Kisah seorang pemuda asal Jakarta Utara bernama Jeje Adriel menjadi sorotan setelah ia mengungkapkan dirinya mengidap kanker limfoma Hodgkin stadium dua di usia 25 tahun. Cerita ini dibagikan melalui akun media sosial pribadinya dan langsung menarik perhatian publik.
Dalam unggahannya, Jeje memperlihatkan kondisi fisiknya, termasuk adanya pembengkakan di salah satu sisi leher. Meski begitu, ia berusaha tetap tenang dan meminta para pengikutnya untuk tidak khawatir.
“Dan akhirnya kemarin hasil diagnosanya tuh tegak ya, udah fix gitu. Jadi ya lebih bagus, lebih yakin gitu kan. Tapi tenang aja temen-temen, gak usah khawatir ya,” kata Jeje Adriel melalui akun Instagram pribadinya.
Menurut Jeje, dirinya akan menjalani kemoterapi sebagai metode pengobatan utama. Ia juga menyebut terapi tersebut sebagai salah satu cara paling efektif untuk menangani kanker limfoma.
“Dan perawatannya itu melalui kemoterapi. Kemoterapi adalah pengobatan yang paling efektif dan paling manjur gitu. Buat kanker limfoma ini,” lanjutnya.
Jeje juga berencana membagikan perjalanan pengobatannya agar bisa menjadi pembelajaran bagi banyak orang, terutama terkait pentingnya menjaga kesehatan dan mengenali gejala penyakit sejak dini.
Gejala Kanker Limfoma yang Sering Tidak Disadari
Menurut pengakuannya, diagnosis kanker limfoma pertama kali diterima pada 17 April 2026. Gejala awal yang dirasakan cukup sederhana, yaitu munculnya benjolan kecil di leher sebelah kiri.
“Didiagnosanya 17 April 2026, gejala awalnya dulu muncul benjolan di leher kecil sebelah kiri, awalnya coba intermitten fasting gaya hidup sehat dan lain-lain,” kata Jeje Adriel saat menjelaskan kondisinya.
Ia sempat mengira kondisi tersebut tidak berbahaya karena benjolan sempat mengecil. Namun, seiring waktu, ukurannya kembali membesar secara perlahan.
“Sempat mengecil tapi lama kelamaan dia tetap membesar pelan-pelan. Untuk gejala lain nggak ada kayak demam, keringat dingin, dan lain-lain. Tidak ada sama sekali makanya agak telat juga ngeceknya,” jelasnya.
Kisah ini menunjukkan bahwa kanker limfoma bisa berkembang tanpa gejala yang jelas di awal. Dalam banyak kasus, tanda utama yang sering muncul adalah pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di area leher, ketiak, atau selangkangan.
Berdasarkan penjelasan medis secara umum, kanker limfoma adalah kanker yang menyerang sistem limfatik, yaitu bagian dari sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah limfoma Hodgkin, yang dialami oleh Jeje.
Gejala lain yang kadang muncul pada penderita limfoma meliputi:
- Demam tanpa sebab jelas
- Keringat berlebih di malam hari
- Penurunan berat badan tanpa alasan
- Mudah lelah
Namun, tidak semua pasien mengalami gejala tersebut, terutama pada tahap awal.
Saat ini, Jeje berharap proses pengobatan yang dijalaninya dapat berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik.
“Harapan saya semoga saya bisa remisi total cepat dan kemoterapi saya berjalan dengan baik dengan efek samping yang minim supaya bisa tetep beraktivitas,” ujar Jeje.
Referensi:
Detik