Korban Bertambah Prajurit TNI Gugur di Lebanon Picu Desakan Global
Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian dunia. Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB...
Read more
Kasus tragis menimpa dua pekerja rumah tangga atau PRT di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Keduanya nekat melompat dari lantai empat sebuah gedung kos tempat mereka bekerja. Peristiwa yang terjadi pada Rabu malam ini berujung duka, setelah salah satu korban meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban yang meninggal adalah remaja berinisial R berusia 15 tahun. Sementara satu korban lainnya berinisial D berusia 30 tahun berhasil selamat, meski mengalami luka serius berupa patah tulang.
Menurut AKBP Roby Saputra selaku Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, kondisi korban selamat tidak dalam keadaan kritis. “Nggak kritis, patah tangan saja,” kata Roby saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Hasil penyelidikan sementara mengungkap bahwa aksi nekat tersebut diduga dilakukan karena kedua PRT merasa tidak betah bekerja. Mereka disebut berusaha melarikan diri dari tempat kerja dengan cara melompat bersama dari lantai empat.
Menurut AKBP Roby Saputra, keduanya diduga mengalami tekanan selama bekerja. “Untuk informasi sementara, mereka tidak betah. Lalu kabur berdua dengan cara loncat dari lantai empat,” jelasnya.
Lebih lanjut, dugaan ketidaknyamanan ini berkaitan dengan sikap majikan yang dinilai keras. Meski belum ada bukti penyiksaan fisik, sejumlah saksi menyebut majikan bersikap galak. “Ada saksi yang bilang mereka tidak betah karena majikannya sadis, atau setidaknya galak,” ujar Roby.
Polisi pun bergerak cepat dengan memeriksa pihak majikan untuk mendalami kasus ini. Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Namun hingga kini, hasil pemeriksaan tersebut belum dipublikasikan secara rinci.
Selain itu, aparat kepolisian juga memanggil agen penyalur tenaga kerja yang menempatkan kedua PRT tersebut. Menurut Kombes Reynold Hutagalung selaku Kapolres Metro Jakarta Pusat, langkah ini penting untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi kerja korban.
“Kami akan memanggil agen PRT untuk didalami keterangannya agar penanganan perkara dilakukan secara profesional dan berimbang,” kata Reynold dalam keterangannya.
Polisi juga memastikan bahwa penanganan kasus ini tetap memperhatikan kondisi korban selamat, termasuk aspek pemulihan fisik dan psikologis. Hal ini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang berfokus pada aspek kemanusiaan.
Di sisi lain, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya turut turun tangan dalam mengusut kemungkinan adanya unsur pidana. Kombes Iman Imanuddin menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam.
“Kami sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana yang terjadi,” ujar Iman.
Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan intensif. Polisi berupaya mengungkap apakah terdapat unsur kekerasan, kelalaian, atau pelanggaran hukum lain yang menyebabkan kedua PRT tersebut mengambil langkah ekstrem.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah video yang memperlihatkan siswi bersikap tidak sopan terhadap guru di dalam kelas viral di media sosial dan menghebohkan publik...
Era baru aplikasi pesan instan mulai terlihat. WhatsApp kini tengah menguji layanan berlangganan opsional bernama WhatsApp Plus, yang menawarkan berbagai...