering kali menjadi perangkat yang kurang mendapat perhatian dalam penggunaan sehari-hari. Padahal, fungsinya sangat penting untuk menjaga daya...
Banyak pengguna mengira bahwa saat HP Android mulai lemot, satu-satunya solusi adalah mengganti perangkat baru. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya...